Warga Jepang Ajukan Petisi Online Protes Olimpiade Tokyo

Sebuah petisi online yang menyerukan agar Olimpiade Tokyo dibatalkan telah diserahkan kepada pemerintah Tokyo, Jepang
Pengacara Kenji Utsunomiya, perwakilan dari kelompok anti-Olimpiade, menunjukkan petisi online yang menyerukan agar Olimpiade Tokyo dibatalkan, dalam konferensi pers di Tokyo, Jepang (Foto: voaindonesia.com - AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta – Sebuah petisi online yang menyerukan agar Olimpiade Tokyo dibatalkan telah diserahkan kepada pemerintah Tokyo, Jepang, dengan lebih dari 350.000 tanda tangan pada Jumat, 14 Mei 2021, pagi.

Petisi tersebut diorganisir oleh Kenji Utsunomiya, seorang pengacara yang telah beberapa kali mencalonkan diri sebagai gubernur Tokyo. Petisi itu berhasil mengumpulkan sekitar 50.000 tanda tangan dalam 24 jam pertama setelah diluncurkan pada 5 Mei 2021.

Utsunomiya mengatakan para atlet menjadi korban paling merugi dalam penyelenggaraan Olimpiade ini. Situasi terkait pandemi, menurutnya, membuat pesta olahraga itu tidak mungkin dilangsungkan. Ia mengatakan, seandainya pemerintah Tokyo dan pemerintah Jepang memutuskan untuk membatalkannya lebih awal, para atlet lebih memiliki kepastian mengenai apa dan bagaimana rencana mereka.

Pengacara Kenji UtsunomiyaPengacara Kenji Utsunomiya, perwakilan dari kelompok anti-Olimpiade, memegang papan yang menunjukkan sosok petisi online saat konferensi pers setelah mengajukan petisi kepada pemerintah Tokyo yang menyerukan pembatalan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 (Foto: voaindonesia.com - AP Photo/Eugene Hoshiko)

Penyerahan petisi itu berlangsung sementara Tokyo, Osaka dan beberapa daerah lain memberlakukan kebijakan keadaan darurat terkait tingkat infeksi virus korona yang meningkat, terutama akibat varian-varian baru.

Penerapan kebijakan itu akan berakhir masa berlakunya pada 31 Mei 2021 pada daerah-daerah itu, tetapi kemungkinan akan diperluas ke prefektur-perfektur lain di Jepang.

Olimpiade Tokyo yang tertunda itu akan dibuka hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan pada tanggal 23 Juli 2021.

Warga yang menentang Olimpiade Tokyo 2020Warga yang menentang Olimpiade Tokyo 2020, bersiap untuk melancarkan aksi protes di sekitar Stadion Nasional Tokyo, Jepang, 9 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com - AP/Eugene Hoshiko)

Petisi itu juga akan dikirim ke Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, yang membatalkan perjalanan yang direncanakan ke Jepang bulan ini karena melonjaknya kasus Covid-19 di negara itu, dan ke Presiden Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons.

Meskipun 70 – 80% warga Jepang dalam jajak-jajak pendapat mengatakan mereka ingin Olimpiade dibatalkan atau ditunda, tidak ada indikasi hal ini akan terjadi.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, ketua panitia penyelenggara Tokyo, Seiko Hashimoto, dan Bach telah berulang kali mengatakan bahwa pesta olahraga itu akan berlangsung sesuai jadwal (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Jepang Larang Penonton Asing Menyaksikan Olimpiade Tokyo
Jepang putuskan penonton asing dilarang masuk ke negara itu untuk hadiri Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo musim panas ini
Pembatasan Pada Acara Estafet Obor Olimpiade Tokyo di Jepang
Penyelenggara Olimpiade Musim Panas Tokyo 2021 tetapkan pembatasan bagi penonton untuk menyaksikan acara tradisional estafet obor Olimpiade
Olimpiade Tokyo Akan Tetap Berlangsung Meski Ada Pandemi
Olimpiade Tokyo, Jepang, Yoshiro Mori, menyatakan keyakinan bahwa pesta olahraga itu akan tetap berlangsung tahun ini meskipun pandemi virus corona
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan