UNTUK INDONESIA
Angelius Wake Kako Anggota DPD Sederhana Asal NTT
Angelius Wake Kako, Senator muda asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi orang tuanya dengan busana sarung dan alas kaki sendal jepit.
Angelius Wake Kako didampingi orang tua dengan sendal jepit. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Angelius Wake Kako, Senator muda asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencuri perhatian publik saat pelantikan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ia didampingi orang tuanya dengan busana sarung dan alas kaki sendal jepit.

Nama Angelius masih samar di telinga masyarakat Indonesia. Namun, saat berbicara soal masalah radikalisme dan kesenjangan sosial, ia menjadi satu sosok paling terdepan.

Saat pelantikan DPD pada Selasa, 1 Oktober 2019, ia tiba-tiba menjadi sorotan puluhan pasang mata di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Angelius Wake Kako belajar memperjuangkan cita-cita melampaui segala keterbatasan sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Saat pelantikan anggota DPD RI periode 2019-2024, keluarga kerabat yang hadir mengenakan busana yang serba glamour dan mewah. Ia justru sebaliknya. Kedua orang tuanya tampil sangat sederhana, dibaluti busana kebaya dengan bawahan sarung asli asal Flores.

Meski kedua orang tuanya hadir dengan apa adanya, pria kelahiran 22 Januari 1990 itu dengan percaya diri. Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) itu bangga atas kehadiran orang tuanya.

Angelius lahir dari keluarga yang sederhana. Segala keterbatasan dan kesederhaan harus dilalui di masa kecilnya.

Pantauan Tagar dari laman Genial.id, ia belajar memperjuangkan cita-cita melampaui segala keterbatasan sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mulai dari penjaja koran hingga menjadi kondektur angkutan umum telah dilakukan demi menyambung hidup.

Namun, di sisa waktunya bekerja, ia juga menyempatkan diri untuk bergabung dalam organisasi. Berkat kemampuannya yang baik, pria 29 tahun ini terpilih menjadi Ketua Presidum Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) cabang Ende periode 2016-2018.

Namanya mulai tercium kehadapan publik, saat melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab pada tahun 2016 silam.

Baginya, tidak boleh ada kelompok di Indonesia yang seenaknya menjatuhkan, menghina dan merendahkan apa yang menjadi keyakinan kelompok lain, sekecil apapun kelompok tersebut.

Kemudian, pada 2017 lalu, Angelius Wake Kako juga diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta tepatnya pada Selasa, 22 Agustus 2017. Dalam pertemuan tersebut membicarakan soal radikalisme dan kesenjangan sosial.

Menurutnya, PMKRI secara organisatoris mendukung Perpu No 2 Tahun 2017 sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Melihat sepak terjangnya serta usahanya menjadi orang ternama tidak sia-sia. Kini, ia terpilih menjadi salah seorang anggota DPD RI asal NTT yang berhasil menduduki bangku di Senayan.

Ia sukses melenggang ke Senayan dengan perolehan suara 69.085 di Kabupaten Ende, Flores, NTT pada pemilu bulan April 2019 lalu.

Menjadi anggota DPD RI, Angelius Wako Kako akan menjadi jembatan untuk pembangunan merata di semua daerah, khususnya di NTT.

"Tentunya, bagaimana kita mendorong agar kepentingan daerah itu benar-benar terakomodir. DPD harus mampu membawa negara benar-benar hadir di daerah melalui pembangunan yang merata di semua daerah," ujar Angelo pada Rabu 15 Mei 2019.

Menurutnya, jika Batam bisa didorong dengan segitiga SIJORI (Singapura, Johor dan Riau), kenapa NTT tidak didorong juga dengan fokus pada pengembangan pariwisata dan perhubungan.

Sebab, letaknya yang strategis antara Australia dan Timor Leste serta negara-negara pasifik. Menurut dia, kini saat pemerintah pusat memberikan perhatian jalur perhubungan baru antara barat dan Timur Indonesia.[]

Berita terkait
Profil Ade Irawan dan Empat Bintang Film G30S/PKI
Dari sepuluh ribu pemain dan figuran yang terlibat, berikut profil Ade Irawan dan empat bintang utama film G30S/PKI.
Profil Yasonna Hamonangan Laoly
Yasonna Hamonangan Laoly lahir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 27 Mei 1953. Dia memulai kariernya sebagai pengacara.
Profil Steve Jobs, Pendiri Apple
Steve Jobs adalah seorang pendiri Apple. Selain itu ia juga memimpin sejumlah perusahaan berbasis teknologi lainnya.
0
Satu Remaja Tewas Setelah Jembatan Roboh
Seorang gadis berusia 15 tahun tewas dan sejumlah orang lainnya dikabarkan hilang setelah sebuah jembatan ambruk.