UNTUK INDONESIA
Bali Harus Jadi Contoh Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi
Budidaya dan ekspor lobster diyakini beri dampak besar terhadap pertumbuhan dan percepatan perekonomian Bali di tengah situasi pandemi Covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto saat menghadiri peluncuran Penyaluran KUR Syariah bagi UMKM anggota Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu, 8 Agustus 2020. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan bantuan sebesar Rp 500 juta kepada para nelayan dan pembudi daya lobster di Provinsi Bali, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta daya saing lobster, mendorong pertumbuhan dan percepatan perekonomian di Bali.

Bali harus bangkit dalam waktu empat bulan, dari minus 10 persen menjadi nol persen

"Perekonomian Bali terkontraksi lebih dalam dari Indonesia. Pertumbuhan ekonomi nasional minus 5 persen, Bali minus 10 persen. Kami berharap, bantuan untuk para nelayan dan pembudidaya lobster akan mempercepat pertumbuhan dan diferensiasi produk perekonomian Bali," ujar Airlangga disela penyerahan bantuan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Nusa Dua.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menuturkan, saat ini Bali membutuhkan diferensiasi produk untuk menjaga dan menopang pertumbuhan ekonominya.

Dia meyakini, budidaya dan ekspor lobster akan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan dan percepatan perekonomian Bali di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Perekonomian Bali sudah berkali-kali di uji. Saat musibah 'Bom Bali' dan meletusnya Gunung Agung, perekonomian minus 30 persen. Tapi, Bali bisa pulih. Begitu pun saat ini, saya yakin, perekonomian Bali dapat pulih dengan cepat melalui budidaya dan ekspor lobster," ujarnya.

Bahkan, Airlangga menargetkan pertumbuhan ekonomi di tempat itu akan meningkat tajam dalam waktu empat bulan ke depan. Sebab, kata dia, pemerintah juga memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali.

"Saya minta, Bali menjadi contoh kebangkitan perekonomian. Bali harus bangkit dalam waktu empat bulan, dari minus 10 persen menjadi nol persen," kata Airlangga.

Di tempat yang sama, Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Bagus Adi Mahendra Putra mengungkapkan, pihaknya telah membangun Desa lobster sejak tahun 2016 untuk menggerakkan perekonomian nelayan dan desa-desa di Bali.

Anggota Komisi IV DPR ini berpendapat bahwa hasil budidaya dan ekspor lobster tak sekadar memberikan diferensiasi produk perekonomian masyarakat Bali.

"Saya optimis, budidaya dan ekspor lobster akan mempercepat pemulihan, karena menggerakkan roda perekonomian dari desa. Saat ini, dua jenis lobster yang dibudidayakan masyarakat Bali, telah memiliki daya saing dan peminat yang besar di kancah internasional. Kita tidak kalah dengan negara-negara lain," ucap Bagus.[]

Berita terkait
Airlangga Bagi Kiat Buat Pemulihan Ekonomi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tak perlu ragu dengan komitmen pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional.
Ini Alasan Mengapa Wisman Belum Bisa Masuk Bali
Rencana dimulainya aktivitas pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara perlu pertimbangan matang.
Mensos Klaim JPS Jaga Daya Beli Warga Bali
Menteri Sosial Juliari Batubara mengaku bantuan sosial tunai tetap membantu dan menjaga daya beli warga di tengah pandemi Covid-1
0
Bali Harus Jadi Contoh Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi
Budidaya dan ekspor lobster diyakini beri dampak besar terhadap pertumbuhan dan percepatan perekonomian Bali di tengah situasi pandemi Covid-19.