100 Hari Joe Biden Vaksinasi 100 Juta Warga Amerika Serikat

Presiden AS terpilih, Joe Biden, menetapkan target 100 juta vaksinasi virus corona (Covid-19) dalam 100 hari pertama dia menjabat sebagai presiden
Joe Biden memperkenalkan tim kesehatan barunya di Delaware pada hari Selasa, 8 Desember 2020 (Foto: bbc.com/indonesia-Reuters)

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden, menetapkan target 100 juta vaksinasi virus corona (Covid-19) dalam 100 hari pertama dia menjabat sebagai presiden setelah dilantik tanggal 20 Januari 2021.

Biden menjanjikan hal itu saat memperkenalkan tim kesehatannya pada Selasa, 8 Desember 2020. Ia juga mendesak orang Amerika untuk "memakai masker selama 100 hari".

Di hari yang sama, regulator AS mengkonfirmasi vaksin buatan Pfizer/BioNTech 95% efektif, membuka jalan untuk disetujui bagi penggunaan darurat.

Sementara itu Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memastikan warga Amerika Serikat mendapatkan prioritas menerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan di negara tersebut.

Belum diketahui bagaimana keputusan ini diterapkan, karena perusahaan farmasi sudah menandatangani perjanjian menyediakan vaksin untuk negara-negara lain.

Trump mengatakan, ia berharap pihak berwenang akan menyetujui penggunaan vaksin dalam beberapa hari ke depan. Ia juga mengatakan, badan-badan pemerintah siap untuk membagikan vaksin secara massal.

seorang perempuanSeorang perempuan memakai masker dan penutup di Beverly Hills, California, AS, 20 November 2020 (Foto: bbc.com/indonesia-Reuters)

AS telah mencatat lebih dari 15 juta kasus Covid-19 dan 285.000 kematian sejauh ini, menurut penelitian Universitas Johns Hopkins. Angka-angka itu merupakan tertinggi di dunia.

Banyak negara bagian mengalami puncak infeksi dan mencatatkan rekor jumlah orang dirawat di rumah sakit.

Beberapa ahli menyalahkan perjalanan jutaan warga selama liburan Thanksgiving baru-baru ini.

1. Apa yang Dikatakan Biden?

Presiden terpilih Joe Biden menghadiri konferensi pers di Delaware pada Selasa (08/12), di mana ia memperkenalkan Jaksa Agung California, Xavier Becerra, sebagai nominasi untuk menteri kesehatan dan Rochelle Walensky sebagai kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Dia menyatakan hari-hari pertamanya adalah "100 hari kita bisa mengubah haluan penyakit dan mengubah hidup di Amerika menjadi lebih baik".

Akan tetapi, dia memperingatkan bahwa penanganan virus corona bisa menjadi "lambat dan terhambat" jika Kongres tidak menyelesaikan pembahasan tentang dana bantuan dan segera menyetujui dana bantuan tersebut. Di sisi lain, membuka kembali sekolah bagi anak-anak akan menjadi prioritas, katanya.

Biden memberikan sedikit rincian tentang bagaimana program vaksinasi terbesar dalam sejarah AS akan dilakukan.

Sepekan sebelumnya, ia mengeluh bahwa dirinya tidak diberi tahu rencana pemberian vaksinasi oleh pemerintahan Trump.

biden pakarBiden memilih pakar penyakit menular Dr Anthony Fauci sebagai kepala penasihat medis Covid-19 (Foto: bbc.com/indonesia-Reuters)

Di antara tim kesehatan Biden, adalah Dr Anthony Fauci, sebagai kepala penasihat medis Covid-19.

Pakar penyakit menular itu juga menjadi penasihat tim Trump - dan sering kali menyalahkan pandangan Trump terkait Covid-19.

2. Apa yang Terjadi di Gedung Putih?

Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk memastikan bahwa orang Amerika mendapat prioritas pertama dalam menerima vaksin - sebuah langkah yang tampaknya mengikuti kebijakan America First yang sudah lama berlaku.

Trump mengatakan: "Setiap orang Amerika yang menginginkan vaksin akan bisa mendapatkan vaksin dan kami pikir pada musim semi kami akan berada dalam posisi, yang tidak akan dipercaya oleh siapa pun beberapa bulan yang lalu."

Pemerintahan Trump berharap untuk melakukan vaksinasi sebanyak 24 juta orang pada pertengahan Januari 2021.

papanPapan iklan di luar markas Pfizer di New York, AS (Foto: bbc.com/indonesia-Reuters)

Akan tetapi, belum diketahui bagaimana perintah eksekutif ini diterapkan, karena perusahaan farmasi sudah menandatangani perjanjian menyediakan vaksin untuk negara-negara lain.

Pemerintahan Trump memang mendaftar untuk 100 juta dosis awal vaksin Pfizer/BioNTech, tetapi seorang pejabat Pfizer mengatakan kesempatan untuk membeli vaksin lebih banyak ditolak beberapa kali oleh administrasi Trump dan lebih dari 100 juta vaksin mungkin tidak tersedia hingga Juni 2021.

Adapun, Inggris pada hari Selasa, 8 Desember 2020, telah memulai pemberian vaksin pertama di dunia.

3. Apa yang Terbaru Tentang Vaksinasi di AS?

Regulator AS pada hari Selasa mengkonfirmasi vaksin buatan Pfizer/BioNTech 95% efektif, membuka jalan untuk disetujui untuk penggunaan darurat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) tidak menemukan masalah keamanan untuk menghentikan persetujuan vaksin dan bertemu pada hari Kamis (10/12) untuk membuat keputusan resmi.

Meskipun dua dosis diperlukan untuk memberikan perlindungan penuh, suntikan pertama mencegah 89% kasus yang paling parah.

Beberapa efek samping seperti kemerahan atau bengkak di tempat suntikan, kelelahan jangka pendek, sakit kepala dan nyeri otot dilaporkan tetapi dianggap ringan.

Sementara, perusahaan bioteknologi AS, Moderna, telah melaporkan keberhasilan serupa dengan vaksinnya dan juga diharapkan mendapatkan persetujuan FDA sebelum Natal (bbc.com/indonesia). []

Berita terkait
Joe Biden Pilih Menteri Kesehatan Keturunan Amerika Latin
Presiden AS terpilih, Joe Biden, telah mencalonkan Jaksa Agung California, Xavier Becerra, sebagai menteri kesehatan di kabinetnya
Joe Biden: Harus Ada Panglima Lawan Pandemi Virus Corona
Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan bahwa upaya melawan pandemi virus corona seperti pergi perang harus ada panglimanya
Presiden Terpilih Joe Biden Bentuk Tim Tanggap Virus Corona
Kalangan pakar di AS melihat perubahan tajam dalam strategi mengatasi pandemi virus corona dengan terpilihnya, Joe Biden, sebagai Presiden AS
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan