Ulasan Lengkap Tentang Hewan Komodo, Kadal Terbesar di Dunia

Saat ini komodo termasuk satwa langka yang hampir punah, keberadaannya dilindungi oleh pemerintah Indonesia.
Ilustrasi hewan Komodo. (Foto: Tagar/Pixabay)

Jakarta - Komodo merupakan hewan purba yang masih bertahan habitatnya di Indonesia. Pulau Komodo menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam 7 keajaiban dunia.

Komodo adalah kadal terbesar di Dunia. Mereka memiliki kepala panjang dan rata dengan moncong bulat, kulit bersisik, kaki bengkok, dan ekor besar berotot. Panjangnya bisa mencapai 10 kaki dan beratnya lebih dari 150 Kilogram.

Saat ini komodo termasuk satwa langka yang hampir punah, keberadaannya dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Dirangkum dari laman National Geographic, berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai hewan komodo.


1. Habitat

Komodo lebih suka kepulauan hutan tropis. Saat ini Pulau Rinca dan Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur menjadi habitat asli dari komodo. Meskipun reptil ini dapat berjalan hingga 7 mil per hari. Namun, mereka lebih suka tinggal di dekat rumah dan jarang menjelajah jauh dari sarang tempat mereka menetas.


2. Berkembang biak

Ada hal unik saat komodo siap untuk berkembang biak. Komodo betina akan mengeluarkan aroma di kotorannya untuk diikuti oleh pejantan. Ketika seekor komodo jantan menemukan seekor betina, dia menggaruk punggungnya dan menjilati tubuhnya. Jika dia menjilatnya kembali, Itu tandanya mereka siap untuk bereproduksi.

Komodo jantan juga tak jarang bergulat satu sama lain untuk memperebutkan komodo betina. Ketika hamil komodo betina dapat bertelur sekitar 30 telur, yang mereka kubur di dalam tanah sampai menetas delapan bulan kemudian.

Ketika tidak ada jantan di sekitarnya, komodo betina memiliki cara lain untuk bereproduksi. Karena mereka memiliki kromosom seks jantan dan betina, komodo betina dapat bereproduksi secara aseksual dalam proses yang disebut partenogenesis.


3. Berburu mangsa

Komodo akan memakan hampir apa saja, termasuk bangkai, rusa, babi, dan bahkan kerbau besar. Saat berburu, komodo mengandalkan kamuflase dan kesabaran, berbaring menunggu mangsa yang lewat. Ketika mangsanya lewat komodo akan menggunakan cakarnya yang tajam, dan giginya yang bergerigi untuk mengeluarkan isi perut mangsanya.

Komodo juga memiliki kelenjar racun yang dapat menurunkan tekanan darah, menyebabkan pendarahan hebat dan menyebabkan syok. Racun tersebut kemudian akan mempercepat mangsanya kehabisan darah dan membuat mangsanya shock hingga akhirnya mati.


4. Risiko kepunahan yang sangat tinggi

Reproduksi aseksual memungkinkan komodo betina untuk dapat bereproduksi sendiri dan mengisi kembali populasi mereka. Namun, hal tersebut ternyata memiliki kekurangan yakni proses reproduksi ini hanya menghasilkan anak komodo laki-laki.

Kelangkaan komodo betina dalam populasi telah menyebabkan regenerasi hewan ini sangat buruk. Sifat komodo yang tidak ingin pergi jauh dari rumah juga memperburuk masalah karena populasi spesies menurun dan terpecah-pecah.

Manusia juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup komodo. Orang-orang telah membakar habitat komodo dengan tujuan membersihkannya untuk keperluan lain. Sementara Pulau Komodo, termasuk salah satu tempat pariwisata bagi para turis mancanegara. Tetapi wisatawan juga penting untuk upaya konservasi, karena dorongan ekonomi akan membantu penduduk setempat untuk dapat melindungi komodo.


(Fauzi Maulana Rizqi)

Berita terkait
IUCN Tetapkan Komodo Terancam Punah
Populasi komodo juga terancam ketika habitatnya, juga habitat dari hewan-hewan yang menjadi mangsanya, beralih fungsi akibat aktivitas manusia.
Begini Respon Warganet Terkait Jurassic Park di Pulau Komodo
Wacana Pembaangunan Jurassic Park di Taman Naisonal Komodo membuat para warganet tertawa dan menolak.
Tiga Syarat Khusus Traveling ke Pulau Komodo saat Pandemi
Pandemi virus corona menjadikan Pulau Komodo memuat sejumlah ketentuan bagi traveler yang ingin berkunjung.
0
Ulasan Lengkap Tentang Hewan Komodo, Kadal Terbesar di Dunia
Saat ini komodo termasuk satwa langka yang hampir punah, keberadaannya dilindungi oleh pemerintah Indonesia.