UNTUK INDONESIA
Asimtomatik Carrier, Sang Pembawa Virus Corona
Asimtomatik Carrier, sebutan untuk pembawa virus corona Covid-19. Ia sendiri fisiknya kuat, tidak terlihat sakit, tapi ia bisa menulari orang lain.
Calon penumpang kereta MRT Jakarta duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak antarpenumpang saat menunggu datangnya kereta di Stasiun MRT Blok M, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta - Asimtomatik Carrier, sebutan untuk orang-orang pembawa virus corona Covid-19. Ia sendiri secara fisik kuat, tidak terlihat sakit, tidak menunjukkan gejala-gejala virus tersebut, sehingga ia bebas bepergian ke mana saja, tidak sadar ia menulari banyak orang di sekelilingnya, orang-orang yang berkontak dengannya, orang-orang yang daya tahan tubuhnya lebih lemah darinya.

Orang yang positif Covid-19 umumnya mengalami gejala seperti batuk kering, demam, sesak napas, dan lemas. Namun tidak semua orang yang terinfeksi virus itu merasakan gejala tersebut, bahkan ada orang yang positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala apa pun. Orang-orang ini disebut asimtomatik carrier

Dilansir dari laman Forbes, penelitian yang dilakukan oleh tim dari Kyoto University, Oxford University dan Georgia State University pada penumpang kapal pesiar Diamond Princess, 634 dari 3.063 orang positif Covid-19. Artinya sebesar 17,9 persen dari 634 orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Tidak hanya itu, para peneliti dari Hokkaido University telah melakukan tes pada 565 orang Jepang yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Dari penelitian tersebut ditemukan 30,8 persen positif Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala alias asimtomatik carrier.

Asimtomatik CarrierAsimtomatik Carrier. (Foto: Instagram/@detriwarmanto)

Orang Asimtomatik

Gejala yang dirasakan orang yang terserang Covid-19 bergantung pada respons imun tubuh. Dalam kasus Covid-19, virus akan menjadikan reseptor pada permukaan sel sebagai inang dan memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengambil oksigen, jelas Catherine Beauchemin, profesor virofisika di Ryerson University.

Tetapi yang terjadi pada pembawa virus asimtomatik, mereka tidak menunjukkan gejala sama sekali karena infeksinya sangat ringan dan sistem imun tidak merespons terlalu kuat. Bisa juga karena sistem kekebalan terlalu lama bereaksi dan gejala akan muncul di kemudian hari, terang laman Inverse.

Proses Penularan Virus Melalui Asimtomatik Carrier

Dikutip dari laman Inverse, dalam jurnal Science dijelaskan, 9 dari 10 infeksi virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 di China menyebar disebabkan asimtomatik carrier. Hal sama, menurut MedRxiv, 48 persen dari 91 infeksi Covid-19 di Singapura juga disebabkan asimtomatik carrier.

Sebagian besar orang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi karena tidak merasakan gejala, tetap berinteraksi dengan orang lain seperti biasa. Sehingga virus ini bisa ditularkan dari orang ke orang dalam waktu 2,55-2,89 hari sebelum gejala muncul.

Penyebaran virus secara diam-diam ini dikenal dengan stealth transmission atau transmisi siluman, menurut Jeffrey Shaman. 

Sam Basta, profesor biokimia di Queen's University mengatakan proses penyebaran itu karena asimtomatik carrier tidak dikarantina atau diisolasi, menyebarkan ke orang lain di sekitarnya tanpa disadari.

Pentingnya Social Distance 

Social distance atau menjaga jarak sosial menjadi penting untuk memutus rantai penyebaran corona yang disebabkan asimtomatik carrier. Seperti di Indonesia, anak-anak belajar di rumah, pegawai bekerja di rumah, menghindari kerumunan di tempat umum, membatalkan acara kelompok, menutup ruang publik.

"Social distance seringkali sulit dilakukan karena kebanyakan dari manusia adalah makhluk sosial," kata Asaf Bitton, direktur eksekutif Ariadne Labs di Boston kepada Medium.

Menengok ke belakang, pandemi influenza di Spanyol pada 1918, langkah ini dianggap berhasil. Sebuah studi dari PNAS 2007 mengungkapkan kota-kota yang mengerahkan banyak intervensi pada fase awal pandemi, seperti menutup sekolah, melarang pertemuan publik, membuat tingkat kematian yang secara signifikan lebih rendah. []

Baca juga:

Berita terkait
Wajib Diperhatikan Sebelum Rapid Test Covid-19
Akademi Ilmuwan Muda Indonsia (ALMI) menanggapi instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan rapid test Covid-19
Pilihan Olahraga Pas Saat Isolasi Corona di Rumah
Olahraga bisa dilakukan saat isolasi di rumah untuk bisa tetap menjaga kesehatan.
Belum Ada Vaksin, Kenapa Pasien Corona Bisa Sembuh?
Sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mengatasi virus corona Covid-19. Faktanya, banyak penderita yang sudah sembuh.
0
Jokowi Saksikan Ketua MA Syarifuddin Mengucap Sumpah
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan pengucapan sumpah M. Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025.