UNTUK INDONESIA
WPS Pencuri di Makassar Tarifnya Rp 600 Ribu
WPS di Makassar yang mencuri uang dan HP pelanggannya ternyata bertarif Rp 600 ribu per dua jam.
ES dan suaminya, dua tersangka pelaku pencurian bermoduskan transaksi seks di Makassar diamankan petugas Polsek Panakkukang. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - ES 22 tahun, wanita pekerja seks (WPS) yang diduga mencuri uang pelanggan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata bertarif Rp 600 ribu untuk durasi dua jam. Ia kini masih ditahan dan menjalani proses penyidikan di Polsek Panakkukang. 

Dihadapan polisi, ES menceritakan baru dua hari berada di Kota Makassar. Ia merupakan warga asal Padang, Sumatera Utara, yang baru saja menikah dengan pria asal Kabupaten Sidrap, Sulsel bernama Ihsan 22 tahun. 

Di Makassar, ia dan suami hanya bermaksud singgah sementara. Ternyata mereka kehabisan uang sehingga ES nekat menjajakan diri kepada pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.

"Saya dari rumah orang tua suami dan sudah ingin kembali ke Padang. Di Makassar ini hanya singgah saja. Tapi tiba-tiba ongkos pulang ke Padang habis, bingung bagaimana caranya bisa sampai pulang ke rumah, jadi buka MiChat, ya sudah, begitu," kata ES saat ditemui di Mapolsek Panakkukang, Selasa, 14 Januari 2020. 

Aku suruh mandi saja dia (korban), ada peluang untuk pergi, jadi aku tinggal dan kabur.

Pada saat menggunakan MiChat, ES mengaku sempat banyak minta ketemu dan berhubungan badan layaknya suami istri. Suami menyetujui hal itu, sehingga ia mengiyakan permintaan korban. Keduanya kemudian bertemu di salah satu wisma di Jalan Hertasning, Kota Makassar

"Yang chat itu banyak sampai ratusan, cuma satu orang saja yang aku ambil. Tarifnya harga itu Rp 600 ribu untuk dua jam, sama kamar itu juga," lanjutnya.

ES ke wisma diantar suaminya. Tapi sebelum bertemu korban, Ihsan mengatur siasat dan meminta agar ES tidak melakukan hubungan badan. Targetnya hanya mengambil barang milik korban dan lalu kabur begitu ada kesempatan.

"Suami menunggu di luar, suami bilang janganlah sampai main, ambil saja uangnya. Aku suruh mandi saja dia (korban), ada peluang untuk pergi, jadi aku tinggal dan kabur," jelasnya.

Lebih jauh ES menyatakan sebenarnya bukan seorang WPS. Pekerjaan sebelumnya adalah sexy dancer Classic, Jakarta. Di Classic ia ketemu Ihsan yang merupakan pelaut dan kemudian menikah.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rahman mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan terkait pencurian. Tim Resbon yang melakukan penyelidikan, berhasil mengetahui keberadaan pelaku dan dilakukan penangkapan.

"Penangkapan sempat terjadi aksi kejar-kejaran dengan pelaku. Mereka ini berupaya melarikan diri. Saat dikejar, mereka ini malah menabrak portal pelabuhan sehingga langsung kami tangkap," kata Jamal.

Mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar ini menambahkan bahwa pasangan suami istri diduga bekerja sama melakukan pencurian di salah satu kamar penginapan di Makassar. Dan mereka ini berhasil membawa kabur gadget dan uang tunai Rp 450 ribu milik korban. 

"Jadi mereka awalnya janjian ketemu di hotel. Sesampainya di dalam kamar, korban ini menyimpan handphone dan dompetnya di meja lalu ke toilet. Setelah korban masuk ke toilet, pelaku langsung beraksi mengambil barang korban lalu kabur," jelas dia. []

Hingga saat ini, ES bersama suami sirinya masih diamankan di Mapolsek Panakkukang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian, ancaman hukuman tujuh tahun penjara. []

Baca juga: 

Berita terkait
Curi Uang Pelanggan, PSK di Makassar Diamankan
Polsek Panakkukang Makassar mengamankan dua orang dengan modus atau memanfaatkan aplikasi Michat.
PSK Bongkar Jaringan Muncikari dan Narkoba di Gowa
Seorang PSK yang masih belia berusia 13 tahun membongkar jaringan muncikari dan bandar di Kabupaten Gowa.
PSK Online di Jatim Digerebek Sedang Hubungan Intim
Polda Jawa Timur mengamankan pekerja seks komersial (PSK) atau pelaku praktik prostitusi online di Kota Batu, Jawa Timur.
0
Polisi Memburu Pelaku Begal di Mamuju
Kasus pembegalan yang terjadi di Mamuju Sulawesi Barat kini sedang didalami kepolisian untuk memburu para pelaku.