UNTUK INDONESIA
Vape Vs Rokok, Lebih Bahaya Mana?
Polemik keamanan vape dan rokok selalu menjadi kontroversial, tidak sedikit juga yang membanding-bandingkan keduanya.
Eriska Nakesya merupakan istri dari rapper Young Lex yang gemar nge-vape. (Foto: Instagram/@eriskanakesya)

Jakarta - Masyarakat selalu bertanya-tanya, lebih aman mana vape atau rokok? Pertanyaan itu selalu timbul, karena hingga kini kedua penggunanya merasa yakin yang mereka gunakan itulah yang paling aman.

Rokok elektrik atau vape, awalnya diciptakan di China pada tahun 2003 oleh seorang apoteker untuk mengurangi asap rokok.

Selain rokok tembakau, vape sudah menjadi bagian gaya hidup anak muda masa kini. Banyak yang berpendapat jika vape atau rokok elektrik adalah alternatif lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau yang punya bahaya cukup jelas. Tidak sedikit juga yang membanding-bandingkan rokok vs vape tanpa tahu kandungan dan bahaya dari keduanya secara rinci.

Mengutip dari hellosehat, rokok adalah tembakau yang telah dikeringkan dan dibungkus dengan kertas yang mengandung sekitar 600 zat, ketika dibakar ada lebih dari 7.000 bahan kimia yang dihasilkan. Setidaknya 69 bahan kimia ini diketahui bisa menyebabkan kanker dan beracun.

Sementara rokok elektrik atau vape, awalnya diciptakan di China pada tahun 2003 oleh seorang apoteker untuk mengurangi asap rokok. Awalnya, vape juga diciptakan dengan tujuan untuk membantu orang-orang berhenti merokok.

Vape terdiri dari sebuah baterai, sebuah cartridge yang berisi cairan, dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan tersebut ke udara.

Produk ini mengandung nikotin, yaitu zat adiktif yang juga ditemukan dalam tembakau. Nikotin yang terdapat di dalam vape merupakan zat yang juga terdapat pada rokok tembakau.

Baik itu rokok maupun vape keduanya sama-sama dikonsumsi dengan cara dihirup. Membandingkan rokok vs vape bisa dilihat dari kandungan plus bahaya senyawa di dalamnya untuk kesehatan.

Sekitar dua bulan lalu, beberapa media Amerika mengabarkan ada warganya yang meninggal dunia dan diduga karena menggunakan vape.

Kabar ini langsung menjadi sorotan publik di berbagai negara. Termasuk Indonesia. Apalagi vapers di Indonesia terbilang cukup banyak.

Perbedaan Utama Vape Vs Rokok

Perbedaan vape dan rokok terletak pada tembakau. Hanya pada rokok tradisional yang mengandung tembakau, vape umumnya tidak. Namun, bukan berarti hal ini menjadi tolak ukur rokok lebih berbahaya sedangkan vape lebih aman.

Berdasar laporan dari Centers for Disease for Control and Prevention menemukan bukti vape bisa menyebabkan kejang dan kerusakan paru serius hanya setelah satu tahun mengonsumsi atau mungkin kurang. Bukti ini didapat dari sekitar 200 pasien dirawat di rumah sakit akibat kerusakan paru karena vaping.

Sejak tahun 2009, Food and Drugs Administration (BPOM Amerika Serikat) menunjukkan vape mengandung karsinogen dan bahan kimia beracun.

Bukti lain menunjukkan ada beberapa produk vape yang mengandung formaldehyde, bahan kimia yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada manusia. Dalam beberapa merek, kandungan senyawa ini melebihi jumlah maksimal yang direkomendasikan untuk manusia.

Di tahun 2017, penelitian yang diterbitkan pada Public Library of Science Journal juga menunjukkan bahwa kadar benzene terdapat dalam uap beberapa merek vape.

Menurut dr Nauki Kunugita, seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa.

Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menjelaskan dalam siaran persnya bahwa larutan nikotin yang terdapat pada rokok elektrik memiliki komposisi yang berbeda-beda dan secara umum ada empat jenis campuran. Namun semua jenis campuran mengandung nikotin, propilen glikol.

Tak hanya rokoknya yang berbahaya, uap yang terhirup dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Rokok ini juga berbahaya untuk penderita pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, hipotensi, sampai luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut. []

Berita terkait
Bahaya Kandungan Vape dan Solusi Tembakau Alternatif
Ketua PDPI dr Agus Dwi Susanto Sp.P(K) mengatakan rokok elektrik atau yang biasa disebut vape mengandung zat yang berbahaya untuk tubuh.
Vape Kian Sekarat di Tangan Kementerian Kesehatan
Rokok elektrik atau yang dikenal dengan sebutan vape nasibnya kini semakin sekarat. Belum lama ini keluar pernyataan Kementerian Kesehatan.
Dampak yang Menghantui Pengguna Vape
Beredar kabar rokok elektrik atau vape memiliki risiko kematian, sudah ada 34 penelitian yang dilakukan.
0
Acer Gelar Kompetisi Asia Pacific Predator League
Acer kembali menyelenggarakan Asia Pacific Predator League 2020 dengan cakupan lebih besar dan spektakuler. Kompetisi ini diikuti 17 negara.