UNTUK INDONESIA
Yoga, Pencinta Ular dari Medan
Yoga, sejak usia 10 tahun, menyayangi binatang reptilia yang tidak memiliki kaki dan memilih tubuh yang panjang.
Yoga, ketika memegang ular kesayangannya, diberi nama Juela. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Bagi orang lain, mungkin hobi pria ini sangat menakutkan. Tetapi baginya, ini justru sangat menyenangkan, bahkan telah dilakukannya sejak dia masih berusia 10 tahun.

Hobi yang dimaksud adalah memelihara hewan atau satwa yang berbahaya dan jarang dilakukan oleh orang biasa, yakni memelihara ular.

Dia adalah Yoga, 23 tahun, warga Jalan Alfaka V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Yoga, sejak usia 10 tahun, menyayangi binatang reptilia yang tidak memiliki kaki dan memilih tubuh yang panjang. Dan ternyata mencintai binatang ini, sudah dilakukan sejak turun temurun di rumahnya, mulai dari kakeknya, bapak dan turun ke dirinya.

Yoga dulunya memelihara hewan itu ketika masih kecil. Setelah hewan itu besar, dilepaskan ke habitatnya. Itu dilakukan Yoga karena dia tidak mendapatkan izin dari orang tuanya untuk memelihara hewan yang sudah besar.

Ular di kandang YogaUlar peliharaan Yoga di kandangnya. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Namun sejak delapan tahun belakangan ini, tepatnya tahun 2011, dia mulai diberikan izin oleh orang tuanya. Hingga akhirnya dia berhasil mengembangbiakkan hewan reptil yang dipeliharanya.

Salah satu jenis reptil yang berhasil diternaknya sampai berkembang biak ada ular python, dia memelihara ular python jenis reticulatus.

Bahkan ular ini sudah lima tahun dipeliharanya, hingga beratnya mencapai 70 kilogram dan panjangnya sekitar lima meter. Ular betina ini telah diberikannya suatu nama atau julukan, yaitu 'Juela'.

"Iya, Bang. Namanya Juela, itu dari telur saya pelihara, awalnya telur ular itu dikasih oleh kawan, sesama pecinta satwa, lalu telur itu saya letakkan di tempat yang panas dengan alat yang memang untuk menetaskan telur. Setelah telur itu menetas, lalu saya kasih makanan sampai sebesar ini," kata Yoga, ditemui di tempat atau di kandang satwanya, Senin 14 Oktober 2019.

Ular yang ada, dipelihara dan dirawatnya sebanyak sembilan ekor, tujuh ekor berjenis python reticulatus, satu ekor ular kobra dan satu ekor ular pucuk.

"Python jenis reticulatus ada lima ekor, ukuran hampir sama panjangnya, yaitu tiga sampai lima meter, ada juga jenis ular pucuk, yang ukurannya tidak bisa besar, ada juga jenis kobra. Semua kita masukkan dalam kandangnya," kata Yoga.

Kalau ular ini sakit, langsung saya bawa ke tempat spesialisnya

Karena semakin cintanya terhadap satwa itu, Yoga sudah paham kapan masa kawin ular itu dan berapa banyak makanan yang harus diberikan. Sebab, jika ular terlalu banyak makan, bisa menyebabkan kematian.

"Masa kawin ular itu dari bulan 12 sampai bulan 4, jadi di bulan itulah ular itu saya gabungkan antara jantan dan betina, sedangkan untuk makanan ular ini, saya ukur, satu minggu sebanyak empat kilo. Makanan utama ayam yang telah dibersihkan. Selain itu, makanan ular ini saya selingi dengan tikus putih, harga tikus putih Rp 50 ribu per ekor," ucapnya.

Piala UlarRagam piala diperoleh Yoga dalam kontes hewan di Medan, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Yoga yang dikenal dengan sebutan Iwan Reptil ini selalu memberikan ular peliharaannya ayam dalam bentuk sudah dibersihkan dan sudah dipotong atau dicincang. Sebab, itu akan membuat karakter hewan tidak liar.

"Kesehatan dan karakter ular ini harus terus dijaga, tujuannya agar jangan liar dan tetap sehat. Inilah namanya hobi, Bang. Berapa pun biaya yang habis, asal kita puas dan bangga dengan hasilnya, Bang," kata dia.

Selain itu, Yoga juga sering mengikuti kontes ular yang diselenggarakan berbagai organisasi atau klub, diantaranya animal lovers medan (ALM). Dia juga sering memperoleh piala, karena mendapatkan juara.

Kontes dalam penilaian dewan juri adalah kesehatan, motif dan karakter ular masing-masing, selain itu ada juga lomba siapa cepat menghabiskan makanan.

"Ukuran ular yang ikut dalam kontes itu tergantung kategori, tapi yang utama yaitu ular harus sehat, motif harus cantik, kalau saya secara pribadi tidak mau atau tidak ingin ular ini sakit, kalau ular ini sakit, langsung saya bawa ke tempat spesialisnya, Bang," tuturnya.

Kemudian, Yoga juga membentuk sebuah wadah atau komunitas, biasa disebut dengan Anak Muda Pecinta Alam dan Satwa (Ampas). Dalam komunitas ini, dia sebagai ketua, tidak pernah memelihara atau memperjualbelikan hewan satwa, dilindungi.

"Iya, Bang. Kita ngak mau melakukan itu, karena itu melanggar hukum, ular yang saya pelihara sangat saya perhatikan kesehatannya. Selain ular, ada juga biawak, iguana yang kita pelihara, namanya sudah hobi, Bang. Beginilah dulu, saya dilarang orang tua memelihara ular dan lainnya, tapi delapan tahun belakangan ini sudah diizinkan, Bang," ujarnya. []

Berita terkait
Ular Berkaki Ditemukan di Lokasi Karhutla Riau
Seekor ular diduga berkaki ini ditemukan di lpkasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kabupaten Indragiri, Provinsi Riau.
Foto: Hutan Terbakar, Ular Raksasa Mati Terpanggang
Beredar foto ular raksasa yang diunggah oleh akun Facebook Johan Michael Median Pasha pada Sabtu, 14 September 2019.
Enam Penyakit Ditularkan Hewan Peliharaan
Ada sejumlah penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan peliharaan, seperti Penyakit lyme.
0
4 DPD Golkar di Yogyakarta Sepakat Musdalub
Empat dari lima DPD Partai Golkar di Yogyakarta meminta DPP untuk segera menggelar Musdalub DPD I Partai Golkar DIY.