Bahaya Penggunaan Air Keran untuk Radiator

Kendaraan bermotor yaitu alat transportasi yang saat ini paling banyak digunakan oleh masyarakat. Ini bahaya penggunaan air keran untuk radiator.
Ilustrasi memperbaiki mobil. (Foto: Tagar/Unsplash/Erik Mclean)

Jakarta - Kendaraan bermotor merupakan alat transportasi yang saat ini paling banyak digunakan oleh masyarakat. Bagi sebagian besar orang kendaraan bermotor digunakan untuk alat transportasinya sehari-hari.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk memastikan kondisi kendaraan bermotor anda sedang dalam kondisi yang prima. Umumnya orang hanya memperhatikan kondisi kendaraan bermotor saat pergi ke bengkel atau saat hendak bepergian jauh.

Tapi taukah kalian jika kendaraan bermotor sering digunakan maka ada satu hal penting yang harus di perhatikan. Hal tersebut merupakan sistem pendinginan mesin atau yang dikenal dengan radiator.

Radiator pada kendaraan bermotor bertugas menjaga suhu mesin supaya tetap optimal sehinga menyalurkan energi yang optimal. Radiator merupakan salah satu komponen terpenting bagi mesin terutama untuk kalian yang suka bepergian jauh.

Umumnya radiator terdapat pada kendaraan roda empat atau lebih, namun semenjak beberapa tahun lalu kendaraan roda dua juga sebagian besar telah menggunakan sistem pendinginan radiator ini. Karena bersifat krusial maka sebaiknya anda memperhatikan kondisi radiator kendaraan anda.

Namun sangat disayangkan masih banyak pengendara kendaraan bermotor yang menggunakan air biasa untuk cairan dalam radiator. Hal tersebut tentunya mempunyai efek samping baik dalam penggunanan jangka panjang maupun penggunaan jangka pendek.

Umumnya produsen kendaraan bermotor menyarankan pengunaan cairan khusus radiator atau coolant untuk pendinginan mesin. Namun karena harganya yang cukup mahal banyak masyarakat yang memilih menggunakan air biasa untuk cairan radiator.

Selain karena harganya yang lebih mahal, masyarakat menanggap cairan coolant dan air sama-sama efektif mendinginkan mesin kendaraan bermotor. Mungkin penggunaan kedua cairan tersebut tidak ada bedanya jika digunakan dalam jangka waktu yang singkat.

Penggunaan air biasa untuk radiator dalam jangka waktu yang lama sangatlah merugikan pengendara. Penggunaan secara terus menerus tersebut bisa membuat radiator menjadi cepat rusak karena beberapa faktor.

Faktor pertama adalah air biasa bersifat korosi atau menimbulkan karat hal ini sangat berbahaya jika di biarkan. Radiator yang berkarat tidak akan maksimal dalam mendinginkan mesin kendaraan dan tidak hanya itu air biasa juga bisa membuat bagian dalam mesin yang dilalui air ikut berkarat.

Selanjutnya adalah endapan lumpur, mungkin anda tidak menyadari air memiliki tingkat kualitasnya masing-masing. Beberapa sumber air di indonesia membawa lumpur, hal ini membuat sistem pendinginan mesin tidak berjalan baik dan akan tersumbat sehingga mesin menjadi panas.

Air biasa memiliki titik didih yang lebih rendah sehingga akan menguap lebih cepat dibandingkan cairan coolant. Jika radiator tidak memiliki cukup air untuk mendinginkan mesin maka hal tersebut berbahaya baik bagi mesin maupun komponen dalam radiator itu sendiri.

Selain membuat radiator bocor karena sifat korosi yang tadi, jika menggunakan air biasa kebocoran pada radiator juga lebih sulit terdeteksi. Karena umumnya air radiator memiliki warna yang mencolok sehingga lebih mudah mengenalinya saat terjadi kebocoran.

Meskipun lebih mahal menggunakan air khusus radiator akan sangat bermanfaat karena coolant sudah di rancang khusus untuk mendinginkan mesin. Beberapa unsur kimia yang terdapat dalam coolant membuat radiator lebih awet, mesin lebih dingin, dan pendinginannya lebih stabil.

(Dimas Rafika)

Berita terkait
Stop Pakai Air Keran untuk Isi Radiator Mobil, Ini Alasannya
Pada air keran atau air mineral ada zat yang tidak dimiliki keduanya untuk kepentingan pendinginan mesin.
Cara Menguras Radiator Mobil
Karena kerjanya yang berat, radiator perlu mendapat perawatan dan airnya perlu dikuras, dan diganti.
Cara Merawat Radiator Agar Mobil Tetap Prima
Merawat radiator Mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Radiator berfungsi sistem pendinginan kendaraan.
0
Bahaya Penggunaan Air Keran untuk Radiator
Kendaraan bermotor yaitu alat transportasi yang saat ini paling banyak digunakan oleh masyarakat. Ini bahaya penggunaan air keran untuk radiator.