Jakarta, (Tagar 31/1/2019) - "Tegas saja saya bilang, Ahmad Dhani itu adalah Gusdurian yang durhaka, yang mengkhianati perjuangan Gus Dur," ucap politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli, lewat video yang ia unggah di kanal berbagi video YouTube miliknya, pada Rabu (30/1) kemarin.

"Karena, kalau kita lihat tingkah laku Ahmad Dhani belakangan ini, itu bertentangan dengan apa yang diperjuangkan oleh Gus Dur. Sekarang Ahmad Dhani juga berkoalisi dengan kelompok-kelompok garis keras, yang sebelumnya itu menyerang Gus Dur, FPI lah saya sebut," imbuh Gun Romli

Penegasan Gun Romli, yang juga salah satu anggota Tim Pemenangan Nasional pasangan capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin tadi, seketika mengingatkan kembali sejarah perseteruan Ahmad Dhani Prasetyo, pentolan kelompok musik Dewa 19 itu dengan Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), pada tahun 2005 silam.

Bermula dari peluncuran album musik Dewa 19, yang berjudul "Laskar Cinta" (2004). Logo band Dewa 19 yang tersemat dalam cover album tersebut diperkarakan FPI karena bentuknya menyerupai kaligrafi nama Allah. FPI menilai tidak pantas dan dianggap memain-mainkan simbol agama.

Rizieq Shihab juga melaporkan band yang saat itu digawangi Ahmad Dhani (keyboard, vokal), Once (vokal), Andra (gitar), Yuke (bass) dan Tyo Nugros (drum) itu, dengan tuduhan penistaan agama. Dhani dan kawan-kawan, terekam menginjak-injak karpet merah dengan logo yang mirip kaligrafi Allah tadi, dalam sebuah program musik di salah satu stasiun televisi swasta.

Meski akhirnya berujung damai, drama perseteruan antara Ahmad Dhani dan FPI sempat berlangsung panas. Tuduhan FPI ditanggapi keras oleh Ahmad Dhani, Mantan suami Maia Estianti itu kemudian meminta perlindungan Banser dan NU. Dhani diterima baik oleh Gus Dur saat itu.

***

Di mata Gus Dur, persoalan tersebut hanyalah masalah kecil dan teknis. Demi membela Dhani, Gus Dur meminta  Rizieq dan FPI supaya tidak lagi mempersoalkan masalah itu. Mendengar itu, Rizieq justru semakin keras memperkarakan Ahmad Dhani. Rizieq bahkan sempat menyebut Gus Dur hanyalah seorang buta, yang tidak sanggup memahami permasalahan.

Masalah tersebut kemudian berakhir damai, setelah Ahmad Dhani sepakat merevisi logo band Dewa 19.  Ahmad Dhani juga terbebas dari jeratan hukum yang semula mengancamnya. Meski begitu, perang dingin antara FPI dan Banser masih berlangsung hingga beberapa waktu.

Belakangan, Ahmad Dhani malah terpantau dekat dengan FPI. Pada tahun 2016, pria berkepala plontos itu bahkan berada dalam satu barisan dengan FPI, menuntut hukuman terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang dianggap telah menistakan agama Islam, atas pernyataan soal Al Maidah Ayat 51.

Dalam aksi besar-besaran tanggal 4 November 2016, Imam Besar FPI Rizieq Shihab bahkan berbagi panggung untuk berorasi dari atas truk pengeras suara. Dhani yang semula berseberangan, seolah mampu mengambil hati massa FPI, di antara ribuan massa lain yang hadir.

Puncaknya, pada pertengahan tahun 2018, saat akan menghadiri acara deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya, Dhani didemo sekumpulan orang. Mereka menolak kehadiran Ahmad Dhani di kota kelahirannya sendiri. Lewat sebuah video, ayah dari Al, El dan Dul itu kemudian menyebut sekumpulan orang yang menolaknya itu sebagai orang “idiot”. Dalam video itu, juga ada seorang pria berambut gondrong bernama Ferry Irawan, eks-anggota Front Pembela Islam (FPI) yang mengatakan, Banser idiot.

***

Pernyataan Dhani berbuntut panjang. GP Ansor Jawa Timur mengancam akan memperkarakan Dhani. Kasatkornas Banser Pusat, Alfa Isnaeni Alfa juga menyebut, pihaknya telah memerintahkan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang difasilitasi kantor pusat untuk bertindak.

"Kata-kata diksi idiot itu bentuk pencemaran nama baik. Makanya, nanti biar LBH Ansor yang bergerak," tegas Alfa, di Surabaya, Senin (27/8/2018).

Menyikapi ancaman tuntutan itu, Ahmad Dhani menegaskan dirinya tidak merasa menyebut 'Banser Idiot'.

"Saya tidak mengatakan Banser idiot. Saya nggak ngomong, lihat saja di video saya tidak ngomong," kata Ahmad Dhani kepada wartawan di Resto Hotel Elmi Surabaya, Jalan Panglima Sudirman, Minggu (26/8/2018).

Dalam video tersebut, Ahmad Dhani memang menyebut kata idiot, namun kata tersebut tidak ditujukan kepada Banser, melainkan kepada pendemo secara umum. Orang yang menyebut “Banser Idiot” adalah orang yang berada di sampingnya.

"Kan kita tahu, bagaimana dulu Ahmad Dhani nangis-nangis datang ke Gus Dur minta perlindungan. Nangis-nangis ke Banser minta perlindungan. Kok sekarang bersama orang yang mengatakan Banser itu Idiot? Itu kan durhaka sekali," ujar Gun Romli, masih dalam video yang sama. []