UNTUK INDONESIA
Antre Wudu Duha Berujung Luka Siswa MI di Sleman
Sekolah membantah ada perundungan. Kejadiannya hanya becanda saat korban antri ambil air wudu untuk salat Duha.
Kepala sekolah korban, Muh Afif Fudin saat ditemui wartawan di sekolahnya, Jumat, 21 Februari 2020 (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Sleman - Seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Sleman, berinisial SAGH, 7 tahun, warga Mrican, Sleman, Yogyakarta diduga menjadi korban perundungan di sekolahnya. Dia mengalami luka memar di bagian perutnya sampai terinfeksi. Namun pihak sekolah membantah ada perundungan.

"Mengenai informasi itu, kami tegaskan tidak ada penganiayan. Kalau bayangan kami, penganiayaan itu korban dipojokkan, dipukuli. Tapi itu tidak ada," kata kepala sekolah korban, Muh Afif Fudin saat ditemui wartawan di sekolahnya, Jumat, 21 Februari 2020.

Dia menjamin tidak ada penganiayaan di sekolahnya, apalagi menimpa korban yang masih duduk di kelas I. Namun pihaknya membenarkan bahwa korban terlibat bercandaan dengan siswa lain saat akan berwudu untuk menunaikan salat Dhuha.

"Yang ada kejadiannya waktu mau salat Duha. Korban antri wudu entah sengaja dipukul atau tidak sengaja terpukul karena namanya anak-anak suka bercanda," katanya.

Afif mengatakan, kejadian itu mengakibatkan SAGH mengaku sakit pada bagian perutnya. "Perutnya sakit, tapi kami belum menelusuri lebih lanjut karena dia (SAGH) tidak bisa memberikan keterangan secara jelas," ujarnya.

Dua hari setelah kejadian, pihak sekolah sudah meminta keterangan korban. Salah satunya memintanya untuk menunjukan siapa pelaku yang dimaksud. Namun tidak juga mendapatkan hasil. Malah salah satu siswa yang diduga menjadi pelaku, tidak mengakuinya sampai menangis.

Korban antri wudu entah sengaja dipukul atau tidak sengaja terpukul karena namanya anak-anak suka bercanda.

Afif mengatakan selain tidak menemukan pelaku, sekolah membantah adanya perundungan. Alasannya setiap aktivitas siswa selalu dalam pantauan guru di sekolah. Termasuk saat melaksanakan wudu itu.

Pihak sekolah tidak memberi penjelasan kapan tepatnya peristiwa itu terjadi. Namun Afif menyebut dua minggu setelah kejadian, korban memang sudah tidak masuk sekolah seperti biasanya.

Di sisi lain, pihak sekolah juga berterus terang telat mengetahui kondisi korban sampai harus menjalani operasi perut. "Setelah kami tahu korban masuk rumah sakit, pihak sekolah langsung berkunjung menjenguk korban," katanya.

Pihak sekolah juga berharap masalah ini tidak menyeretnya di bawa sampai ke jalur hukum. Masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. "Ke depannya kami sudah menyusun rencana Sabtu besok (hari ini) ketemu keluarga korban lagi. Kami akan menyampaikan tanggung jawab. Sebagai sekolah Kami siap biaya perawatan di tanggung sekolah kalau itu yang diinginkan," ucapnya.

Berdasarkan informasi akun @mummy_Nduty yang memposting kejadian tersebut mengatakan akibat dugaan perundungan itu kondisi anak mengalami luka parah di bagian usus akibat memar dari hantaman pelaku.

Orang tua korban terlambat mengetahui kondisi anaknya, perut anak ini diduga sudah bernanah akibat infeksi. Sementara itu, korban sendiri baru menceritakan kejadian yang menimpanya ( dipukul kakak kelasnya) satu minggu setelah kejadian.

Menurut pengakuannya, sejak kejadian itu kondisi kesehatan korban turun drastis. Badannya panas setiap hari rata-rata 39 derajat celcius, korban susah tidur dan ketakutan. 

Hal itu juga mempengaruhi berat badannya dalam dua mingguan turun dari 28 kilogram menjadi 21 kilogram. "Sejak kejadian pemukulan anak sudah tidak mau sekolah lagi," ucapnya saat dihubungi pada Jumat, 21 Februari 2020.

Humas RS Kristen Bethesda Yogyakarta Adhiyatno PriambodoHumas RS Kristen Bethesda Yogyakarta Adhiyatno Priambodo (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Jumat, 21 Februari 2020. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Humas Rumah Sakit Kristen Bethesda Jalan Kotabaru, Kota Yogyakarta Adhiyatno Priambodo mengakui ada pasien dari salah satu MI di Sleman yang sedang menjalani perawatan medis. "Fakta yang kami ketahui memang ada anak kelas 1 SD (MI) posisinya ada di rumah sakit ini," katanya.

Mengenai penyakitnya apa, Adhiyantno belum bisa memberitahukan kepada awak media. Dia hanya mengatakan pasien menjalani operasi di bagian perut. Pasien tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit sebelumnya. Pasien dirawat sejak tanggal Kamis 13 Februari 2020.

"Masuk lewat IGD (Instalasi Gawat Darurat) rawat inap tapi sebelumnya pasien dioperasi kemudian sampai saat ini masih mondok di kamar anak-anak," ucapnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Siswa MI Usus Bernanah Korban Perundungan di Sleman
Siswa MI kelas 1 di Sleman diduga menjadi korban perundungan kakak kelasnya. Diduga dipukul di bagian perut hingga ususnya bernanah dan infeksi.
Muhammadiyah Buka Suara Perundungan Siswi Purworejo
Muhammadiyah akhirnya buka suara atas kasus perundungan siswi SMP di Purworejo. Ormas Islam ini menyampaikan keprihatinannya.
Arti Perundungan, Empat Jenis Perundungan Anak
Apa itu perundungan dan bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini arti perundungan dan empat jenis perundungan anak.
0
Pria Bawa Golok Resahkan Warga Bantaeng
Seorang pria di Bantaeng nekat keliling kampung dengan membawa sebuah golok. Ini penyebabnya.