UNTUK INDONESIA
Waspada Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Lumajang
PVMBG mengingatkan kepada penambang pasir untuk waspada banjir lahar dingin Gunung Semeru karena terjadi peningkatan vulkanologi.
Lelehan lava Gunung Semeru terlihat, PVMBG pun mengimbau kepada penambang pasir di Lumajang, Jawa Timur untuk waspada terjadinya banjir lahar dingin. (Foto: Instagram tnbromotenggersemeru/Tagar)

Malang - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur tercatat mengalami peningkatan aktivitas sejak Rabu 26 Februari 2020 hingga saat ini. Catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, setiap hari kurang lebih terjadi antara 25-28 letusan di gunung tertinggi pulau Jawa itu.

Fungsional Penyelidik Bumi dan Penanggung Jawab Gunung Semeru Kristyanto mengingatkan kepada warga, khususnya bagi penambang pasir di Kabupaten Lumajang untuk waspada akan terjadinya banjir lahar dingin. Alasannya, dalam beberapa sepekan ini bisa dimungkinkan terjadi melihat hujan yang terus menerus terjadi.

Kemungkinan besar, ini karena ada kontak antara air meteorik hujan yang terus menerus terjadi dan menimbulkan kontak dengan magma.

"Dari pantaun terakhir dari kegempaan. Ada gempa-gempa yang menunjukkan getaran lahar di sungainya itu. Makanya, kita imbau, terutama para penambang pasir di sungai-sungai itu. Mewaspadai, kalau hujan secepatnya menghindar, karena kemungkinan lahar akan turun," ujarnya kepada Tagar melalui telepon, Senin 2 Maret 2020.

Kristyanto menjelaskan aktivitas kegempaan di Gunung Semeru dalam sepekan terakhir cukup terlihat dengan adanya berupa letusan, hembusan dan guguran lava.

"Kemungkinan besar, ini karena ada kontak antara air meteorik hujan yang terus menerus terjadi dan menimbulkan kontak dengan magma. Sehingga, hembusan dan guguran lava ini cukup meningkat. Ini terjadi sejak tanggal 26 kemarin," ucapnya.

Dikatakannya, untuk guguran lava meluncur sekitar 200 sampai 1.000 meter dari pusat guguran atau 750 meter dari kawah ke arah besuk bang dan besuk kembar. Secara visual gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut jelas mengalami kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Sementara ini, Kristyanto memaparkan pihaknya mencatat terjadi gempa letusan 49 kali, guguran lava 14 kali dan gempa tremor harmonik 6 kali pada Minggu 1 Maret 2020.

"Saat ini, statusnya waspada II. Namun, tidak ada penutupan. Cuma imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas sejauh 4 kilometer untuk sektor lereng selatan sampai tenggara," kata dia. []

Berita terkait
Curah Hujan Tinggi, Jalan Sultan Agung Jember Ambles
Akibat amblesnya Jalan Sultan Agung, Jember terdata 10 rumah toko (ruko) ambruk dan jaringan PDAM, PLN, serta Telkom juga terputus.
34 Rumah Warga Kediri Rusak Diterpa Puting Beliung
Selain merusak rumah warga, empat fasilitas umum rusak dan satu orang mengalami luka akibat puting beliung yang menerjang Kabupaten Kediri.
Waswas Corona, Dinkes Surabaya Gencar Sosialisasi
Dinas Kesehatan Surabaya membagikan selebaran tentang virus corona di CFD Taman Bungkul untuk memberikan pemahaman dan cara pencegahannya.
0
Alasan Bupati Rembang Tak Cabut Status KLB Covid-19
Saat ini, Kabupaten Rembang mencatatkan zero kasus Covid-19 setelah satu warga Desa Waru dinyatakan sembuh.