UNTUK INDONESIA
Versi Lengkap Mumtaz Rais soal Ribut di Kabin Garuda
Ahmad Mumtaz Rais menjelaskan secara gamblang soal keributan di kabin pesawat Garuda yang viral.
Baliho berukuran besar bergambar Mumtaz Rais di daerah Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman menandakan kesiapannya maju di Pilkada Sleman 2020. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Sleman - Ahmad Mumtaz Rais akhirnya angkat bicara soal keributannya di pesawat dengan nomor penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta, Kamis 13 Agustus 2020 lalu. Anak ketiga Amien Rais ini menyebut kejadian tersebut tidak seperti yang ramai diberitakan di berbagai media massa dan media sosial.

Dihubungi via sambungan telepon, Sabtu 15 Agustus 2020, Mumtaz menyebut apa yang ramai diperbincangkan di media formal maupun media sosial tidak benar. Mumtaz diduga tak mengindahkan teguran hingga marah-marah terhadap awak kabin kala menelepon di dalam pesawat.

"Pertama-tama soal berita yang sudah beredar di media online yang mana menyebut saya ditegur lebih dari dua kali kemudian saya membentak dan marah-marah itu jelas salah. Harus diklarifikasi, tidak ada kata membantah atau marah-marah pada saat itu," ungkap anak menantu Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Baca Juga:

Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini tak menampik saat itu dirinya sedang menerima telepon ketika pesawat transit dan melakukan pengisian bahan bakar (refueling). Pramugari datang untuk menyarankan berpindah tempat agar perbincangannya lebih jelas.

Bahkan bisa dicek langsung ke pramugari atau pramugara yang bersangkutan. Awak kabin malah bersikap netral dan sangat sopan.

"Kebetulan memang persoalan telepon itu, tetapi pramugari menyarankan jika mau lebih jelas (telepon) mending ke depan saja. Tetapi saya langsung menutup telepon dan memberitahu jika perbincangan sudah selesai," jelasnya.

Mumtaz mengaku, pada saat kejadian dua awak kabin bersikap sopan saat bersikap sopan ketika meminta dirinya untuk mematikan telepon. "Bahkan bisa dicek langsung ke pramugari atau pramugara yang bersangkutan. Awak kabin malah bersikap netral dan sangat sopan," tandasnya.

Ahmad Mumtaz RaisAhmad Mumtaz Rais (Foto: Istimewa/Twitter)

Di waktu yang bersamaan, penumpang lain yakni Wakil Ketua KPK, Nawawi Pamolango juga menegur Mumtaz yang berada tak jauh dari tempat duduknya. Ia menduga jika Nawawi tidak mendengar secara langsung dan berfikir ada keributan.

"Mungkin kan (pak Nawawi) tidak mendengar pembicaraan saya dengan pramugari. Jadi mungkin beliau punya penilaian bahwa saya dengan pramugari itu lagi eyel-eyelan (cekcok). Padahal justru menyarankan pindah di depan (untuk menelepon) agar lebih jelas suaranya karena sedang refueling," katanya.

Baca Juga:

Pria kelahiran Yogyakarta, 17 September 1983 ini mengaku tak ada persoalan dengan pihak maskapai. Namun begitu ia menyebut sempat berdebat dengan Nawawi Pamolango lantaran nada bicara saat menelepon cukup kencang dan mengganggu.

"Mungkin persoalan dengan saya dan penumpang lain. Nada bicara saya dianggap agak kencang ketika sedang menelepon itu. Tapi nada bicara itu saya tujukan ke yang saya ajak telepon. Mungkin suaranya kan agak besar (keras) dan mengganggu beliau," tambahnya.

Karena posisinya sama-sama pakai masker. Beliau pakai masker, saya bukan hanya pakai masker tapi juga pakai kacamata hitam. Jadi beliau tidak mengetahui sosok dibalik masker, saya pun juga begitu.

Suami dari Futri Zulya Savitri ini menjelaskan bahwa persoalan dengan Wakil Ketua KPK tersebut sudah cair. Mumtaz mengaku sebelumnya tak mengetahui jika ditegur oleh pejabat KPK lantaran keduanya sama-sama menggunakan masker.

"Karena posisinya sama-sama pakai masker. Beliau pakai masker, saya bukan hanya pakai masker tapi juga pakai kacamata hitam. Jadi beliau tidak mengetahui sosok dibalik masker, saya pun juga begitu. Saya sudah berkomunikasi dengan beliau dan saya menghormati bapak dan menaruh respek terhadap beliau," terangnya.

Baca Juga:

Dikonfirmasi terkait adanya laporan ke pihak berwenang yang dilayangkan oleh pihak Nawawi Pamolango, Mumtaz tak mengetahui secara pasti. Namun secara tegas ia menyebut jika tak mempunyai persoalan secara pribadi dengan wakil ketua KPK tersebut.

"Jikapun ada laporan (polisi) saya belum mengecek. Tapi jika ada laporan ke pihak bandara ya memang ada. Tapi ke polres atau apa itu saya belum cek ulang. Kalo pun ada, kan sudah terlanjur dilaporkan ya jadi pihak yang melaporkan kan yang akan punya kuasa atas itu. Tapi saya dan pak Nawawi saling menghargai bahkan beliau saya anggap sebagai abang," ungkapnya. []

Berita terkait
Ribut dengan Garuda dan KPK, Mumtaz Rais: Maaf Gaduh
Putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais merasa harus meminta maaf karena sempat cekcok dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dan Garuda Indonesia.
Cekcok dengan Wakil Ketua KPK, Mumtaz Rais: Remeh-temeh
Politikus PAN Mumtaz Rais meminta masalahnya dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango tak usah dibesar-besarkan, yang ia nilai remeh-temeh.
Mumtaz Rais Vs Nawawi Pomolango, KPK Tunjuk Polisi
KPK menyerahkan sepenuhnya insiden cekcok mulut antara Nawawi Pomolango versus Mumtaz Rais kepada pihak kepolisian.
0
Begini Fakta-Fakta Kebakaran di Kejaksaan Agung
Puntung rokok dan cairan pembersih lantai yang mengandung bahan mudah terbakar menjadi penyebab terjadinya kebakaran di Kejagung.