Semarang (Tagar 11/1/2019) - Persaudaraan Alumni 212 Solo Raya siap memutihkan Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) lewat gelaran tablig akbar. Panitia kegiatan sudah mengajukan izin ke polisi namun masih dalam proses kajian.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja tidak menampik ada rencana kegiatan tersebut. Namun, soal perizinan diminta menghubungi kepolisian Surakarta, lantaran pengajuan disampaikan ke kepolisian setempat.

"Langsung sana (hubungi) Polresta Surakarta mas," tutur Agus Triatmaja kepada Tagar News lewat pesan WhatsApp, Jumat (11/1).

Sementara kepada Tagar News, Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menyampaikan perizinan tengah dikoordinasikan dengan Polda Jateng, utamanya menyangkut tamu undangan yang akan dihadirkan Persaudaraan Alumni 212 Solo Raya.

"Rekomendasi (izin) kegiatan belum turun dari polda karena dari tokoh yang diundang ada yang datang dr luar Solo, itu harus dari dari polda," terang dia.

Sembari menunggu rekomendasi perizinan dari Semarang, Andy Rifai memastikan pihaknya siap memberi pengamanan maksimal untuk masyarakat Solo. Ada atau tidak ada kegiatan tablig akbar, kepolisian Surakarta selalu dalam posisi ready demi keamanan Solo dan sekitarnya.

"Kami selalu siap, semoga Solo selalu aman dan kondusif," ujar dia.

Terkait dengan kegiatan tablig akbar kalau bukan untuk kampanye, seperti disampaikan Bawaslu Jateng, Andy Rifai menyarankan agar lokasi dipindahkan ke tempat lain. 

"Kalau itu kegiatan murni tablig, sebaiknya di masjid, jangan di jalan umum sehingga mengganggu masyarakat lain," himbau Andy.

Terlebih tablig akbar alumni 212 rencananya digelar di kawasan Gladak, di bilangan Jalan Slamet Riyadi, Solo. Di jalan protokol tersebut ada kawasan yang masuk ke dalam kategori white area.

"Kawasan white area yang tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik. Maka dari itu Bawaslu sudah memberi peringatan," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 Solo Raya akan menghelat tablig akbar di Gladak, Solo, pada Minggu (13/1) pagi. Dari surat pemberitahuan yang disampaikan panitia ke pihak terkait, acara tersebut bukan kampanye melainkan murni kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satu tujuan tablig akbar untuk memutihkan Kota Solo.

Bawaslu Jateng mewanti agar tablig akbar tidak disalahgunakan atau disusupi kegiatan berbau kampanye, mendukung atau tidak mendukung ke peserta pemilu tertentu. []