UNTUK INDONESIA
Tunangan Jamal Kashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, digugat oleh tunangan Jamal Kashoggi, di sebuah pengadilan di Washington DC
Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Jamal Kashoggi (Foto: voaindonesia.com/Reuters).

Jakarta - Tunangan Jamal Kashoggi, kolumnis suratkabar "Washington Post" yang dibunuh, hari Selasa, 20 Oktober 2020, mengajukan gugatan hukum terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), di sebuah pengadilan di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Hatice Cengiz bersama Democracy for the Arab World Now Inc. (DAWN), sebuah organisasi nirlaba yang menggalakkan demokrasi, supremasi hukum, dan HAM bagi masyarakat Timur Tengah dan Afrika Utara yang didirikan oleh Khashoggi, mengajukan gugatan hukum terhadap MBS dan beberapa pejabat Arab Saudi lain, dengan mengklaim bahwa, “mereka melihat tindakan Khashoggi di Amerika sebagai ancaman langsung terhadap uang dan kepentingan lainnya, dan karenanya bersekongkol untuk melakukan tindakan keji yang menjadi subyek gugatan ini,” demikian petikan dokumen pengadilan.

“Penyiksaan dan pembunuhan kejam terhadap Khashoggi mengejutkan hati nurai orang di seluruh dunia. Tujuan pembunuhan itu jelas untuk menghentikan advokasi Khasghoggi di Amerika, terutama sebagai Direkur Eksekutif DAWN bagi reformasi demokrasi di dunia Arab,” juga dikutip sebagai petikan dokumen itu.

Gugatan hukum itu menyatakan bahwa Cengiz secara finansial tergantung pada Khashoggi dan “telah kehilangan cinta, persahabatan, dukungan moral dan kasih sayang yang sebelumnya ia rasakan.”

September lalu pengadilan Arab Saudi menjatuhkan vonis hukuman penjara terhadap delapan orang atas pembunuhan itu di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018. Menurut media setempat, lima orang dijatuhi hukuman 20 tahun penjada dan tiga lainnya dihukum penjara antara 7-10 tahun.

CIA menyimpulkan dengan cukup yakin bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan itu. Ia menyangkal terlibat dalam hal apapun.

Kashoggi, yang adalah penduduk tetap Amerika, datang ke kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul itu untuk mengambil dokumen-dokumen yang akan mengijinkannya menikah dengan Cengiz, yang berkewarganegaraan Turki. Ia dibunuh di dalam kantor konsulat itu, sementara Cengiz menunggu di luar. Hal ini menimbulkan kemarahan masyarakat internasional.

Anggota faksi Demokrat dari negara bagian California, Adam Schiff, hari Selasa, 20 Oktober 2020, mengusulkan RUU Akuntabilitas Kebebasan Pers Jamal Khashoggi “ untuk memastikan agar Amerika meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan pembunuhan di luar hukum dan pelanggaran berat hak asasi manusia lainnya terhadap wartawan.” (em/lt)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman
Otoritas Arab Saudi menangkap 20 pangeran dengan tuduhan merancang kudet untuk menjatuhkan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman
Empat Kontroversi Putra Mahkota Arab Mohammad bin Salman
Di balik asmaranya dengan Lindsay Lohan, Putra Mahkota Arab Mohammed bin Salman memang dikenal dekat dengan hal berbau kontroversi.
0
Stok Gas LPG 3 Kilogram Tersisa 6,5 Juta Tabung di Sumbar
Stok gas LPG ukuran tiga kilogram di Sumatera Barat (Sumbar) tersisa 6,5 juta tabung hingga akhir tahun 2020.