UNTUK INDONESIA
Warga Berdesakan di Acara Lumbung Pangan Jatim
Ratusan warga Surabaya mengantre sejak pukul 08.00 Wib harus berdesak-desakan di acara Lumbung Pangan Jawa Timur di JI Expo.
Warga berdesak-desakan untuk mendapatkan sembako murah di acara Lumbung Pangan Jawa Timur di JX Surabaya, Selasa, 21 April 2020. (Foto: Facebook/Tagar)

Surabaya - Anjloknya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19 atau membuat warga berburu sembako murah. Seperti halnya terjadi di Jatim Internasional (JX) Expo Jalan Ahmad Yani No 99 Surabaya.

Masyarakat harus berjubel untuk mendapatkan sembako murah dijual oleh Pemprov Jatim lewat program lumbung pangan. Padahal Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebelumnya akan menerapkan phsysical distancing dengan memberi kursi duduk untuk pembeli dengan jarak dua meter.

Tadi sempet ikut antre. Tapi setelah banyak orang saya rela di belakang sendiri bahkan menjauhi kerumunan.

Ratusan warga mengantre sejak pukul 08.00 Wib harus berdesak-desakan. Bahkan terlihat ada masyarakat membawa anak kecil di area kerumunan tersebut.

Riwayati, warga Banyu Urip Lor Surabaya mengaku datang ke JX Expo ingin mendapatkan sembako murah. Ia harus datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang karena informasi dari tetangga dan keluarganya lumbung pangan baru dibuka pukul 10.00 Wib

Namun perempuan berusia 48 tahun kaget jam 08.00 Wib sudah terjadi antre panjang. Ia khawatir terkena virus corona saat mengantre karena tidak ada phsysical distancing.

"Tadi sempet ikut antre. Tapi setelah banyak orang saya rela di belakang sendiri bahkan menjauhi kerumunan," ujarnya.

Meski jam sudah menunjukkan diangka 10.00 Wib, pintu masih belum dibuka. Masyarakat harus sabar menunggu sambil berdiri dan berdesakan. Pintu baru dibuka ketika salah satu panitia Lumbung Pangan Jatim menggunakan pengeras suara.

Ratusan warga langsung berebut menjadi urutan pertama. Warga ngotot agar dapat masuk dulu sehingga terjadi saling tuding.

"Itu kok main serobot. Antre dong," teriak salah satu warga.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan kerumunan warga sempat memadati JX International XP ini hanya salah informasi saja. Karena banyak warga mengira ada pembagian sembako gratis.

"Jadi warga sempat miskomunikasi saja, mereka mengira ada pembagian sembako gratis," kata Truno.

.Sementara itu, Truno menjelaskan, terkait adanya kerumunan warga pihaknya telah melakukan evaluasi. Kemudian juga meminta warga untuk tetap tertib dan menerapkan protap pencegahan virus corona seperti physical distancing.

"Terkait evaluasi kegiatan sudah dilakukan Pemprov Jatim dan kemudian Polda Jatim serta Polrestabes sudah lakukan tertib physical distancing, terkait hembusan pembagian sembako Gratis Polda Jatim akan lakukan penyelidikan," kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.

Sedangkan untuk tindak lanjut mengenai hal ini, Polda Jatim tetap mengimbau pada masyarakat hendak berbelanja di Lumbung Padi Jatim tetap memakai masker.

"Skema tetap pada prinsip physical distancing dan menggunakan masker, serta memberikan sosialisasi edukasi kepada masyarakat untuk patuh dan tertib serta saling mengingatkan dan bergotong royong melawan Covid-19," ujar dia.

Selain itu, Direktur Utama Panca Wira Usaha (PWU) Jatim Erlangga Satriagung membenarkan sempat ada kerumunan akibat salah informasi. Namun hal itu menurtnya tak berlangsung lama.

"Nah itu terjadi sebelum toko itu buka, tapi setelah toko buka dan kita tak lagi mereka akhirnya mau duduk di bangku yang sudah kita siapkan seperti yang sekarang terjadi," ujar Erlangga.

Erlangga mengaku, pihak panitia telah menyediakan tempar duduk sesuai dengan SOP Covid-19. Yakni dengan jarak kursi tunggu 2 meter.

"Sebenar sebenarnya mulai dari teras depan sampai dengan dalam bagi yang menunggu sudah kita siapkan kursi dengan menjaga jarak 2 M tapi karena mungkin masyarakat terlalu bersemangat mereka tidak mau duduk di kursi mereka langsung mau masuk ke dalam gedung," ucap Erlangga.

Di kesempatan yang sama, Erlangga menjelaskan warga bisa tertip apabila hendak melakukan belanja di Lumbung Pangan Jatim. Serta tak perlu panik tak kebagian sembako.

"Ini kita mengharapkan supaya sama-sama kalau ada program bagus masyarakat tak perlu panik. Karena kami telah siapkan semuanya selama 3 bulan dengan stok tak terbatas," pungkas Erlangga.

Sementara, kebijakan Pemprov Jatim menjual beberapa kebutuhan pokok masyarakat dengan nama lumbung pangan di Jatim Expo (JX) dengan dalil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan saat endemi virus corona (covid- 19) mendapat kritikan DPRD Jatim.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad menilai kegiatan ini akan mematikan pedagang kecil di perkampungan perkotaan. Mengingat pedagang kecil saat ini pendapatannya merosot saat pandemi covid saat ini.

"Kalau lumbung pangan itu dijual kepada end user, kan pemprov masa sih tega menjadi saingannya pedagang kelontong di kampung-kampung," katanya.

Sadad justru meminta agar lumbung pangan yang dilakukan BUMD itu tidak menjual langsung. Pemprov harus menggandeng pedagang kecil, dalam mendistribusikan bahan makanan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Gresik dan Lamongan.

"Kalau lumbung pangan menjual sendiri apalagi di satu titik saja sama dengan pemprov buat toko penjualan baru dan bersaing dengan toko klontongan masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, selama ini dia belum melihat ada kebijakan Pemprov Jatim di sektor ekonomi untuk meringankan beban masyarakat menjelang pelaksanaan PSBB.

"Ini kan akan diterapkan PSBB. Tetapi kebijakan sektor ekonomi masih belum terlihat," kata dia. []

Berita terkait
Wali Kota Malang Masih Berharap Penerapan PSBB
Wali Kota Malang Sutiaji meminta Pemprov Jatim untuk memfasilitasi penerapan PSBB di wilayah Malang Raya.
Pandemi Covid-19 Ujian Bagi Kartini di Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku ujian besar bagi kaum perempuan di saat pandemi Covid-19 perannya sangat bermanfaat.
Malaysia Jadikan Ponpes di Magetan Klaster Covid-19
Bupati Magetan Suprawoto langsung melakukan tracing dan rapid test terhadap santri terhadap ustaz dan santri di Ponpes Al Fatah Temboro.
0
Jokowi Buka Kemungkinan PKL dapat Stimulus Ekonomi
Presiden Jokowi membuka kesempatan kepada pedagang kaki lima (PKL) mendapatkan stimulus kebijakan ekonomi dari pemerintah.