Amerika Akan Umumkan Hasil Kajian Intelijen Tentang Covid-19

Biden sebut AS akan mengumumkan hasil penelitian mendalam oleh badan-badan intelijennya tentang asal-usul pandemi virus corona (Covid-19)
Presiden AS, Joe Biden (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan hasil penelitian mendalam oleh badan-badan intelijennya tentang asal-usul pandemi virus corona (Covid-19) yang telah menewaskan jutaan orang di seluruh dunia.

Sebelum menaiki pesawat kepresidenan 'Air Force One' untuk mengunjungi Cleveland, Ohio, pada hari Kamis, 27 Mei 2021, Presiden AS, Joe Biden, mengatakan kepada para wartawan bahwa dia akan mengumumkan temuan tinjauan 90 hari itu kepada publik, “Kecuali ada sesuatu yang tidak saya sadari.”

Biden memerintahkan dilakukannya peninjauan baru pada Rabu, 26 Mei 2021, di tengah-tengah meningkatnya spekulasi bahwa Covid-19 mungkin telah bocor dari laboratorium China, dan Gedung Putih berjanji untuk menyediakan sumber daya tambahan, termasuk dari laboratorium-laboratorium nasional di Amerika.

laboratorium penelitian virus di Kota WuhanChina menepis adanya keterkaitan antara Covid-19 dan laboratorium penelitian virus di Kota Wuhan (Foto: bbc.com/indonesia – Reuters)

Badan-badan terkemuka intelijen AS mengatakan tahun lalu bahwa informasi mereka mendukung “konsensus ilmiah yang luas bahwa virus Covid-19 bukanlah buatan manusia atau hasil rekayasa genetika” tetapi mereka akan “terus memeriksa dengan cermat informasi dan intelijen yang muncul” untuk menentukan apakah wabah tersebut dimulai setelah virus ditularkan ke manusia dari hewan atau sebagai akibat dari kecelakaan laboratorium.

Dalam pernyataan baru hari Kamis, 27 Mei 2021, Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) mengatakan badan-badan intelijen AS masih berusaha menjawab pertanyaan seputar asal-usul virus corona.

salah satu penelitiSalah satu peneliti ahli WHO, Peter Ben Embarek, menunjukkan grafik hasil penelitian asal usul virus corona di Wuhan, China, 9 Februari 2021 (Foto: dw.com/id)

Pernyataan tersebut menegaskan pernyataan Presiden Biden bahwa dua dari tiga badan intelijen utama itu lebih condong ke salah satu skenario, tetapi ketiganya hanya memiliki “selang kepercayaan yang rendah atau sedang” dalam penilaian mereka.

Para pejabat AS telah menekankan selama berbulan-bulan bahwa kurangnya kerja sama dari pemerintah China menghalangi upaya dari luar untuk mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul virus corona yang telah menewaskan sedikitnya 3,5 juta orang di seluruh dunia, termasuk hampir 600.000 di Amerika Serikat (lt/jm)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Biden Kerahkan Intelijen AS Usut Asal Muasal Virus Corona
Presiden Biden kerahkan badan-badan intelijen AS untuk mengusut asal-usul virus corona, tapi mengapa baru sekarang?
Menkes Amerika Serukan WHO Selidiki Asal Muasal Covid-19
Menkes AS serukan PBB (WHO) lakukan penyelidikan kedua yang transparan terhadap asal muasal virus corona yang menyebkan Covid-19
China Kecam Upaya AS Usut Asal Muasal Virus Corona
China mengecam upaya pemerintah AS untuk investigasi apakah virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Negara Tirai Bambu itu
0
Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris Merauke Jaringan JAD
Densus 88 Kembali mengamankan 1 orang terduga teroris di Merauke, Papua sehingga total 11 Orang diamankan terkait Jaringan Ansharut Daulah (JAD).