UNTUK INDONESIA
Ari Askhara: Saya Cita-citanya Punya Mobil
Kedatangan pesawat baru Garuda Airbus A330-900 bukan membuka lembaran baru, tapi membawa bencana dengan pemecatan Dirut Garuda Ari Askhara
(Foto: garuda-indonesia.co)

Jakarta – Nama Ari Askhara, Dirut PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, ramai jadi perbincangan di media terkait dengan temuan Bea Cukai berupa onderdil moge (motor gede) merek Harley Davidson, sepeda lipat Brompton dan beberapa barang mewah lain dalam pesawat GA 9721 dengan jenis A300-900 Neo yang terbang dari pabrik Airbus di Toulouse, Perancis ke Bandara Soekarno-Hatta.  

Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Ari Askhara karena menyelundupkan komponen Harley-Davidson. "Saya sebagai Menteri BUMN akan memberhentikan Dirut Garuda," ujar Erick di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Dirut GAI Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Askhara (Foto: garuda-indonesia.com)

Ari Askhara diduga menjadi pemilik suku cadang Harley Davidson yang dibawa secara illegal dalam pesawat GA 9721 dengan jenis A300-900 Neo yang terbang dari Toulouse, Prancis dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada pada Minggu, 17 November 2019 lalu.

Menurut Erick, pembelian komponen Harley-Davidson yang dibawa Pesawat A330-900 baru milik Garuda Indonesia yang diterbangkan dari pabrik Airbus di Toulouse ke Bandara Soekarno Hatta merupakan pesanan Ari melalui pegawainya. Setelah dirangkai ternyata onderdil yang dipreteli itu sebuah Harley keluaran tahun 1970-an jenis limited edition.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, membenarkan ada karyawan Garuda yang membeli onderdil moge Harley. Barang-barang selundupan itu ditemukan oleh Bea Cukai pertengahan November 2019. Barang-barang itu seharusnya bisa lolos jika bayar pajak Rp 50 juta, tapi sekarang urusannya jadi lain karena sudah menyangkut persoalan upaya penyeludupan.

Ari Askhara sendiri pernah mengungkapkan kepada media kalau dirinya bercita-cita memiliki mobil Mercy. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2017. Total kekayaan Ari Askhara mencapai Rp 29 miliar. Beberapa di antara aset tersebut berupa mobil Mitsubishi Pajero Sport JEEP keluaran tahun 2012, Mazda 6, dan Lexus Minibus.

Ari Askhara adalah alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1994. Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi UGM, ia kemudian bergabung dengan Bank Ekspor Impor Indonesia, atau yang saat ini dikenal dengan nama Bank Mandiri. Selain itu, Ari juga merupakan alumni pendidikan Pascasarjana (S2) Administrasi Bisnis jurusan International Finance di Universitas Indonesia (UI) tahun 2001.

GA 3Pengiriman pertama A330-900 neo Garuda Indonesia (Foto: F LANCELOT)

Pria yang lahir di Jakarta tanggal 13 Oktober 1971 ini pernah menjadi Direktur Keuangan Operator Pelabuhan Pelindo III pada tahun 2014 selama tujuh bulan, kemudian menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia hingga tahun 2016. Pada bulan Mei 2017 jabatannya sebagai Dirut Pelindo III.

Fans band asal Amerika, Linkin Park, ini sebelumnya sempat menjadi perbincangan media pada pertengahan bulan Juli 2019 lalu, di mana pada saat itu, salah satu YouTuber Indonesia, Rius Vernandes, mendapat panggilan dari pihak kepolisian karena mem-posting kartu menu kelas bisnis Garuda Indonesia melalui insta story miliknya. Namun, setelah melalui berbagai proses, laporan tersebut akhirnya dicabut. [] 

Berita terkait
Pecat Dirut Garuda, Erick Thohir Tak Butuh Keminter
Menteri BUMN Erick Thohir sebelum memecat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, mengatakan dirinya tidak butuh orang keminter. Apa artinya?
Kemewahan Brompton yang Bikin Dirut Garuda Dipecat
Ditjen Bea Cukai menemukan onderdil Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton ilegal dalam pesawat Garuda yang berisi para petinggi Garuda.
Kunjungi KPK, Dirut PT Garuda Bantah Bahas Kasus Emirsyah
Direktur Umum Garuda Indonesia Pahala N Mansury membantah kedatangannya ke gedung KPK dengan maksud membahas kasus korupsi Emirsyah Satar.
0
Buron, KPK Minta Bantuan Interpol Buru Harun Masiku
Ketua KPK Firli Bahuri mengaku telah menandatangani surat permintaan bantuan kepada Sekretariat National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia.