UNTUK INDONESIA
Akhyar Nasution Menangis Meninggalkan PDIP
Akhyar Nasution disebut merasa bersedih meninggalkan PDIP. Bahkan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan itu kabarnya sampai menangis karenanya.
Akhyar Nasution dalam satu kesempatan diabadikan saat akan mengunjungi pemukiman warga. (Foto: Tagar/Istimewa).

Medan - Akhyar Nasution disebut merasa sedih meninggalkan PDIP. Bahkan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan itu kabarnya sampai menangis karenanya.

Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain kepada Tagar ketika diwawancarai melalui sambungan selulernya Senin, 27 Juli 2020.

Menurut Herri, Akhyar sudah memutuskan meninggalkan PDIP lalu berlabuh ke Partai Demokrat, dan hal itu mereka terima karena memang sosok Akhyar adalah emas. 

"Dia mengaku sedih sekali meninggalkan partai lamanya, sampai nangis dia. Karena dia sudah 30 sampai 40 tahun bersama partai lamanya. Cuma partai lamanya tidak mengambil dia, karena dia emas makanya dia kami terima. Kami berharap agar dia benar-benar dan ikhlas bekerja setelah menajdi kader Partai Demokrat," tuturnya.

Kami melihat dari ketulusan hatinya, dia jujur dan dia ini yang layak untuk kami majukan dari Partai Demokrat

Setelah Akhyar resmi bergabung dengan Partai Demokrat, pihaknya kata Herri belum bisa memutuskan posisi sebagai apa, apakah di Kota Medan atau Sumatera Utara. 

"Nanti akan kami rapatkan. Kami welcome dengan hadirnya Akhyar," ujarnya.

Baca juga:

Menurut dia, Partai Demokrat tidak sembarangan menerima seorang kader. Harus melihat sosok dan keseriusan. Jika itu ada dalam diri calon kader maka menjadi poin penting dalam memberi pertimbangan.

"Jadi dalam hal ini, kami melakukan pengkaderan bukan sembarangan, kami lihat dulu memang melalui hati nuraninya sendiri atau tidak. Selain itu, Pak Akhyar adalah sosok yang memilki itu, dia bertekad ingin membesarkan partai," ungkapnya.

Pengakuan Herri, Partai Demokrat memiliki banyak kader. Namun karena sosok Akhyar cocok, sehingga partainya kemudian menerimanya untuk tujuan positif.

"Sebenarnya banyak kader kami dan tidak kekurangan kader, tapi karena kami lihat dia layak dan dia tidak diterima oleh partai lamanya. Kalau datang emas, masa kami buang, dia kami sebut emas karena betul-betul ingin membangun daerah," terangnya.

Akhyar kata dia, sudah menimbang lama untuk bergabung dengan Partai Demokrat dan partai besutan SBY ini pun melihat sosoknya sebagai orang yang profesional, pekerja keras, dan pengalaman.

"Kami melihat dari ketulusan hatinya, dia jujur dan dia ini yang layak untuk kami majukan dari Partai Demokrat. Jadi kami yakin mengusung Akhyar di Pilkada Kota Medan sebagai calon wali kota," tandasnya.

Partai Demokrat memiliki empat kursi keterwakilan di DPRD Kota Medan. Sedangkan syarat untuk menjadi calon wali kota dalam Pilkada 2020 di Kota Medan harus mengantongi minimal sepuluh kursi. Partai ini disebut akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera yang memiliki tujuh kursi.[]

Berita terkait
PDIP Korbankan Akhyar Demi Sosok Bobby Nasution
Pengamat politik UMSU menyebut merapatnya petahana Pilkada Medan ke Demokrat kerugian bagi PDIP. Akhyar merupaka sebagai kader terbaik PDIP.
Djarot Singgung Akhyar Merapat ke Partai Demokrat
Djarot Saiful Hidayat menyinggung Akhyar Nasution menyebrang ke Partai Demokrat tanpa pamit. PDIP memastikan tak mengusung Akhyar di Pilkada Medan.
Kasus Korupsi MTQ di Kota Medan, PDIP Tak Pilih Akhyar
PDIP Provinsi Sumatera Utara menegaskan tidak akan mencalonkan Akhyar Nasution menjadi Calon Kepala Daerah. Ini alasannya
0
Hutan Bakau Lubuk Kertang di Langkat Dirusak 104 Pabrik Arang
Kelompok Tani dan Nelayan Lestari Mangrove di Langkat, Sumatera Utara, meminta petugas kepolisian menangkap pelaku pencurian kayu bakau.