Amerika Serikat Segera Dapat Persetujuan Vaksin Virus Corona

Setelah lebih dari 15,3 juta wargaAS terpapar virus corona, AS akan segera mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin virus corona
Keranjang belanja kecil berisi botol berlabel "COVID-19-Vaksin Virus Corona" dan jarum suntik medis terlihat di depan bendera AS, 29 November 2020 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta - Setelah lebih dari 15,3 juta orang terpapar virus corona di Amerika Serikat (AS), kini AS di ambang mendapatkan vaksin virus corona (Covid-19) yang aman dan efektif. Dikabarkan AS akan segera mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin virus corona.

Suatu panel khusus Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dijadwalkan bertemu hari Kamis, 10 Desember 2020, pagi waktu setempat, untuk mempertimbangkan apakah akan memberi otorisasi penggunaan darurat bagi vaksin baru yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi raksasa berbasis di AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech.

Jika Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologis Terkait merekomendasikan otorisasi darurat sesuai yang diperkirakan, FDA kemungkinan besar akan memberi persetujuan akhir sedini hari Jumat atau Sabtu. Pemerintah federal akan segera mengirim 6,4 juta dosis vaksin ke berbagai penjuru AS, dengan petugas layanan kesehatan garis depan yang mendapat prioritas utama bagi vaksinasi pertama.

Militer AS juga akan memprioritaskan petugas layanan kesehatannya untuk alokasi awal vaksin Pfizer/BioNTech, yang akan tersedia sedikit di bawah 44 ribu dosis. Seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada wartawan hari Rabu bahwa militer akan memulai imunisasi “dalam satu atau dua hari” setelah FDA menyetujui otorisasi penggunaan darurat. Vaksinasi ini akan bersifat sukarela pada mulanya, tetapi dapat menjadi wajib jika vaksin ini telah berlisensi penuh.

Pertemuan hari Kamis ini diselenggarakan sehari setelah AS mencatat lebih dari 3.000 kematian akibat Covid-19 dalam satu hari untuk pertama kalinya dalam pandemi selama hampir setahun ini.

Vaksin Pfizer/BioNTech menjadi yang terdepan dalam upaya global untuk mengembangkan vaksin melawan virus corona yang menyebabkan Covid-19. Inggris menjadi negara Barat pertama yang memulai imunisasi massal pada hari Selasa, hanya beberapa hari setelah badan regulator kesehatan pemerintah menyetujui vaksin itu (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Musim Liburan Amerika Serikat Kasus Virus Corona Bertambah
Infeksi virus corona di seluruh AS terus meningkat sementara negara itu memasuki musim liburan dimana pertemuan keluarga dan teman
Tiga Mantan Presiden Amerika Serikat Vaksinasi Virus Corona
Tiga mantan Presiden AS yaitu George W. Bush, Bill Clinton dan Barack Obama mengatakan mereka bersedia divaksinasi virus corona secara terbuka
100 Hari Joe Biden Vaksinasi 100 Juta Warga Amerika Serikat
Presiden AS terpilih, Joe Biden, menetapkan target 100 juta vaksinasi virus corona (Covid-19) dalam 100 hari pertama dia menjabat sebagai presiden
0
Satgas Minta Pemda di Jawa Berkerja Sama Tangani Covid-19
Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah beserta masyarakat di Pulau Jawa bekerja sama menangani lonjakan Covid-19 di Tanah Air.