UNTUK INDONESIA
Virus Corona dan Wabah Mematikan Gegerkan Indonesia
Berikut Tagar berikan ulasan mengenai beberapa virus dan wabah mematikan yang sempat menggegerkan publik di Tanah Air.
Seorang petugas polisi berjaga di luar pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan pada 24 Januari 2020, pasca penyebaran virus corona. (Foto: AFP|Hector RETAMAL).

Jakarta - Fenomena mewabahnya virus corana yang melanda wilayah Wuhan di China saat ini telah menimbulkan kekhawatiran global. Di seluruh wilayah China, virus ini dituding sebagai penyebab 17 warga kehilangan nyawanya. Virus tersebut kemudian dilaporkan menyebar hingga kawasan Asia Tenggara menyusul ditemukannya dua korban di Thailand.

Di indonesia sendiri, virus ini dikabarkan telah sampai Jakarta. Isu tersebut merebak setelah salah satu pegawai Huawei Indonesia menderita demam tinggi setelah kunjungannya dari China. Meski begitu, Menteri Kesehatan Letjen dr. Terawan Agus Putranto memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Sesungguhnya, rumor wabah virus mematikan asal mancanegara bukan kali ini saja menerpa Indonesia. Sejumlah kasus lain pernah dilaporkan menjalar  dan menggegerkan publik di Tanah Air.

Berikut Tagar berikan ulasan mengenai beberapa virus dan wabah mematikan yang sempat menggegerkan publik di Tanah Air.

1. Flu Burung

Berdasarkan data yang dilansir oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), virus flu burung berasal dari Vietnam. Kasus pertama terjadi pada 2003 silam. Penyebabnya, berupa interaksi antara unggas dan manusia, khususnya yang terpapar oleh kotoran satwa tersebut.

Di Indonesia sendiri kasus ini mulai menjadi perhatian khalayak ketika Iwan Siswara dan kedua putrinya asal Tanggerang dinyatakan meninggal dengan sebab yang belum diketahui. Kejadian tersebut terjadi pada pertengahan 2005 lalu.\

Kementerian Kesehatan kemudian mengirimkan sampel virus yang diderita oleh ketiga orang itu ke pusat penelitaan kesehatan WHO di Hongkong untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

Belakangan diketahui korban positif terjangkit virus H5N1 penyebab flu burung. Inilah kasus pertama kematian akibat flu burung yang dikonfirmasi oleh pemerintah. Adapun, tanda-tanda awal terjangkitnya virus ini berupa gejala batuk, demam, dan pegal-pegal.

Hingga Desember 2016 tercatat terjadi 199 kasus dengan angka kematian yang mencapai 167 jiwa. Kasus itu tersebar di 15 provinsi dan 58 Kabupaten/Kota. Hingga saat ini kasus penularan masih terjadi dari unggas ke manusia. Kasus kematian terakhir terjadi di Klungkung Bali yang tercatat menjadi korban meninggal ke-200.

Dalam skala global, hingga Oktober 2017 virus H5N1 penyebab flu burung ini diduga telah membunuh sekitar 454 orang dari 860 kasus kejadian.

2. SARS

Kasus penyakit sindrom radang pernapasan akut atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pertama kali terdeteksi di Propinsi Guangdong, China pada November 2002. Virus mematikan ini menyerang paru-paru sehingga menghambat fungsi penyerapan oksigen pada organ pernafasan tersebut.

Dalam beberapa kasus akut, SARS dituding menjadi biang keladi tergenangnya paru-paru oleh sejenis cairan tertentu yang mengakibatkan kematian.

Di Tanah Air, pada 11 April 2003 telah ditemukan satu kasus probable SARS. Sehari sebelumnya diumumkan bahwa satu orang dilaporkan sebagai suspect case.

Dengan demikian perkembangan kasus SARS di Indonesia sampai dengan 11 April 2003 adalah 1 orang suspect dan 1 orang probable. Probable case tersebut adalah warga negara Inggris keturunan China yang datang dari Hongkong dan Singapura sebelum ke Indonesia.

Penyakit ini disebabkan oleh oleh aktivitas virus tertentu dalam tubuh manusia yang menimbulkan gejala seperit penderita influenza biasa. SARS dapat menular dalam bentuk bentuk kontak dengan penderita melalui air ludah, urin, atau feses penderita.

Selama 2002-2003, SARS dilaporkan menginfeksi lebih dari 8.000 orang dengan persebaran di negara-negara Asia lainnya, Eropa dan Amerika Utara, termasuk sembilan di AS. Penyakit ini menyebabkan 774 kematian, sebagian besar di daratan Cina, Hong Kong dan Taiwan.

3. Virus Corona

Awal tahun ini dunia digegerkan oleh kasus penyebaran virus corona yang terjadi Wuhan, China. Awalnya, mikroorganisme ini kerap menjangkit beberapa hewan tertentu dan tidak menimbulkan persoalan yang berati. Masalah terjadi ketika manusia mengkonsumsi hewan-hewan tersebut. Akibatnya, virus terbawa dan berevolusi menjadi penyakit yang menjalar di tubuh manusia.

Adapun, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini serupa dengan tanda-tanda awal seseorang terserang flu, seperti kenaikan suhu yang cukup tinggi, bersin, dan sakit kepala. Di negara asalnya, China, virus corona telah mengakibatkan 17 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya diduga terpapar bakteri yang sama.

Sementara itu di dalam negeri, khalayak dikejutkan oleh kabar bahwa seorang karyawan dari China yang mengunjungi kantor Huawei Indonesia di Gedung BRI Jakarta diduga terjangkit virus corona. Sang korban disebut menderita demam tinggi dan beberapa gejala yang sama seperti penderita virus corona di Wuhan, China.

Belakangan, Menteri Kesahatan Terawan Agus Putranto pada Kamis, 23 Februari 2020 membantah telah terjadi kasus virus corona di Indonesia.

Baca juga: Terawan: Isu Virus Corona di Gedung BRI Tidak Benar

Menkes memastikan, pihaknya bakal meningkatkan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan segera menetapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi kasus virus corona di masa mendatang. []

Berita terkait
Virus Corona Menggila, Korut Tutup Pintu Turis Asing
Korut untuk sementara melakukan blokade terhadap turis asing yang ingin memasuki negaranya demi menghindari penyebaran virus corona.
Virus Corona Menyebar, Riau Siagakan Thermal Scanner
Dinkes Kepri siagakan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner di seluruh pelabuhan laut dan udara untuk cegah penyebaran virus corona.
Mengenali Virus Corona dan Gejala Penyakit SARS
Penyakit SARS menggegerkan publik karena mengakibatkan kematian. untuk itu perlu mengenali gejala dan penyebabnya.
0
SDN Ngajaran Rembang 3 Tahun Dihantui Kelas Roboh
SDN Ngajaran di Rembang Terabaikan pembangunan. Tiga tahun ruang kelas roboh tidak tersentuh perbaikan. Belum lagi buruknya akses menuju sekolah.