UNTUK INDONESIA
Viral, Pemain Timnas Putri U-16 Alami Diskriminasi?
Pemain tim nasional putri U-16, Jasmine Sefia Waynie mendapat diskriminasi dari sekolah karena rapornya tidak dikeluarkan.
Pemain tim nasional putri U-16, Jasmine Sefia Waynie mendapat diskriminasi dari sekolah karena rapornya tidak dikeluarkan. Jasmine saat memperkuat timnas U-16. (Foto: instagram)

Malang - Pemain tim nasional putri U-16, Jasmine Sefia Waynie yang mendapat diskriminasi dari sekolahnya masih menjadi polemik. Siswi kelas VIII di SMPN 2 Kota Batu itu dikabarkan rapornya tidak dikeluarkan karena tidak mendapatkan nilai selama satu semester.

Ramainya informasi tersebut setelah akun Instagram sepak bola @kepobola mengunggah sebuah postingan terkait Jasmine, Kamis 2 Januari 2020. Dalam beberapa jam, postingan itu pun mendapat respon dari warganet di media sosial yang menyayangkan kejadian tersebut.

Bahkan, beberapa akun Instagram sepak bola lain juga ikut mengunggah hal sama. Namun, beberapa unggahan tersebut sudah dihapus setelah mendapat tanggapan dari Walikota Batu, Dewanti Rumpoko melalui akun pribadinya.

Kan ada pegangan ijazah. Ketika ada kesempatan jadi pegawai negeri, dia punya ijazah

Dalam keterangannya, Dewanti membantah informasi yang beredar di sosial media. Dia mengatakan bahwa dirinya sudah mengonfirmasi kepada kepala sekolah (kepsek) yang bersangkutan.

”Tidak spt (seperti) itu ceritanya. Pihak sekolah sgt (sangat) memaklumi aktivitas yg (yang) ditekuni Yasmine. Bahkan sgt mendukung dan bangga,” tulisnya dalam akun instagram @rumpokodewanti, Jum’at 3 Januari 2020.

”Hanya saja, sekolah pny (punya) aturan yg hrs (harus) di jalani. Antara lain, dlm (dalam) satu semester hendaknya kehadiran ada jgn (jangan) sampai kosong sama sekali,” ujarnya.

”Klo (kalau) pun tdk (tidak) bisa, diberi tugas utk (untuk) dikerjakan di rumah. Klo pun tdk bisa akan diupayakan utk ikut kejar paket ato (atau) home schooling agar ketika waktunya ujian nanti tdk menjadi masalah. Demikian keterangan nya,” kata Dewanti dalam unggahan yang sudah mendapat 100 lebih komentar.

Dewanti Bantah Informasi di Media Sosial

Saat kembali dikonfirmasi, Sabtu 4 Januari 2020, wali kota kembali membantah apa yang telah viral di media sosial. Dia menjelaskan sekolah sebenarnya sangat mendukung dan peduli dengan Jasmine setelah tidak jadi atlet.

"Sekolah itu justru ngeman dia. Masa depannya itu, karena atlet usianya kan cuma sebentar. Paling tidak 30 tahun sudah selesai," tuturnya.

Wali kota berujar ketika Jasmine sudah tidak menjadi atlet dia diharapkan memiliki pegangan berupa ijazah. Dengan demikian  jika ada keinginan melamar kerja bisa lebih enak dan tidak bingung.  

"Kan ada pegangan ijazah. Ketika ada kesempatan jadi pegawai negeri, dia punya ijazah. Kalau hanya punya ijazah SD atau SMP mau jadi apa?" katanya setengah bertanya.

Sesungguhnya memberi nilai itu gampang dan bisa dilakukan meski dia tidak masuk. Tapi itu tidak mendidik

Terkait rapor yang ditahan sekolah karena tidak ada nilai, Dewanti menyampaikan sekolah mengaku kebingungan. Pasalnya pemain Arema FC Putri itu jarang masuk sekolah.

"Dia bahkan tidak pernah ke sekolah. Yang bersangkutan diberi masukan menyelesaikan tugas yang ringan agar ada penilaian. Bila tidak pernah datang ke sekolah, terus yang mau dinilai apa?" ujarnya.  

"Nilai olahraga pun dia tidak punya karena tidak pernah tampak. Kalau sebulan sekali masuk sekolah masih tidak masalah," kata Dewanti lagi. 

Sekolah menyarankan kepada orang tua siswi agar pindah sekolah yang lebih dekat dengan tempat latihan. Bahkan kepindahannya akan dibantu Dinas Pendidikan

Saran lainnya yaitu home schooling. Dengan demikian Jasmine tidak perlu sekolah formal yang membuat dia masuk tiap hari. Apalagi, Jasmine sendiri saat ini duduk di kelas dua SMP. Tentu, sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional (UN).

"Ini yang ditakutkan. Ujian nasional itu semua nilainya sudah sistem komputer nasional. Kami tidak bisa membantu dia. Sesungguhnya memberi nilai itu gampang dan bisa dilakukan meski dia tidak masuk. Tapi itu tidak mendidik," ucapnya.

Kecewa, Orang Tua Putuskan Pindah Sekolah

Sementara, Dwi Cahyono, orang tua Jasmine membenarkan anaknya memang hanya masuk selama tiga minggu dalam satu semester. Namun, putrinya tetap izin dan selalu membawa surat dispensasi mengikuti kegiatan sepak bola di timnas dan Arema FC.

Dia menuturkan putrinya harus mengikuti agenda di Bangka Belitung (Babel) dan Arema FC. Dia harus membela timnya di Piala Menpora, Piala Pertiwi, persiapan PON dan Arema FC Putri di Liga 1.

"Saat kompetisi berakhir, anak saya tetap memenuhi kewajibannya. Ikut ujian susulan dan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah yang belum sempat dia dikerjakan," kata Dwi.

Terlepas dari hal tersebut, dia sebenarnya merasa kecewa perihal rapor anaknya yang tidak diberikan sekolah. Saat dipanggil kepala sekolah dan guru BK, dia sempat disinggung agenda Jasmine di timnas dan Arema FC Putri yang padat. Padahal sekolah Jasmine bukan sekolah khusus olahraga.

Namun Dwi menepisnya. Menurut dia SMPN 2 Kota Batu memiliki kelas olahraga. Pihak sekolah menyampaikan bila kelas itu sudah dihapuskan.

"Saya kecewa dan tidak terima saat dikatakan kelas itu sudah tidak ada. Padahal dari SK menteri masih ada. Anak saya juga dikatakan tidak pernah membawa nama sekolah," kata dia.

Dengan adanya keputusan dari sekolah, Dwi mengatakan anaknya memilih fokus meraih prestasi di sepak bola. Dia juga tidak akan meneruskan bersekolah di SMPN 2 Kota Batu.

Jasmine sendiri sudah memperkuat timnas U-14 pada 24 September 2016. Dia kemudian masuk timnas U-16 yang berlaga di Piala AFF 2017 dan 2018. Di tahun yang sama, dia kembali masuk timnas U-16 untuk kualifikasi Piala AFC di Kyrgistan.

Jasmine turut membawa Bangka Belitung meraih juara 3 Piala Menpora 2019. Selain itu, dia membawa tim Putri Cendil juara 1 Pertiwi Regional Babel dan masuk tim Arema FC Putri di Liga 1 Putri di tahun yang sama. []

Berita terkait
Februari, PSSI Gelar Seleksi Timnas Putri Piala AFF
PSSI menyatakan bahwa seleksi tim nasional putri untuk Piala AFF Wanita dan Asian Games akan digelar pada Februari 2018.
Timnas Sepakbola Putri Akan Berlaga di Piala AFF U-16 dan Piala AFF Senior
PSSI mengatakan, Timnas sepakbola putri Indonesia direncanakan akan berlaga di Piala AFF U-16 dan Piala AFF senior.
Arema FC Bangkit Saat Kompetisi Akan Berakhir
Arema FC bangkit mengalahkan Bali United 3-2 di Shopee Liga 1 2019, Senin 16 Desember 2019. Arema FC bangkit saat liga menyisakan satu laga lagi.
0
Satu Pelajar SMPN 1 Turi Sleman Belum Ditemukan
Dua korban berhasil ditemukan. Sampai saat ini sembilan korban yang sudah ditemukan. Masih satu korban yang masih dalam pencarian.