UNTUK INDONESIA
Arab Tuduh Iran Penyebar Virus Corona
Iran harus bertanggungjawab atas peningkatan jumlah kasus virus corona COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia.
Ilustrasi (Foto: en.trend.az)

Riyadh - Arab Saudi menyatakan, Iran harus bertanggungjawab atas peningkatan jumlah kasus virus corona jenis COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia. Sebuah sumber resmi menuduh Iran melakukan "tindakan tidak bertanggungjawab" karena mengizinkan warga Saudi masuk ke negara itu tanpa membubuhkan paspor mereka ketika merebaknya wabah.

Kerajaan ingin memastikan keselamatan semua warga negara yang telah mengunjungi Iran dengan memberikan mereka kesempatan untuk tidak mendapatkan sanksi apa pun," kata sumber pejabat itu.  Kata pejabat itu lagi," Kerajaan bertekad untuk melindungi keluarga mereka yang telah melakukan perjalanan ke tempat-tempat di mana terjadi wabah COVID-19."

Seperti diberitakan dari Arab News, Jumat, 6 Maret 2020, pejabat Iran mengkonfirmasikan ada 107 orang yang meninggal dunia karena virus corona. Namun kalangan ahli independen menyebutkan jumlah korban bisa jadi lebih banyak lagi karena rezim menutup-nutupi angka sebenarnya.

Lima orang di Arab Saudi didiagnosis terkena infeksi virus corona. Tiga orang yang terinfeksi terkonfirmasi baru pulang dari Iran dari Bahrain. Sedangkan kasus keempat, baru pulang dari Iran melalui Kuwait dan menginfeksi istrinya.

Corona di Arab SaudiSeorang jamaah berpose untuk sebuah gambar di depan Ka\'bah, Masjidil Haram, pada pelaksanaan umrah. Pemerintah Arab menunda pelaksaan umrah sepanjang 2020 akibat dampak virus corona. (Foto AP|Amr Nabil|Channel News Asia).

Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Kasus Virus Corona Pertama

"Peristiwa ini bisa menjadi bukti bahwa Iran harus bertanggungjawab atas peningkatan infeksi COVID-19 di Arab Saudi dan di seluruh dunia," katanya.   Kata sumber itu lagi,"Perilaku ini menimbulkan ancaman kesehatan masyarakat yang serius bagi komunitas internasional dan melemahkan upaya internasional untuk memerangi virus, serta menempatkan banyak komunitas di seluruh dunia dalam risiko."

Sumber itu mendesak semua warga Saudi yang telah kembali dari Iran dalam beberapa pekan terakhir untuk segera menghubungi Kementerian Kesehatan dengan menelpon 937. Sementara mereka yang masih di Iran harus melaporkan perjalanan mereka ke negara itu saat kembali pulang. "Jika mereka melaporkan perjalanan ke Iran dalam waktu 48 jam, maka tidak akan terkena sanksi "Hukum Dokumen Perjalanan", katanya. 

Baca Juga: Beda Arab Saudi dan Indonesia Menghadapi Corona

Sumber itu menambahkan, Kerajaan ingin memastikan keselamatan semua warga negara yang telah mengunjungi Iran dengan memberikan kesempatan mereka bisa terlepas dari sanksi hukum. "Kerajaan juga akan melindungi keluarga mereka yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara yang telah terserang wabah," ucapnya.

Namun ke depan, tidak boleh ada lagi warga negara yang melakukan perjalanan ke Iran dengan alasan apa pun. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada mereka yang masih membandel pergi ke Iran. Sumber itu meminta pihak berwenang Iran untuk mengungkapkan identitas warga negera Saudi yang melakukan perjalanan ilegal ke negara itu sejak 1 Februari. Pemerintah Iran bertanggungjawab penuh atas semua warga Saudi yang tidak melaporkan perjalanan mereka dan telah terinfeksi selama tinggal di Iran.[]


Berita terkait
Tangkal Corona Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangguhkan pemberian visa umrah dan visa wisata dari negara wabah virus corona untuk tangkal virus corona
Virus Corona, Warga Arab Daftar Jadi Relawan Wuhan
Sejumlah warga dari negara-negara Arab ramai-ramai ingin mendaftar sebagai tenaga sukarelawan di Wuhan, China, yang dikenal awal virus corona
Virus Corona Sudah Masuk Arab Saudi?
Sebuah unggahan di akun Twitter yang menyebut virus corona sudah masuk ke Arab Saudi. Menteri Kesehatan Arab Saudi mengumumkan hal tersebut.
0
Kabar Baik, 15 Pasien Corona di Gowa Sembuh
Kabar baik datang dari Gowa Sulawesi Selatan, dimana 15 pasien positif virus Corona dinyatakan sembuh.