10 Kutipan Inspiratif RA Kartini untuk Milenial

Banyak pesan abadi RA Kartini yang bisa dijadikan renungan dan motivasi untuk menjalani hidup, khususnya bagi para milenial. Berikut 10 kutipannya.
R.A Kartini (foto: suaramuslim.net).

Jakarta - Tepat hari ini, Selasa, 21 April 2020, masyarakat Indonesia memperingati hari kelahiran salah satu tokoh emansipasi wanita Raden Ajeng Kartini.

Semasa hidupnya, perempuan kelahiran Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 ini aktif berjuang meningkatkan status sosial dan memajukan perempuan Indonesia, salah satunya melalui tulisan.

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

Lewat surat-surat yang pernah ditulis kepada teman-temannya di Eropa, serta artikel-artikelnya dalam majalah wanita De Hollandsche Lelie, Kartini banyak membahas masalah-masalah sosial dan emansipasi wanita. Hal tersebut dilakukan demi menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Baca juga: Deretan Kartini Muda Indonesia di Bidang Teknologi

Dalam tulisan-tulisannya, banyak pesan yang bisa dijadikan renungan dan motivasi untuk menjalani hidup, khususnya bagi para milenial. Berikut Tagar rangkum 10 kutipan inspiratif dari RA Kartini:

1. "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

2. "Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?"

3. "Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamu lah yang membiarkannya datang."

4. "Teruslah bermimipi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi. Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup? Kehidupan yang sebenarnya kejam."

5. "Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang."

Baca juga: Sri Mulyani: Di Rumah Seperti Kartini dalam Pingitan

6. "Sepanjang pengetahuan kami, agama yang paling sakral dan indah adalah kasih sayang. Dan agar bisa hidup sesuai dengan aturan yang luhur tersebut, apakah seseorang harus menjadi seorang Kristen terlebih dahulu? Orang-orang yang beragama Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, dan bahkan orang kafir sekalipun pada dasarnya bisa hidup dengan mengandalkan kasih sayang yang murni."

7. "Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti."

8. "Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang. Tak ada alasan baginya untuk mencari seorang yang lebih baik darimu."

9. "Namun, saat ini, kami tidak sedang mencari penghiburan kepada manusia. Namun, kami percaya dan berpegang teguh pada tangan-Nya. Setelah itu, hari yang gelap gulita akan kembali menjadi terang, dan badai ini akan menjadi angin yang sejuk yang bertiup lembut."

10. "Tak ada awan di langit yang kekal untuk selamanya. Tidak mungkin hari akan selalu cerah. Setelah malam yang gelap, pagi hadir membawa keindahan. Begitu juga dengan kehidupan manusia, sama dengan alam". []

Berita terkait
Pandemi Covid-19 Ujian Bagi Kartini di Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku ujian besar bagi kaum perempuan di saat pandemi Covid-19 perannya sangat bermanfaat.
Deretan Sosok Kartini di Kancah Film Indonesia
Pengamat film Hikmat Darmawan, menyebut sederet nama sineas perempuan yang layak disebut sebagai sosok Kartini dalam kancah perfilman nasional.
Nenek Meninggal di Parkiran RSUD Kartini Jepara
Pasien di Jepara meninggal dunia di area parkir RSUD Kartini hanya karena tak kebagian tempat tidur.
0
Permintaan Risma Kepada ASN Kemensos di Hari Lahir Pancasila
Mensos minta semua teman-teman di lingkungan Kemensos menegakkan integritas. Bayangkan bila kita salah mengetik angka bisa merugikan negara.