Waspada Hujan Lebat & Angin Kencang di DIY 24 - 26 Februari

BMKG Yogyakarta menyebut potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang di DIY, 24-26 Februari. Warga diminta waspada.
Ilustrasi Pohon Tumbang. (Foto: Pixabay)

Yogyakarta - Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut potensi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam tiga hari ke depan, terhitung 24 - 26 Februari 2021.

Hal tersebut berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG mendeteksi adanya pusat tekanan rendah (Low Pressure Area - LPA) atau dikenal sebagai potensi bibit siklon di sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak dua hari terakhir. Kondisinya berpotensi dapat berkembang menjadi Siklon Tropis.

Baca Juga:

Keberadaan Pusat Tekanan Rendah atau potensi bibit siklon tersebut cukup signifikan berdampak pada pembentukan pola konvergensi dan belokan angin di wilayah Jawa, khususnya DIY. "Secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta Reni Kraningtyas, Selasa, 23 Februari 2021.

Selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa. Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah D.I Yogyakarta.

Secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah DIY pada tanggal 24 - 26 Februari 2021. Berikut wilayah yang berpotensi mengalami:

1. Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Kalasan, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Berbah, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Moyudan, Prambanan).

2. Kulon Progo (Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Sentolo, Pengasih, Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Kokap)

3. Kota Yogyakarta* (Umbulharjo, Kotagede, Mergangsan, Pakualaman, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, Kraton, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Tegalrejo, Jetis, Mantrijeron).

4. Bantul (Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Banguntapan, Piyungan, Imogiri, Dlingo, Pundong, Pandak, Bambanglipuro).

5. Gunungkidul* (Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Purwosari, Semanu, Tepus, Semanu, Rongkop, Karangmojo, Wonosari, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Girisubo).

Baca Juga:

Reny mengatakan, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman mengimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi. Antara lain longsor, banjir, banjir bandang di wilayah Yogyakarta dan peningkatan gelombang tinggi di perairan selatan Yogyakarta. []

Berita terkait
Angin Kencang di Magelang, 2 Bangunan Tertimpa Pohon Tumbang
Hujan deras disertai angin kencang hajar Mertoyudan, Magelang. Pohon bertumbangan dan menimpa dua bangunan milik warga.
Angin Kencang Bikin Barak Pengungsian Merapi di Sleman Rusak
Barak pengungsian Merapi di Ngemplak, Sleman, Yogyakarta dilaporkan rusak akibat angin kencang. Rumah warga di sekitar lokasi juga tertimpa pohon.
Data Kerusakan Akibat Angin Kencang di Bantul dan Sleman
Hujan deras disetai angin kencang melanda tiga daerah di DIY yakni Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta. Berikut data kerusakannya.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.