UNTUK INDONESIA
Asisten Pribadi Menteri Yohana Tewas di Hotel Nabire
Jenazah Dasmasela kini telah diterbangkan ke Jakarta untuk proses autopsi di Rumah Sakit Keramat Jati.
Jenazah Dasmasela Elizabeth Termutis Asisten Kesehatan Pribadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) saat berada di RSUD Nabire, Papua, Senin 14 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Istimewa)

Jayapura – Dasmasela Elizabeth Termutis yang merupakan Asisten Kesehatan Pribadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Susana Yembise, ditemukan tak bernyawa di kamar hotel Nabire, Papua, Senin 14 Oktober 2019.

Informasi diperoleh Tagar, wanita berusia 55 tahun ini ditemukan meninggal dengan posisi terbaring di kamar tidur hotel. Kepolisian setempat belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Dasmasela.

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal saat dikonfirmasi wartawan di Jayapura, Senin sore, membenarkan kabar meninggalnya asisten pribadi menteri asal Papua tersebut.

Ia mengatakan jenazah Dasmasela kini telah diterbangkan ke Jakarta untuk proses autopsi di Rumah Sakit Keramat Jati.

Sebelumnya korban tidak mengeluhkan gangguan kesehatan apa pun

"Korban adalah perawat Rumah Sakit Pelni Jakarta yang kini tengah bertugas sebagai Asisten Kesehatan Pribadi Menteri PPA Yohana Yemise. Memang mereka sedang ada tugas kerja di Nabire," kata Kamal.

Dia menuturkan, meninggalnya Dasmasela pertama kali diketahui oleh Menteri PPA Yohana Yembise. Saat itu, Menteri Yohana hendak membangunkan Dasmasela, namun tidak direspons hingga memutuskan memanggil staf Kementrian PPA, Dwi Ratna Anugrah, 37 tahun.

"Korban sempat dibawa ke RSUD Nabire dengan menggunakan mobil dinas Dalmas Sabhara Polres Nabire. Dari pemeriksaan medis, dokter jaga RSUD Nabire dr Sesilia Sri, korban sudah meninggal dunia," terangnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi, Dasmasela tidak mengeluhkan gangguan kesehatan selama mengikuti kegiatan Menteri PPA. Namun, Dasmasela diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

"Sebelumnya korban tidak mengeluhkan gangguan kesehatan apa pun. Namun dari informasi saksi, korban mempunyai riwayat penyakit jantung," beber mantan Wakapolres Kota Depok ini.

Dia menambahkan, Polres Nabire telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki kematian korban dengan mengumpulkan informasi dari pihak hotel. "Sementara kasus ini ditangani Polres Nabire," jelas Kamal. []

Berita terkait
Jokowi Kunjungi RSUD Nabire, Petugas dan Pasien Histeris
Jokowi kunjungi RSUD Nabire, petugas dan pasien histeris. Satu sama lain mereka berebutan untuk dapat berjabat tangan dengan Presiden.
Tokoh Papua Bela Wiranto dari Bully Kelompok Separatis
Tokoh muda Papua Hendrik Yance Udam membela Menkopolhukam Wiranto terkait sikap sejumlah kelompok separatis di media sosial.
Kelompok Separatis Papua Senang Wiranto Ditusuk
Tokoh muda Papua mengecam sikap sejumlah tokoh kelompok separatis Papua yang merasa senang atas penusukan Wiranto.
0
Ditjen Perumahan Salurkan Bansos PUPR Peduli Covid-19
Keluarga besar Direktorat Jenderal Perumahan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan PUPR Peduli Covid-19.