UAS Dinilai Ngawur Sebut Polisi Bakal Masuk Neraka Jahanam

Ustaz Abdul Somad (UAS) dinilai ngawur dengan dalil serampangan menyebut polisi yang menembak 6 pengawal Rizieq Shihab bakal masuk neraka jahanam.
Ustaz Abdul Somad atau UAS. (Foto: Tagar/Instagram @ustadzabdulsomad_official)

Jakarta - Intelektual Nahdhatul Ulama Akhmad Sahal mengatakan Ustaz Abdul Somad atau UAS telah membuat narasi ngawur dengan dalil serampangan dengan menyatakan polisi yang menembak 6 pengawal Rizieq Shihab bakal masuk neraka jahanam. Polisi itu, kata Sahal, justru telah menjalankan perintah Allah agar taat kepada ulil amri atau penguasa yang sah.

"Vonis UAS bahwa mereka akan masuk neraka jahanam ya jelas-jelas ngawurlah. Lagian UAS ini sok tahu tentang siapa yang akan masuk neraka dan surga, doanya untuk pilada saja enggak manjur, kok berani-beraninya playing God, memvonis nasib orang di akhirat," ujar Akhmad Sahal dalam video berjudul Mereka Bukan Mati Syahid Tapi Mati Jahiliyah di YouTube Cokro TV, Jumat, 11 Desember 2020.

Ustaz Abdul Somad dalam Pilkada 2020 memprediksi Akhyar Nasution bakal mengalahkan Bobby Nasution dalam Pilkada Medan, ternyata prediksinya meleset. Dalam Pilpres 2019, UAS meramal dengan yakin bahwa Prabowo Subianto bakal mengalahkan Jokowi, ternyata juga meleset.

Sahal menjelaskan, dalam perspektif Islam, orang yang menyerang atau melawan aparat pemerintah yang sah dengan senjata itu disebut pemberontak atau bughat, arti harfiahnya: mereka yang melampaui batas. Dan bughat dalam perspektif fikih adalah haram, hukumnya sah untuk diperangi. Karena menurut fikih, ulil amri atau penguasa yang sah itu wajib ditaati. Ketaatan terhadap ulil amri ini asalkan tidak memerintahkan pada kemaksiatan. 

Vonis UAS bahwa mereka akan masuk neraka jahanam ya jelas-jelas ngawurlah.

Ada tiga ciri-ciri bughat disebutkan dalam kitab fikih yang banyak dikaji di pesantren, yaitu Kitab Al-Iqna'. Pertama, mereka punya kekuatan untuk melancarkan pemberontakan, perlawanan, entah itu dalam bentuk senjata, massa, logistik, jaringan, dan seterusnya. Kedua, mereka nyata-nyata membangkang dan menyatakan permusuhan, pemberontakan, hujatan, dan kebencian pada pemerintahan yang sah. Ketiga, perlawanan tersebut didasarkan pada tafsir atau narasi tertentu untuk membenarkan tindakannya. Misalnya dengan bilang bahwa pemerintah zalim, represif, membantai umat Islam, dan seterusnya.

"Penyerang aparat itu bukan mati syahid, tapi mati sangit. Karena ia mati secara jahiliyah. Yang dimaksud mati jahiliyah adalah mati dalam keadaan sesat dan salah jalan, sebagaimana keadaan orang-orang jahiliyah," ujar Sahal.

Dan, lanjut Sahal, "Polisi yang mempertahankan diri dari serangan bughat dan akhirnya ia membunuh si bughat, ia tidak masuk neraka jahanam seperti kata Ustaz Abdul Somad. Ia justru menunaikan perintah Allah agar taat terhadap ulil amri. Dengan begitu, vonis UAS bahwa mereka akan masuk neraka jahanam ya jelas-jelas ngawurlah." 

Sebelumnya, menanggapi kematian 6 pengawal Rizieq Shihab, Ustaz Abdul Somad akrab disapa UAS mengatakan siapa membunuh orang beriman, balasannya adalah neraka jahanam. 

"Audzubillahiminassyaitonnirojim, man qatala nafsan bighayri nafsin faka-annamaa qatala nnaasa jamii'an. Siapa yang membunuh satu orang maka dia sama seperti membunuh semua orang. Waman yaqtul mu’minan muta’ammidan fajazaa’uhu jahannam, siapa yang membunuh orang beriman maka balasannya adalah neraka jahanam," katanya dalam video yang dikirimkan Jurnalis Islam Bersatu, Selasa, 8 Desember 2020. []

Berita terkait
Fadli Zon: Habib Rizieq Ulama Pemberani di Tengah Kemunafikan
Anggota Komisi I DPR Fadli Zon memandang sosok Habib Muhammad Rizieq Shihab sebagai ulama pemberani suarakan kebenaran di tengah fitnah kemunafikan
Ruhut Sitompul Anggap Rizieq Shihab dan FPI Begundal Provokator RI
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul menganggap Habib Rizieq Shihab dan tokoh FPI lainnya sebagai begundal provokator penghasut rakyat RI
Anak Buah Rizieq Shihab Benarkah Mati Syahid?
Enam anak buah Rizieq Shihab yang tewas ditembak polisi, benarkah mati sahid? Dan polisi yang menembak mereka benarkah akan masuk neraka jahanam?
0
PPKM Mikro Seluruh Provinsi di RI Resmi Berlaku Hari Ini
Pemerintah resmi memberlakukan PPKM di seluruh Provinsi Indonesia per 1 Juni hingga 14 Juni 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19 di Tanah Air.