UNTUK INDONESIA
Virus Corona, Kemenhub Larang Maskapai ke Wuhan
Kemenhub melarang maskapai nasional beroperasi dari dan kota Wuhan,China sementara waktu menghindari penyebaran virus corona masuk Indonesia.
Petugas KKP Semarang melakukan pemeriksaan dengan alat thermal scanner di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo. (Foto: Tagar/Reyma Pramista)

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang maskapai penerbangan nasional beroperasi dari dan kota Wuhan, China untuk sementara waktu. Hal itu untuk menghindari penyebaran virus corona masuk ke Indonesia. Larangan ini sebagai tindak lanju dari NOTAM G0108/20 yang dirilis oleh International Notam Office Beijing.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pola B. Pramessti dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Januari 2020.

Seperti diketahui, saat ini maskapai nasional yang memiliki rute penerbangan ke Wuhan adalah Sriwijaya Air dan Lion Air.

Dalam NOTAM G0108/20, dijelaskan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat dioperasikan. Bandara itu hanya bisa dipakai untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 waktu setempat (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 waktu setempat (22.59 WIB). Dengan begitu, penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di China.

Menkes TerawanMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai melakukan pertemuan dengan pelaku industri farmasi dan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin, 25 November 2019. (Foto: Antara/Aditya Ramadhan)

Bayangkan penduduk China itu 1 miliar lebih kalau setiap orang (mengalami) batuk pilek dari sana dianggap itu (terkena virus) itu bagaimana?

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Surat dengan nomor SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 itu memuat beberapa perintah kepada maskapai sebagai berikut:

1. Melengkapi Kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan;

2. Melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat orang/ penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara;

3. Memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit;

4. Memberikan pengumuman didalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah dinegara terjangkit.

Diberitakan sebelumnya, seorang karyawan dari China yang mengunjungi kantor Huawei Indonesia di Gedung BRI 2, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, diduga terjangkit virus corona. Warga Negara China itu disebutkan mengalami demam dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Menanggapi hal itu, Manajemen PT Huawei Tech Investment Indonesia angkat bicara soal kabar tersebut melalui keterangan tertulis kepada awak media. Mereka juga mengaku belum dapat memastikan apakah karyawan tersebut terjangkit virus corona atau tidak, hingga nanti mendapat konfirmasi dari pihak rumah sakit selaku otoritas dalam bidang kesehatan.

Meski begitu, pihak manajemen Huawei Indonesia mengaku telah membagikan masker kepada karyawannya, sebagai langkah preventif terhadap kesehatan karyawan dari dugaan menyebarnya virus corona.

"Seorang karyawan dari China yang mengunjungi kantor kami di Jakarta mengalami demam. Kami dengan tanggap telah mengantarkan karyawan tersebut segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit," demikian keterangan resmi Manajemen Huawei Indonesia dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

Virus KoronaIlustrasi - Virus korona. (Foto: Antara/Istimewa)

Menteri Kesehatan Letjen dr. Terawan Agus Putranto memastikan kabar mengenai ditemukannya seorang Warga Negara China yang terpapar virus corona di Gedung BRI II, Jakarta Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, tidak benar. Hal itu diungkapkan seusai Terawan melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

"Tidak ada masalah, tidak ada apa-apa, saya sudah tahu kok kalau pasiennya tidak apa-apa," kata dia saat kunjungan di Gedung BRI, Jakarta, Kamis sore, 23 Januari 2020.

"Pasien hanya sakit flu biasa, tapi kan kita cek, itu biasa. Bayangkan penduduk China itu 1 milyar lebih kalau setiap orang (mengalami) batuk pilek dari sana dianggap itu (terkena virus) itu bagaimana," kata dia.

Terawan juga memastikan, kementeriannya telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan menikdaklanjuti dugaan ditemukannya pasien yang terpapar virus corona. Mantan Kepala RSPAD itu juga mengaku terus mengecek perihal potensi masuknya wabah penyakit berbahaya tersebut ke Indonesia.

"Sudah (koordinasi dengan rumah sakit), ini (pemantauan) kan jalan terus. Saya kan mengecek semua, kalau tidak kan saya tidak akan sampai di sini," kata dia.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Dinkes Antisipasi Masuknya Virus Corona ke Sulsel
Untuk mencegah masuknya Virus Corona ke Sulsel. Pemprov Sulsel akan memperketat pemeriksaan di Bandara dan Pelabuhan
Adisutjipto Yogyakarta Antisipasi Virus Corona
Bandara Adisutjipto Yogyakarta memperketat pegawasan penumpang dari penerbangan luar negeri untuk ansipasi penyebaran virus corona.
Virus Corona dan Wabah Mematikan Gegerkan Indonesia
Berikut Tagar berikan ulasan mengenai beberapa virus dan wabah mematikan yang sempat menggegerkan publik di Tanah Air.
0
Unggah Foto Syur Tara Basro Terancam 6 Tahun Penjara
Menggunggah foto seksi di media sosial, artis Tara Basro terancam hukuman 6 tahun penjara, juga denda yang tak sedikit.