Biden Kerahkan Intelijen AS Usut Asal Muasal Virus Corona

Presiden Biden kerahkan badan-badan intelijen AS untuk mengusut asal-usul virus corona, tapi mengapa baru sekarang?
Presiden AS, Joe Biden, meminta badan-badan intelijen melaporkan investigasi dalam waktu 90 hari mengenai asal-usul virus corona (Covid-19) (Foto: bbc.com/indonesia – EPA)

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengerahkan badan-badan intelijen untuk melakukan ivestigasi kemunculan Covid-19 di tengah pro dan kontra mengenai asal-usul virus corona. Dalam sebuah pernyataan, Presiden Biden meminta kelompok intelijen AS untuk "Melipatgandakan upaya mereka" dan melaporkan hasil investigasi itu dalam 90 hari.

Covid-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, China, pada akhir 2019. Sejak virus menyebar ke seluruh dunia hingga saat ini sudah terdapat 168 juta kasus dan sedikitnya 3,5 juta kasus kematian yang dilaporkan.

Pihak berwenang di China mengaitkan kasus Covid-19 pertama kali dengan pasar ikan di Wuhan, sementara para peneliti meyakini virus pertama kali menjakiti manusia dari hewan.

Petugas WHOPetugas WHO saat tiba di bandara Wuhan, China. (Tagar/AP/Ng Han Guan)

Namun, sepekulasi makin meluas dari laporan media di AS yang menyebutkan bahwa virus berasal dari kebocoran laboratorium di China. Namun, tuduhan ini dibantah keras oleh Beijing.

1. Kenapa Baru Sekarang?

Dalam sebuah pernyataan Gedung Putih yang disiarkan pada Rabu, 26 Mei 2021, waktu setempat, Presiden Biden mengatakan dia telah meminta laporan mengenai asal-usul Covid-19 sejak pertama kali duduk di kursi presiden, "Termasuk apakah virus muncul dari hewan ke manusia atau dari kebocoran laboratorium".

Saat menerima laporan pertama bulan ini, dia meminta "tindak lanjut tambahan". "Sampai hari ini, badan-badan intelijen AS telah menggabungkan dua kemungkinan skenario, akan tetapi belum bisa menarik kesimpulan pasti," kata Biden.

seorang bayiSeorang bayi di tengah pasar ayam hidup di Wuhan, 2006, di tengah wabah virus flu burung, H5N1 (Foto: dw.com/id)

Presiden saat ini meminta badan-badan intelijen untuk "melipatgandakan upaya mereka untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk membawanya lebih dekat pada kesimpulan yang pasti," dan melaporkannya kepada Biden dalam waktu 90 hari ke depan. Dia meminta agar Kongres harus "sepenuhnya mengetahui" mengenai investigasi ini.

Dia menyimpulkan dengan mengatakan AS akan "terus bekerja dengan para sekutu yang memiliki pemikiran yang sama di seluruh dunia untuk menekan agar China terlibat dalam investigasi internasional yang berbasis bukti, transparan, dan untuk memberikan akses terhadap semua data dan bukti yang relevan terhadap penyelidikan."

2. Apakah Covid Berasal dari Laboratorium?

Pada Maret 2021, Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) mengeluarkan sebuah laporan yang ditulis bersama dengan ilmuan China mengenai asal usul Covid-19. Laporan ini menyebutkan penyebaran virus corona "sangat tidak mungkin" berawal dari laboratorium. WHO mengakui bahwa diperlukan adanya penelitian lebih lanjut.

Akan tetapi kecurigaan tetap ada, dan laporan terbaru yang dikaitkan dengan sumber intelijen AS menyatakan tiga anggota dari Institut Virologi Wuhan dirawat di rumah sakit pada November 2019. Peristiwa ini terjadi beberapa minggu sebelum China mengakui kasus pertama Covid-19 yang muncul di masyarakat.

Dr Anthony Fauci, kepala penasihat Presiden Biden untuk isu kesehatan, menyatakan bahwa ia meyakini virus tersebut ditularkan dari hewan ke manusia, meskipun belakangan ini dia tak lagi yakin Covid-19 telah berkembang secara alami.

peter benPeter Ben Embarek dan tim investigasi WHO tentang sumber virus corona baru dan pihak China, dalam konferensi pers bersama di Wuhan, 9 Februari 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Pernyataan Biden ini muncul sehari setelah Menteri Kesehatan AS, Xavier Becerra, mendesak WHO untuk memastikan investigasi yang "transparan" mengenai asal-usul virus.

"Pandemi Covid-19 bukan hanya merenggut kehidupan kita selama setahun, tapi juga merenggut jutaan nyawa," kata Becerra dalam pidatonya di Majelis Kesehatan Dunia, sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh WHO.

"Fase 2 penelitian asal-usul Covid harus diluncurkan dengan syarat dan ketentuan yang transparan, berbasis-sains, dan memberikan kebebasan para ahli internasional secara independen menilai sumber virus, dan awal penyebarannya."

Tuduhan mengenai kebocoran laboratorium yang dikenal dengan teori konspirasi murahan secara luas telah ditolak tahun lalu, setelah Presiden Donald Trump mengatakan Covid-19 berasal dari Institut Virologi Wuhan. Banyak media AS menggambarkan klaim tersebut sebagai keliru atau salah.

Pada Selasa, 25 Mei 2021, Trump berusaha untuk meraih kembali kepercayaan publik terhadap dirinya melalui sebuah pernyataan yang dikirimkan ke New York Post. "Bagi saya, sudah sangat jelas dari awal. Tapi saya terus dihujani kritik, seperti biasa," katanya. "Sekarang mereka semua mengatakan: 'Dia memang benar'". (bbc.com/indonesia). []

Berita terkait
Tidak Ada Bukti Vuris Corona di Wuhan Sebelum Desember 2019
Ketua tim pakar internasional yang menginvestigasi asal-usul virus corona di China tak hat ada bukti penyakit itu sebelum ditemukan di Wuhan
WHO Gagal Temukan Hewan Sumber Virus Corona di Wuhan
Penyidik WHO dan China belum berhasil menemukan hewan yang pertama kali menularkan virus corona kepada manusia
Menkes Amerika Serukan WHO Selidiki Asal Muasal Covid-19
Menkes AS serukan PBB (WHO) lakukan penyelidikan kedua yang transparan terhadap asal muasal virus corona yang menyebkan Covid-19
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.