Sibolga - Menjelang Pilkada serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sibolga, Sumatra Utara, telah menyusun draf rancangan anggaran, dengan usulan dana pemilu sebesar Rp 14 miliar.

Dana Pilkada 2020 yang diusulkan untuk kebutuhan pemilu wali kota dan wakil wali kota, lebih besar dari anggaran Pilkada 2015 lalu, atau meningkat sekitar Rp 4 miliar.

Komisioner KPU Sibolga, Salmon Tambunan mengatakan, draf rancangan anggaran pemilu sudah diserahkan KPU ke pemerintah Kota Sibolga.

“Kita sudah mengusulkan anggaran Rp 14 miliar. Draf anggaran tentu masih ada kemungkinan perbaikan,” ucap Salmon, Kamis 11 Juli 2019.

Menurutnya, kenaikan nominal anggaran Pilkada 2020 disebabkan karena bertambahnya harga kebutuhan logistik di bandingkan Pilkada 2015 lalu.

“Kita tidak bisa samakan lagi harga pengadaan kertas suara lima tahun lalu dengan saat ini. Ada peningkatan harga sekitar 20 persen,” kata Salmon.

Lanjutnya, usulan anggaran Rp 14 miliar telah di estimasi oleh KPU untuk enam pasangan calon wali kota yang akan berkompetisi di Pilkada Sibolga 2020 nanti.

“Kalau di lihat dari perolehan kursi pada Pileg kemarin, dimungkinkan ada empat paslon yang bisa di usung. Sementara dari calon perseorangan bisa dua paslon. Jadi diasumsikan enam paslon. Anggaran ini sudah kita estimasikan untuk enam paslon,” ucapnya.

Dia berharap Pemkot Sibolga dapat menyetujui usulan dari KPU terkait penambahan dana pemilu 2020 sebanyak 20%.

“Mudah-mudahan Pemkot Sibolga dapat menyetujui usulan kita ini, dan harapan kita naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) sudah dapat ditandatangani pada Oktober tahun ini,” tuturnya. []

Artikel lainnya: