Asyik Mandi Anak Hanyut di Sungai Serang Kulon Progo

Saat sedang asyik mandi di sungai, seorang anak tenggelam dan meninggal dunia di Sungai Serang Kulon Progo.
Korban hanyut di Sungai Serang Kulon Progo dievakuasi dalam posisi sudah meninggal dunia (Foto: ist/Tagar/Harun Susanto)

Kulon Progo - Seorang anak bernama Daffa Nasril Rahmat Buchori, 13 tahun, warga Pedukuhan VII, Desa Tayuban, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditemukan meninggal. Dia tenggelam di Sungai Serang di wilayah setempat pada Kamis, 25 Juni 2020.

Saat itu Daffa mandi bersama bersama teman-temannya di gejlik (sebuah bendungan kecil pengatur irigasi) Pekik Jamal Bojong, Panjatan sekitar pukul 12.45 WIB.

Saksi mata kejadian, Oki Gunawan, 51 tahun, mengatakan, pada Kamis siang sekitar pukul 12.30 WIB mengetahui ada sejumlah anak mandi di gejlik Sungai Serang. Saat sedang asyik mandi, anak-anak berteriak minta tolong kepada warga. "Mereka teriak karena ada temannya yang tenggelam," ucapnya di sekitar lokasi kejadian, Kamis 25 Juni 2020.

Oni menambahkan, mengetahui ada anak-anak yang tenggelam, sejumlah warga mendatangi lokasi kejadian dan berusaha menolong. Setelah berhasil tertolong, Daffa kemudian dibawa ke tepi sungai. Selanjutnya warga menghubungi Puskesmas 2 Panjatan dan dilanjutkan ke RSUD Wates.

Sementara itu, Kapolsek Panjatan Ajun Komisaris Polisi Maryanto, membenarkan adanya peristiwa tenggelamnya seorang anak di sungai tersebut. "Setelah dilakukan dilakukan identifikasi, korban Daffa akhirnya dinyatakan meninggal," ungkapnya.

Menurut dia, dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. "Korban langsung dibawa pulang ke rumah duka," ujar Maryanto. 

Mereka teriak karena ada temannya yang tenggelam.

Sebelumnya, korban hanyut juga menimpa anak bernama bernama Anisa Asri Pratiwi, 10 tahun, warga Dusun Cawan Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Anisa hanyut di Sungai Progo pada Minggu, 21 Juni 2020, akhirnya berhasil ditemukan. Saat ditemukan oleh Tim Gabungan, Anisa dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Berdasarkan kronologi yang diperoleh Badan Search Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) Yogyakarta, pada Minggu, 21 Juni 2020 pagi, korban bermain ke tetangga yang rumahnya berada di dekat sungai. Sampai pada pukul 15.00 WIB korban belum pulang, dan menjelang sore ditemukan sandal korban di tepi Sungai Progo dalam kondisi terapung.

Namun pada pukul 17.30 WIB, Posko Tim SAR Gabungan yang berlokasi di Sedayu, Kabupaten Bantul, memperoleh informasi dari warga jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kemudian pada pukul 17.40 WIB Posko SAR Gabungan memberangkatkan personel melakukan proses evakuasi.

Wahyu menjelaskan, korban Anisa berhasil ditemukan dengan jarak sekitar 2 kilometer (Km) dari lokasi kejadian tenggelam, tepatnya di daerah Karang Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo dalam kondisi meninggal dunia. "Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 18.30 WIB. Korban langsung dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga," tuturnya. []

Berita terkait
Bocah Bantul Ditemukan Meninggal di Sungai Progo
Bocah perempuan asal Sedayu, Bantul, Yogyakarta yang hanyut di Sungai Progo akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Pemilik Sandal Mengapung Ditemukan di Sungai Progo
Setelah dilaporkan hilang akhirnya seorang bocah asal Sedayu, Bantul, Yogyakarta ditemukan meninggal. Korban hanyut di Sungai Progo.
Selamatkan Bocah Hanyut, Pria di Agam Tewas
Seorang pria di Kabupaten Agam tewas terseret arus usai menyelamatkan seorang bocah yang hanyut.
0
Pemerintah Alokasikan Rp 400 M Uji Klinis Vaksin Merah Putih
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan pemerintah sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 400 miliar untuk uji klinis vaksin merah putih.