UNTUK INDONESIA
Warga di Pamekasan Keluhkan Kades Diduga Pungli PTSL
Dalam pengurusan PTSL, warga Pamekasan dipungut Rp400 ribu. Padahal berdasarkan aturan pengajuan PTSL hanya dikenakan Rp 150 ribu.
Warga Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, memprotes program PTSL kepada Kepala Desa setempat karena diduga pungli. (Foto: Tagar/Nurus Solehen)

Pamekasan - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Pamekasan dikeluhkan warga. Keluhan warga Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu karena adanya dugaan pemungutan liar (liar).

Salah satu warga Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Taufik mengatakan, hadirnya program PTSL seharusnya memudahkan warga mengurus sertifikat tanah. Namun yang terjadi justru jadi lahan bisnis.

"Masyarakat yang membuat sertifikasi tanah gratis itu sudah jadi. Hanya ada pihak pemohon ditarik uang di luar ketentuan. Sertifikasi tanah gratis itu mulai 2016 dan jumlah sekitar seratus bidang tanah. Sementara dugaan pungli sebesar Rp 400 ribu," kata Taufik, Kamis 5 Desember 2019.

Taufik menyampaikan, tiap bidang tanah masyarakat biasanya diminta Rp 150 ribu, namun kenyataannya masyarakat diminta Rp 400 ribu.

Masyarakat yang membuat sertifikasi tanah gratis itu sudah jadi. Hanya ada pihak pemohon ditarik uang di luar ketentuan.

"Berdasarkan aturan, biaya pengajuan program PTSL biasanya hanya dikenakan biaya Rp 150 ribu, namun masyarakat di bawah diminta Rp 400 ribu," ungkapnya.

Taufik mengancam akan melaporkan Kepala Desa (Kades) Pademawu Timur dugaan pungli pengurusan PTSL.

"Saya memberikan dua opsi kepada Kades mau mundur atau mau lanjut perkara. Kalau Kades memundurkan diri saya tidak akan melanjutkan perkara ini,"tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pademawu Timur Jumati enggan menanggapi persoalan tersebut. Ia berdalih program desa sudah berjalan sesuai prosedur.

"Saya tidak mau menjawab dengan pertanyaan itu," ucapnya. []

Baca juga:

Berita terkait
Bahas Khilafah, Naskah Ujian MAN Ternyata Copy Paste
Naskah ujian mata pelajaran Fiqih MAN Kediri yang membahas tentang khilafah ternyata sekedar copy paste.
Khofifah Minta Usut Pelaku Pencemaran Bengawan Solo
Pemprov Jatim telah mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan atas pencemaran air Sungai Bengawan Solo.
Bahas Khilafah, Kemenag Jawa Timur Tarik Soal Ujian
Soal ujian yang membahas Khilafah sempat viral di Kediri sehingga Kemenag Jatim melakukan pengecekan ke MAN di wilayah Kediri Utara.
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.