UNTUK INDONESIA
Wah, Naik Kereta Api Jakarta-Merak Cuma 2 Jam
Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan kereta api lintas Jakarta-Merak dari 3-4 jam menjadi 2 jam.
Menhub, Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 18 Juli 2019. (Foto: setkab.go.id/Humas/Jay)

Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berkomitmen akan mempersingkat waktu tempuh perjalanan kereta api lintas Jakarta – Merak dari 3-4 jam menjadi 2 jam. “Kita akan meningkatkan kecepatan yang dari Rangkasbitung ke Merak melalui Serang . Dari yang saat ini hanya 40 km per jam, akan kita perbaiki konstruksinya dan akan kita naikkan menjadi 70 km per jam. Dengan demikian waktu tempuh juga menurun, dari 2 jam menjadi 1 jam. Jadi dari Jakarta tadinya 3-4 jam, nantinya bisa lebih singkat menjadi 2 jam,” katanya usai peninjauan infrastruktur perekeretaapian di Provinsi Banten, Sabtu 18 Januari 2020, seperti keterangan dari dephub.go.id.

Pergantian rel bisa meningkatkan keselamatan.

Untuk mewujudkan hal itu, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian telah memulai proyek Peningkatan Jalur KA Lintas Rangkasbitung-Serang-Merak yaitu berupa penggantian rel 42 ke standar 54. Menurut Budi, dengan penggantian rel ini maka kecepatan kereta yang tadinya 40 km per jam dapat ditingkatkan menjadi 70 km per jam. "Selain itu dengan penggantian rel ini maka keselamatan akan meningkat, karena perjalanan kereta akan menjadi lebih stabil," ucapnya.

Soal proyek reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur KA Rangkasbitung-Labuan menurut Budi, akan meningkatkan konektvitas transportasi di Provinsi Banten, serta meningkatkan penggunaan angkutan massal khususnya kereta api. “Proyek kita yang lain adalah reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur KA dari Rangkasbitung ke Labuan di selatan sepanjang 70 km. Tahap awal ke Pandeglang sepanjang 15 km, akhir tahun ini selesai. Tahun 2021 mulai lagi yang ke arah Labuan, targetnya 3 tahun selesai. Harapan masyarakat yang bekerja ke Jakarta menjadi mudah,” ujarnya.

Tidak ada ganti rugi karena merupakan aset negara.

Terkait penertiban lahan, Menhub menegaskan tidak akan ada ganti rugi karena merupakan aset negara. “Untuk reaktivasi, jika ada hunian di atas rel yang merupakan aset pemerintah, akan kita tertibkan. Tidak kita ganti rugi, tapi kita berikan semacam tanda kasih (penggantian yang besarannya ditentukan konsultan kantor Jasa penilai publik). Saat ini sudah berjalan,” kata Budi.

Kereta ApiPenumpang bersiap naik kereta api Jayabaya jurusan Malang-Jakarta di Stasiun Kotabaru, Malang, Jawa Timur, Senin, 2 Desember 2019. (Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto)

Selain itu, Pemerintah juga akan memodernisasi stasiun Tenjo. Pada stasiun tenjo akan dibangun Transit Oriented Development (TOD). Sebagai stasiun yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tangerang, Stasiun Tenjo berpotensi untuk menjadi simpul transportasi yang akan mengakomodir peningkatan jumlah bangkitan kendaraan yang cukup pesat akibat pengembangan berbagai kawasan di sekitarnya.

Stasiun Tenjo akan dibangun sama besar dengan Maja.

Di samping itu, keberadaan perlintasan sebidang pada ruang pemberhentian kereta di Stasiun Tenjo perlu penanganan khusus. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemda Bogor mendukung untuk dilakukan pengembangan Stasiun Tenjo dan mengusulkan pembangunan underpass pada perlintasan sebidang.

“Saat ini Stasiun Tenjo belum maksimal, untuk itu kita akan membangun stasiun ini sama besarnya dengan Maja. Selain itu kita akan membuat fly over di daerah Tenjo karena perlintasan sebidangnya di situ berbahaya, karena nanti itu headwaynya 5 menit, setiap 5 menit akan ada kereta api,” ucap Budi.

Terkait Transit Oriented Development (TOD), Budi mengimbau Pemda dapat turut serta membangun TOD dekat dengan stasiun. Sebab, dengan adanya TOD tersebut akan memberikan kemudahan bergerak bagi masyarakat. Dengan kemudahan ini, sentra ekonomi dan kota akan tumbuh karena ada suatu kepastian bagi orang yang tinggal di tempat tersebut bisa ke Jakarta dalam waktu singkat. "Jadi dia percaya diri tinggal di sini. Dengan begitu ada suatu kebangkitan ekonomi pada kota-kota tersebut sehingga tidak membebani Jakarta," katanya.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Tiket Kereta Api Daop 6 Yogyakarta Masih Tersedia
Warga tidak perlu kawatir tidak kebagian tiket kereta api saat mau liburan akhir tahun di Yogyakarta. Daop 6 memastikan tiket masih tersedia.
Dunia Kereta Api Dikenalkan ke Anak-anak Cirebon
PT KAI Daop 3 Cirebon mengajak 300 anak kurang mampu Cirebon bersenang-senang dalam Edu Train.
Libur Nataru Stasiun Kota Malang Tambah 2 Kereta Api
Kepala UPT Stasiun Malang, Iful Siswanto kedua KA tersebut yaitu KA Matarmaja dan KA Gajayana dengan rute Malang-Bandung-Jakarta.
0
Yulhee dan Chen Exo Dianggap Beri Pengaruh Buruk
Chen Exo dan Yulhee dianggap memberi pengaruh buruk lantaran menikah karena peristiwa hamil di luar nikah.