Alasan Jokowi Larang Masyarakat Mudik Lebaran

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan alasan di balik larangan mudik lebaran kepada masyarakat karena ada wabah Covid-19.
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 13 Maret 2020. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal)

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan alasan di balik larangan mudik lebaran kepada masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. 

Jokowi menyebut pemerintah sedang berupaya keras untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, masyarakat masih juga tak menghiraukan imbauan pemerintah.

Yang tidak mudik 68%. Yang tetap bersikeras mudik 24%.

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan masih banyak masyarakat yang bersikeras melakukan perjalanan mudik libur lebaran Idul Fitri saat wabah corona belum mereda. 

Oleh sebab itu dia menyatakan pemerintah perlu bertindak tegas dan memutuskan untuk melarang perjalanan mudik kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga: PSI Apresiasi Jokowi Larang Mudik Lebaran 2020

"Dari hasil kajian-kajian, pendalaman yang ada di lapangan, kemudian juga dari hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan disampaikan bahwa yang tidak mudik 68%. Yang tetap bersikeras mudik 24%," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

Kemudian, dia menjelaskan hasil survei persentase warga yang sudah melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya masing-masing. "Yang sudah mudik 7%. Artinya, masih ada angka yang sangat besar yaitu 24%," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan pelarangan mudik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta.

"Pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Jokowi.

Baca juga: Kita Mudik Lebaran 2020, Bawa Benih Virus ke Kampung

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat membuat larangan, namun berupa larangan mudik hanya pada beberapa kalangan saja, belum keseluruhan. 

Namun, melihat situasi pandemi virus corona saat ini, dia menyatakan pemerintah telah menetapkan larangan mudik bagi seluruh masyarakat. "Dari sinilah kemudian saya ingin mengambil sebuah keputusan, setelah larangan mudik bagi ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN sudah kita lakukan pada minggu yang lalu," ucap Jokowi. []

Berita terkait
Pemudik Wajib Ditolak Saat PSBB di Bandung Raya
Presiden Joko Widodo instruksikan penolakan pemudik, Pemprov Jabar bisa lebih leluasa menolak pemudik secara tegas dengan alasan darurat kesehatan
Dampak Larangan Mudik di Tengah Pandemi Covid-19
Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran tahun ini. Berikut dampak menurut pakar transportasi UGM Yogyakarta.
Jokowi Larang Mudik Lebaran 2020, Ini Skema Kemenhub
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyiapkan skema menyusul keputusan larangan mudik Lebaran 2020.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.