UNTUK INDONESIA
Mengenali Virus Corona dan Gejala Penyakit SARS
Penyakit SARS menggegerkan publik karena mengakibatkan kematian. untuk itu perlu mengenali gejala dan penyebabnya.
Gunakan tutup hidung dan milut hindari penyakit SARS. (Foto: pixabay/Peggy und Marco Lachmann-Anke)

Jakarta - Menjelang perayaan Imlek, ratusan orang terjangkit penyakit  Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) di China. Kabar mengenai wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona cukup menggegerkan publik lantaran dapat menyebabkan pengidapnya meninggal dunia.

Mengutip dari laman healthline pada Senin, 20 Januari 2020, penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) merupakan penyakit yang disebabkan virus corona yang termasuk sebagai salah satu jenis penyakit pneumonia yang pertama kali ditemukan di China pada November 2002.

Lantaran disebabkan oleh virus, SARS bisa menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan mewabah hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Penyakit mulanya disebarkan penderita dari kalangan turis, atau masyarakat China yang kerap melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sementara data yang dicatat kesehatan dunia atau WHO, kebanyakan penderitanya merupakan orang dewasa diatas 65 tahun dan orang yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, dan imunitas rendah akan lebih mudah terjangkit SARS, bahkan bisa terkena komplikasi yang parah hingga mengalami kematian.

Penyakit SARS biasanya diikuti gejala-gejala yang dikeluhkan penderita seperti:

  • Demam diatas 38 derajat celcius, kemudian diikuti meriang
  • Tubuh gemetar
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Batuk tidak berdahak
  • Kelelahan

Pada umumnya, virus corona yang menyebabkan penyakit ini berasal dari kelelawar dan musang. Penyakit tersebut akan menyebar lewat udara. Tapi, bisa juga dengan menyentuh sesuatu yang mengandung air ludah, urin atau feses penderita.

Selain itu, kontak lain seperti berpelukan, ciuman, makan bersama dengan penderita menyentuh berbagai objek yang telah disentuh oleh penderita misalnya, gagang pintu, telepon, dan tombol lift juga dapat menjadi medium penyebaran SARS. 

Meski demikian, penyakit ini masih bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah dengan melakukan langkah berikut ini:

  • Cuci tangan secara menyeluruh menggunakan sabun dan air mengalir. Bisa juga menggunakan sabun berbahan dasar alkohol seperti hand sanitizer.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin.
  • Gunakan masker, kacamata, dan sarung tangan apabila ingin melakukan kontak penderita SARS.
  • Hindari kegiatan kontak berkelanjutan seperti makan, minum, menggunakan handuk, atau tidur sekasur dengan siapa pun yang sedang sakit.
  • Ikuti instruksi selama proses penyembuhan sampai benar-benar menghilang.
  • Minum obat sesuai anjuran dokter. []


Berita terkait
Giliran Korea Selatan yang Terjangkit Virus Corona
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (KCDC) Korea Selatan menemukan satu kasus virus corona ang dibawa penumpang pesawat asal China.
Ancaman Virus Corona Menjelang Imlek Semakin Serius
Penyebaran virus corona yang bisa menyebakan Sars di China semakin merebak dan dikhawatirkan akan meluas menjelang tahun baru Imlek.
China Laporkan Lagi 17 Kasus Virus Korona
China kembali laporkan 17 kasus baru virus Corona, ini menimbulkan kekhawatiran karena ratusan jua warga China akan bepergian merayakan Imlek
0
Tingkatkan Minat Baca dan Literasi Indonesia
Tingkat baca rendah jadi alasan BBW hadir membawa bazar buku murah dan berkualitas ke Indonesia