UNTUK INDONESIA

Aneh, Idris Dinyatakan Sembuh Setelah Debat Publik

Idris yang belum lama ini diberitakan berhalangan mengikuti debat publik kemudian dinyatakan sembuh beberapa hari kemudian, tepatnya usai debat.
Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris (Foto:Tagar/facebook Idrisimam2020)

Jakarta - Serentetan kondisi aneh kian menjadi perhatian jelang pesta demokrasi pemilihan Wali Kota Depok 2020. Terlebih saat salah satu calon dinyatakan positif covid. Ialah Idris yang belum lama ini diberitakan berhalangan mengikuti debat publik kemudian dinyatakan sembuh beberapa hari kemudian, tepatnya saat waktu debat publik berlalu.

Sebelumnya dikabarkan calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris dinyatakan positif terinfeksi covid-19 atau virus corona usai menjalani tes swab PCR pada 25 November 2020 melalui petugas kesehatan RSUD Depok. 

Berita tersebut disebarluaskan beberapa hari menjelang debat publik putaran kedua yang berlangsung pada Senin malam, 30 November 2020. 

Idris yang dinyatakan positif Covid-19 diberitakan sempat soan ke kediaman Rizieq Sihab di Petamburan, Jakarta, pada Jumat 13 November 2020. Itu berarti sekitar 12 hari sebelum dia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Sehubungan dengan pelaksanaan debat ke-2 itu, KPU berencana melakukannya secara virtual bagi yang positif covid dan bagi yang tidak terkonfirmasi positif agar langsung datang ke studio. Hal ini dilakukan demi prinsip keadilan bagi semua peserta.

Nana Shobarna menjelaskan, bahwa kejadian seperti ini dimana calonnya terkonfirmasi positif covid tidak hanya terjadi di Depok. Tetapi, juga sudah terjadi di beberapa wilayah lainnya.

"kejadian seperti ini tidak hanya baru terjadi di kota depok tetapi calon yang terkonfirmasi positif covid itu sudah ada beberapa daerah yang demikian. Misalnya terakhir di Kabupaten Indramayu, sebelumnya di pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah, jadi ini bukan hal baru buat kita," jelasnya.

Namun, sehari jelang pelaksanaan debat, surat edaran mengenai kondisi Mohammad Idris tersebar. Akibat kondisinya Idris tidak diperbolehkan untuk mengikuti sesi Debat Terbuka.

"Berdasarkan hasil SWAB PCR covid-19, pada tanggal 29 November 2020 yang masih positif dan kondisi tekanan darah yang belum stabil, sehingga kami Tim DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien) Covid-19 RSUD Kota Depok, berkesimpulan untuk saat ini belum mengijinkan Bapak DR. KH. Mohammad Idris, MA untuk mengikuti kegiatan debat kandidat Pilkada Kota Depok ke-2 via zoom/daring," bunyi surat edaran yang ditandatangani atas nama Tim DPJP RSUD Kota Depok beserta Direktur RSUD Kota Depok. 

Kemudian, hari ini, 3 November 2020, tepatnya 3 hari setelah debat publik putaran kedua berlalu, Idris dikabarkan sembuh. Hal itu diketahui melalui laman facebook @Idrisimam2020 dan sebuah pesan siaran yang beredar di beberapa grup WhatsApp warga depok, berbunyi: 

"Ucapan terima kasih buat warga Depok semuanya, terkhusus grup FWC. Alhamdulillah Wali Kota Depok KH. Mohammad Idris, MA sudah selesai Isolasi Mandiri di RSUD dinyatakan negatif, dan sudah berada bersama keluarga tercintanya. Insyallah beliau akan melanjutkan kegiatannya kembali". 

Pernyataan tersebut kembali menuai riak, sebagian orang mempertanyakan lama masa karantina mandiri yang dijalani Muhammad Idris. Namun, sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi pihak terkait mengenai hal tersebut. [] 

Baca juga:


Berita terkait
Ketemu Rizieq, Anies - M Idris Positif C-19, Satgas Diminta Tracking
Ferdinand Hutahaean menduga Anies Baswedan dan Mohammad Idris terkonfirmasi Covid-19 usai melakukan pertemuan dengan Petinggi FPI Rizieq Shihab.
Dibatasi Idris, Pradi: Kebijakan di Depok ke Arah Tak Tepat
Pradi Supriatna saat menjadi Wawakot Depok bersama Mohammad Idris tak hanya kewenangan dibatasi, menurutnya kebijakan dibuat ke arah tak tepat.
Tanpa Idris, Imam Baca Naskah Sendiri pada Debat Publik
Mohammad Idris - Imam Budi Hartono tidak tampil berdampingan, akibatnya Imam terlihat membaca naskah sendiri pada debat publik putaran kedua.
0
Aneh, Idris Dinyatakan Sembuh Setelah Debat Publik
Idris yang belum lama ini diberitakan berhalangan mengikuti debat publik kemudian dinyatakan sembuh beberapa hari kemudian, tepatnya usai debat.