Jakarta, (Tagar 14/7/2018) - Prestasi fenomenal yang diraih oleh Lalu Muhammad Zohri menjadi perhatian banyak pihak termasuk Presiden Jokowi. Atas prestasi tersebut atlet yatim piatu ini banyak mendapatkan berkah bonus baik berupa uang maupun yang lain.

Terkait dengan banyaknya bonus serta prestasi yang diraih saat ini, Zohri mengaku sangat bersyukur. Dirinya juga akan terus berlatih dan berdoa karena apa yang diraih saat ini merupakan buah kerja keras dan bimbingan pelatih.

"Semoga saya tetap menjadi Zohri yang Insya Allah tidak sombong. Setelah ini saya akan terus latihan, latihan dan berdoa," kata Lalu Muhammad Zohri dalam telewicara dengan Menpora Imam Nahrawi di Media Center Kemenpora Jakarta, Jumat (13/7), dilansir Antara.

Lalu Muhammad Zohri mengukir prestasi mengesankan pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, 10-15 Juli 2018. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut merebut emas pada nomor bergengsi lari 100 meter putra.

Pada babak final, Zohri finish pertama dengan catatan waktu 10,18 detik. Dia mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22). Sementara urutan ketiga ditempati oleh pelari Afirka Selatan, Thembo Monareng dengan 10,23 detik.

Euforia menyambut kemenangan Zohri sangat terasa di kampungnya. Rumah Zohri di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mendadak ramai dikunjungi warga dan tamu dari berbagai kalangan yang datang untuk melihat kondisi rumahnya.

Para tamu juga memberikan ucapan selamat dan bantuan kepada pihak keluarga atas prestasi yang telah diraih Lalu Muhammad Zohri, kata Kepala Dusun (Kadus) Karang Pansor Soni Hadi.

Soni Hadi menuturkan, sejak kabar Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia Atletik, banyak tamu yang datang mengucapkan selamat dan menemui keluarga Lalu Muhammad Zohri. Mulai dari masyarakat umum, pihak swasta, pejabat instansi pemerintah daerah dan pusat, Bupati, Camat, Kepala Desa, personel TNI dan kepolisian.

"Mereka datang dari pagi sampai malam hari, " katanya.

"Jadi ada perhatian kepada keluarga, apalagi Lalu Muhammad Zohri memang orang yang tidak punya secara ekonomi dan kedua orangtuanya sudah meninggal dunia," lanjut Soni.

Di lingkungan tinggal Lalu Muhammad Zohri, diakui Kadus, warga sekitar merasa bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan terhadap Lalu Muhammad Zohri dan keluarga.

"Bagi kami dan warga di kampung, kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Meskipun pada awal-awal sebelum Lalu Muhammad Zohri jadi juara dunia ada sejumlah prestasi yang ditorehkan, seperti pernah menjadi jadi juara Asia, dan kejuaraan lainnya" terangnya.

Baiq Fazilah (29), kakak kandung Zohri, mengaku bersyukur sekaligus terkejut dengan banyaknya kunjungan tersebut. Bahkan, pihak keluarga tidak mengingat siapa saja yang sudah hadir mengucapkan selamat atas keberhasilan Lalu Muhammad Zohri. 

Termasuk, jumlah bantuan yang akan diberikan baik dalam bentuk rencana renovasi rumah, bantuan dana, pekerjaan dan lainnya.

"Kami keluarga bersyukur atas pethatian yang diberikan kepada Zohri dan kami tidak menyangka bisa seperti ini," katanya.

Soni Hadi mengaku pihaknya bersama warga sekitar akan menyiapkan sambutan khusus berupa arak-arakan keliling kampung terhadap Lalu Muhammad Zohri jika nanti kembali ke tanah kelahirannya.

"Hasil rembuk kami dengan warga dan teman-temannya Lalu Muhammad Zohri semasa kecil akan menyiapkan arak-arakan keliling kampung," terang Soni.

Menurutnya, sambutan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kesyukuran terhadap prestasi yang diraih Lalu Muhammad Zohri, karena telah membanggakan warga dan kampungnya.

"Sejak Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia, kampung kami semakin dikenal banyak orang," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, rencana arak-arakan tersebut akan dilakukan jika Lalu Muhammad Zohri sudah kembali ke rumahnya.

"Kalau kabar Zohri sampai hari ini kami belum tahu. Tapi begitu dia kembali kami langsung siapkan sambutan," ucapnya.

Lalu Muhammad ZohriSejumlah anak-anak melihat medali milik pelari Lalu Muhammad Zohri di rumahnya di Dusun Karang Pangsor, Pemenang Barat, Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat (13/7/201). Sejak tersiarnya kabar terkait kemenangan Lalu Muhammad Zohri sebagai peraih medali emas lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, kediamannya ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan untuk melihat dari dekat keadaan keluarga sekaligus memberikan bantuan untuk Zohri. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

Zohri Siap Menghadap Presiden

Di Palembang, Sumsel, Jumat (13/7) Presiden Joko Widodo menjelaskan kemenangan yang diraih oleh Lalu Muhammad Zohri dapat menambah semangat para atlet Tanah Air untuk meraih emas dalam ajang Asian Games 2018.

"Ini menjadi modal kita untuk lebih semangat lagi meraih tambahan emas di lari 100 meter," kata Presiden usai menyerahkan sertifikat untuk rakyat di Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumsel.

Presiden mengatakan dirinya beserta seluruh masyarakat Indonesia bangga akan prestasi yang berhasil diraih Zohri.

Atas prestasi tersebut, Presiden mengapresiasi Zohri dengan membangun rumah tinggalnya di Lombok.

"Pagi tadi saya perintahkan ke Menteri PU. Itu sebagai ungkapan rasa bangga seluruh rakyat Indonesia. Jadi tadi pagi telah saya perintah untuk membangun rumahnya Zohri," ujar Presiden.

Selain itu, Presiden juga berencana untuk mengundang Zohri ke istana kepresidenan.
Zohri menjadi atlet Indonesia pertama yang memenangkan medali kejuaraan Dunia Atletik U-20.

Dia memecahkan rekor nasional junior dengan waktu 10.18 detik, melewati rekor sebelumnya yang dicatatkan oleh Zohri sendiri pada Asian Games Invitation Tournament pada Februari 2018 dengan waktu 10.25 detik.

Lalu Muhammad Zohri antuasias menyambut undangan Presiden Joko Widodo.

"Mau banget, Pak, ketemu orang besar (presiden)," kata Lalu Muhammad Zohri dalam telewicara dengan Menpora Imam Nahrawi di Media Center Kemenpora Jakarta, Jumat.

Setelah dipastikan menjadi juara dunia U-20, atlet asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat ini memang masih berada di Finlandia. Sesuai dengan rencana, Zohri baru akan kembali ke Tanah Air, Selasa (17/7). Penyambutan khusus juga akan dilakukan.

Prestasi fenomenal yang diraih oleh Zohri memang menjadi perhatian banyak pihak termasuk Presiden Jokowi. Atas prestasi tersebut atlet yatim piatu ini banyak mendapatkan berkah bonus baik berupa uang maupun yang lain. Kemenpora sendiri mengganjar bonus Rp 250 juta.

Dengan banyaknya apresiasi, menpora berharap Zohri tetap membumi dan hasil kejuaraan dunia dijadikan motivasi untuk meraih hasil terbaik pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September nanti.

"Pemerintah akan memberikan bonus sama dengan juara dunia yang lain. Semoga bonus ini tidak menghentikan semangat Lalu pada Asian Games nanti," kata Menpora Imam Nahrawi menambahkan.

Pada Asian Games 2018, Lalu Muhammad Zohri akan turun dibeberapa nomor yang salah satunya estafet 4x100 meter. Dengan prestasi di kejuaraan dunia tidak menutup kemungkinan turun di 100 meter.

Terkait dengan banyaknya bonus serta prestasi yang diraih saat ini, Zohri mengaku sangat bersyukur. Dirinya juga akan terus berlatih dan berdoa karena apa yang diraih saat ini merupakan buah kerja keras dan bimbingan pelatih.

"Semoga saya tetap menjadi Zohri yang Insya Alloh tidak sombong. Setelah ini saya akan terus latihan, latihan dan berdoa," kata pria yang membukukan catatan waktu di kejuaraan dunia 10,18 detik itu.

Lalu Muhammad ZohriPelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya seusai berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018). (Foto: Antara/Reuters/Lehtikuva)

Bonus Rp 250 Juta

Bonus untuk juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri terus mengalir dan saat ini giliran Kemenpora yang mengguyur bonus pemuda asal Lombok sebesar Rp 250 juta.

Kepastian pemberian bonus tersebut disampaikan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis (12/7). Sebelumnya, pemerintah juga menjanjikan bonus bea siswa pendidikan bagi atlet berusia 18 tahun itu.

"Pemerintah akan memberikan bonus sama dengan juara dunia yang lain minimal Rp 250 juta. Semoga bonus ini tidak menghentikan semangat Lalu pada Asian Games nanti," kata Menpora Imam Nahrawi.

Nama Lalu Muhammad Zohri telah didaftar oleh PB PASI menjadi bagian tim atletik Indonesia pada kejuaraan empat tahunan ini. Dengan prestasi di kejuaraan dunia jelas akan menambah motivasi untuk meraij hasil terbaik di Asian Games 2018.

Namun menpora tetap menyadari jika kondisi Asian Games dengan kejuaraan dunia U-20 berbeda karena bakal diikuti atlet yang usianya lebih tinggi dibandingkan dengan Zohri dan pengalaman bertandingnya lebih.

"Lawan di Asian Games jelas berbeda. Tapi, kami berharap Lalu mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya," kata pria kelahiran Bangkalan, Madura itu.

Selain memberi bonus, Kemenpora juga berencana menyambut kedatangan sang juara dunia di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Selasa (17/7) dan bekerja sama dengan PB PASI, Kementrian Luar Negeri serta Angkasapura.

Tidak hanya itu, menpora juga berjanji akan mentraktir Zohri makan plecing dan taliwang yang merupakan makanan khas Lombok setelah sang juara dunia itu tiba di Tanah Air.

Meski baru menjadi juara dunia junior, catatan waktu yang ditorehkan Zuhri yaitu 10,18 detik sudah mendekati rekor yang bukukan sprinter Indonesia sebelumnya yaitu Suryo Agung dengan waktu 10,17 detik pada SEA Games 2009.

Renovasi Rumah

Pemerintah memastikan akan melakukan renovasi rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Betul, saya diperintahkan Presiden Jokowi semalam (12/7), untuk itu," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjawab pers di sela kunjungan Pengecekan Final Arena Pertandingan (Venue) untuk Asian Games XVIII di Jakabaring Sport City Center Palembang.

Menteri Basuki menjelaskan, pihaknya langsung menugaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Danis H Sumadilaga dan Direktur Rumah Khusus, Ditjen Penyediaan Perumahan, Chris Robert Marbun untuk berangkat ke Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Mereka berdua akan menemui keluarga dan melihat langsung kondisi rumah Zohri sebagai persiapan pelaksanaan renovasi menyeluruh atas rumah tersebut," kata Basuki.
Sementara itu, Kepala Balitbang Danis H Sumadilaga dalam keterangannya mengaku, dirinya diutus ke NTB untuk menentukan renovasi yang akan dilakukan.

Menteri Basuki dan Kepala Balitbang Danis H Sumadilaga belum merinci anggaran dan model renovasi yang akan dilakukan oleh pemerintah terhadap rumah Zohri.

Kondisi rumah Zohri memang dinilai sangat sederhana dengan dinding yang hanya terbuat dari kayu dan bambu, bahkan tidak terlihat cat yang melapisi.

Kakak Zohri, Fazilah, mengatakan rumah tersebut selalu menjadi tempat Zohri kembali ke kampung halamannya.

Dari penuturan Fazilah, keluarga sudah pernah mengajukan bantuan ke Kepala Desa, namun nama keluarga tidak pernah muncul sebagai penerima bantuan.

Zohri juga bercita-cita memperbaiki rumah di kampung halamannya jika telah mencapai kesuksesan.

Menteri Basuki sendiri sejak Kamis hingga Sabtu melakukan kunjungan kerja di Kota Palembang, Sumatera Selatan dalam rangka mendampingi Presiden Jokowi meninjau kesiapan infrastruktur Asian Games ke-18 yang akan dibuka pada 18 Agustus 2018 dan membuka Kejuaraan Perahu Naga Piala Presiden 2018.

Kejuaran itu tes agenda arena dayung yang pembangunan embungnya dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air, sedangkan pembangunan tribun venue dayung dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya.

Pemerintah secara keseluruhan membangun 14 arena dan pembenahan kawasan Jakabaring Sport City Center untuk persiapan Asian Games XVIII dengan total anggaran Rp 600-Rp 700 miliar.

Tawaran Jadi Polisi

Setelah mendapat tawaran jadi prajurit TNI, kini Zorhri mendapat tawaran jadi polisi.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Apriadi Lesmana menawarkan Lalu Muhammad Zohri menjadi anggota Polri.

"Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah menyiapkan kepada Lalu Muhammad Zohri jika mau menjadi anggota Polri," kata AKBP Apriadi Lesmana saat berada di rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Ia mengatakan, jika Lalu Muhammad Zohri, berminat menjadi anggota polisi, Polda NTB akan menyiapkan jalur khusus.

"Tapi nanti setelah Lalu Muhammad Zohri menyelesaikan SMA," ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya menjadi anggota polisi biasa, Lalu Muhammad Zohri juga bisa mengikuti tes di Akademi Kepolisian (Akpol).

"Terpenting segala persyaratannya sudah terpenuhi. Tinggal Zohri pilihannya yang mana, karena sudah banyak yang nawari juga," ucap Apriadi Lesmana.

Sebelumnya, sejumlah tawaran telah disampaikan kepada keluarga Lalu Muhammad Zohri agar peraih mendali emas 100 meter tersebut menjadi abdi negara, mulai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan menjadi anggota TNI AD.

Jadi Pegawai Negeri

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menawarkan Lalu Muhammad Zohri menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan di tempatkan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atas prestasinya pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, 10-15 Juli 2018.

"Pengangkatannya nanti melalui jalur khusus tanpa tes," kata Gubernur sekaligus Rektor IPDN Ermaya Suradinata saat berkunjung ke rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Selain menjadi ASN, menurut Ermaya, Mendagri juga menjanjikan agar Zohri bisa mengikuti seleksi praja IPDN juga melalui jalur khusus, namun setelah Zohri lulus dari SMA.

"Kami akan berikan khusus sesuai perintah Mendagri masuk IPDN. Tapi harus selesai dulu SMA," tegasnya.

Meski diangkat menjadi ASN, pihaknya tetap memberikan agar Zohri tetap menjalani profesinya sebagai atlet.

Menurutnya, bantuan yang akan diberikan kepada Zohri tersebut tidak hanya menjadi ASN dan praja IPDN, namun juga rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara akan direhab bersama-sama TNI.

"Keinginan Mendagri untuk renovasi walaupun tidak untuk Zohri. Kita akan renovasi. Yang jelas ditinggali atau tidak soal nanti Zohri dapat rumah dari tempat lain tidak ada masalah. Tapi rumah yang di tempati Zohri akan di renovasi agar bisa ditinggali keluarga," ucap Ermaya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut juga dengan perbaikan jalan menuju rumah Zohri sepanjang 200-300 meter yang akan dikerjakan antara Praja IPDN bersama personil TNI.

"Jadi semua akan kita kerjakan bersama TNI dan pemerintah daerah. Bahkan seluruh pekerjaan renovasi rumah akan disesuaikan dengan kondisi rumah. Yang jelas harus permanen (rumah) tidak kayu tapi batu bata kita akan kerjasama dengan TNI," tandas Ermaya.

Panggilan Jiwa

Hiruk-pikuk euforia menyambut kemenangan Zohri juga menggema di ruang media sosial. Seorang netizen bernama Gustaaf Kusno Prabudi membuat catatan di akun Facebook-nya dengan judul ‘Zohri’.

"Membaca atlet sprinter Lalu Zohri yang kini dibanjiri dengan tawaran masuk TNI tanpa tes, menjadi PNS tanpa tes, saya jadi teringat dengan pemain badminton Rudy Hartono. Di masa Rudy Hartono menjadi juara, dia juga dibanjiri dengan berbagai tawaran yang menggiurkan. Dia ditawari masuk Fakultas Kedokteran tanpa tes, ditawari Sekolah Pilot tanpa tes, ditawari bermain film tanpa perlu audisi dan sebagainya. Dan semuanya setelah dijalaninya berakhir dengan jeblok alias gagal total.

Apa alasannya? Karena memang itu bukan panggilan jiwanya. Panggilan jiwanya adalah di olahraga bulu tangkis itu. Karena itu, sekalipun maksud berbagai pihak adalah baik bagi olahragawan berprestasi dengan menawarkan sejumlah kemudahan, ini harus dikaji lebih dahulu keinginan si atlet.

Sebetulnya yang lebih penting sekarang adalah meningkatkan kesejahteraan para bibit-bibit olahragawan yang berbakat. Dengan kesejahteraan mereka terjamin, panggilan jiwa (passion) dalam bidang olahraga yang digelutinya akan maksimal tercapai dan akan melahirkan banyak olahragawan yang berbicara di tingkat internasional. Bukan dadakan seperti Zohri yang bahkan waktu berangkat ke Finlandia tidak dianggap bakal menjadi juara." (af)