UNTUK INDONESIA
Anggota DPRD Sumut Minta Gubsu Selektif Lelang Jabatan
Meminta agar gubernur selektif terhadap calon eselon II yang sudah mengikuti seleksi, namun tidak memenuhi syarat.
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sumut, Zainuddin Purba. (Foto: Tagar/Jufri Pangaribuan)

Binjai - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kembali membuka lelang jabatan setingkat eselon II untuk mengisi jabatan Asisten, Kepala Badan, Kepala Dinas hingga Direktur Rumah Sakit.

Melihat hal itu Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sumut, Zainuddin Purba meminta agar Gubernur Edy Rahmayadi lebih selektif, dalam pemilihan pemimpin sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

"Saya meminta agar gubernur selektif terhadap calon eselon II yang sudah mengikuti seleksi, namun tidak memenuhi syarat. Sebaiknya pada tahap seleksi ulang para calon yang telah gugur tidak diperbolehkankan ikut kembali," kata Zainuddin di Binjai, Minggu 6 Oktober 2019.

Ketua DPD Golkar Kota Binjai itu menyebutkan, bahwa lelang jabatan eselon II sesuatu hal yang serius. Maka harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Saya butuh orang yang bisa mengawaki jabatan

Dia menambahkan apabila gubernur dan Pemprovsu tidak berani mencoret nama peserta lelang yang tidak memenuhi ekspektasi gubernur tapi kembali mendaftar peserta lelang, maka dia akan mengagendakan hal tersebut untuk dibahas di DPRD Sumatera Utara.

"Kita akan kaji ulang SOP lelang jabatan tersebut di DPRD Sumut, karena jika hal ini tidak ditetapkan, saya menilai lelang jabatan ini sudah berunsur tidak benar," beber mantan Ketua DPRD Binjai tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyebutkan, kembali membuka lelang jabatan pada sembilan OPD, karena belum mendapati sosok pejabat yang layak memikul eselon II.

"Saya butuh orang yang bisa mengawaki jabatan," kata Edy, Jumat 4 Oktober 2019 usai pelantikan pejabat eselon III di Aula kantor Gubernur.

Adapun jabatan eselon II di sembilan OPD yang diseleksi ulang adalah, Asisten Pemerintahan; Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan; Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Kemudian, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika; Kepala Dinas Kehutanan; Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem.[]

Berita terkait
Mobil Dinas Gubsu Rp 3 Miliar, Tak Sepengetahuan DPRD?
Rurita Ningrum mengkritik keberadaan mobil dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, yang harganya mencapai miliaran rupiah.
Gubsu Dukung Mahasiswa Adukan 2 Kadis Diduga Korupsi
Edy Rahmayadi mengaku mendukung masyarakat yang melaporkan dua kepala dinasnya.
Gubsu: Bukan Mau Membuat Wisata Halal, Itu Salah!
Edy mengatakan bahwa tidak ada rencana untuk membuat wisata halal di Danau Toba.
0
Dokter Makar Asal Sumbar Divonis Setahun Penjara
Dokter hewan terduga makar asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, divonis satu tahun penjara.