UNTUK INDONESIA
Usir Kejenuhan, Guru Seni Budaya Kudus Melukis di Hutan Jati
Puluhan guru seni budaya di Kudus berkumpul di kawasan hutan jati di Wonosoco, Undaan. Mereka saling tukar pikiran dan melukis bareng.
Mengusir kejenuhan di masa pembelajaran daring, guru seni dan budaya di Kudus melukis bareng di kawasan hutan jati di Wonosoco, Kecamatan Undaan. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Cara unik mengusir kejenuhan pembelajaran daring ditunjukkan guru seni budaya SMP di Kudus. Di hutan jati di kawasan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, mereka menggelar kegiatan melukis on the spot.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMP Kabupaten Kudus, Hasan Sunarto membenarkan kegiatan melukis on the spot merupakan upaya pihaknya dalam mengusir kejenuhan pembelajaran daring dikalangan guru seni budaya. Sekaligus sebagai bagian pelatihan kompetensi guru.

"Saya akui pembelajaran seni budaya, dengan sistem daring cukup sulit bagi kami. Sebab seni budaya merupakan mata pelajaran yang menitik beratkan pada aspek pembelajaran praktek bukan teori," terangnya, Rabu, 4 November, 2020. 

Kalau di kawasan terbuka, protokol kesehatan utamanya physical distancing-nya bisa lebih dijaga.

"Kami guru seni budaya bekerja ekstra dalam memberikan pemahaman kepada siswa. Seperti halnya mengajarkan siswa bagaimana cara membuat sketsa lukisan, mengenalkan teknik-teknik melukis dan lain sebagainya."

Menurut Hasan, pertemuan kali ini menjadi ajang bagi para guru seni budaya untuk berbagi pengalaman belajar di tengah pandemi. Termasuk di dalamnya saling bertukar metode-metode pembelajaran daring.

Untuk kegiatan melukis on the spot, diikuti sekitar 47 guru. Hutan jati Wonosoco dipilih sebab lokasi tersebut adalah kawasan terbuka yang menyajikan udara segar.

"Kalau di kawasan terbuka, protokol kesehatan utamanya physical distancing-nya bisa lebih dijaga. Di sini udaranya segar, menjadikan pikiran lebih fresh," tambahnya.

Mengangkat tema Hutan Jati, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 47 lukisan. Karya-karya para guru seni budaya ini selanjutnya diberikan SMP 1 Atap Wonosoco sebagai tambahan koleksi galeri seni di sana.

"Karya-karya ini kami harapkan dapat menjadi media pembelajaran apresiasi seni bagi siswa SMP 1 Atap Wonosoco," ujar Hasan.

Baca juga: 

Terpisah, Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan mengaku mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para guru seni budaya. Menurutnya, sharing pembelajaran dan asah skill penting dilakukan para guru.

"Kehadiran kami di sini untuk memberikan suntikan semangat pada para guru, agar tidak patah arang dalam mengajar secara daring," imbuhnya. []

Berita terkait
Nasib Guru Honorer di Kudus di Tengah Covid-19
Sejumlah guru honorer di Kudus mengeluhkan tidak masuk dalam penerima bantuan dampak pandemi Covid-19 dari pemerintah.
Guru SMP di Kudus Sumbang Rp 100 Juta untuk Covid
Guru SMP di Kudus secara sukarela menyisihkan sejumlah penghasilannya untuk membantu penanganan Covid-19
693 Guru Swasta di Kudus Terima Bantuan Sembako
Lembaga Amil Zakat dan Shadaqah Muhammadiyah RS Aisiyah Kudus menyalurkan bantuan paket Sembako kepada 693 guru swasta.
0
Usir Kejenuhan, Guru Seni Budaya Kudus Melukis di Hutan Jati
Puluhan guru seni budaya di Kudus berkumpul di kawasan hutan jati di Wonosoco, Undaan. Mereka saling tukar pikiran dan melukis bareng.