UNTUK INDONESIA
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman
Otoritas Arab Saudi menangkap 20 pangeran dengan tuduhan merancang kudet untuk menjatuhkan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman
Mohammed bin Salman. (Foto: The Times of Israel)

Jakarta - Mohammed bin Salman jadi putra mahkota Arab Saudi sejak 21 Juni 2017 menggantikan Muhammad bin Nayef. Mohammed lahir pada 31 Agustus 1985 yang merupakan anak kandung dari Raja Salman. Ibunya, Putri Fahda binti Falah bin Sultan bin Hathleen, berasal dari suku Ajman, yang pemimpinnya adalah ayah sang putri, Rakan bin Hathleen.

Nama Sang Pangeran kembali mencuat ketika otoritas Arab Saudi menangkap 20 pangeran karena tuduhan merancang kudeta untuk menjatuhkan pemerintahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atau dijuluki MBS.

Di bawah kepemimpinan MBS, Kerajaan Arab Saudi mengalami perubahan besar-besaran. Pangeran Mohammed juga menduduki posisi penting lainnya di pemerintahan, seperti wakil perdana menteri, menteri pertahanan serta ketua dewan urusan ekonomi dan pembangunan. Dia dikenal sebagai menteri pertahanan termuda di dunia dengan usia 32 tahun.

1. Mendirikan sejumlah perusahaan dan bekerja secara profesional

Sepak terjangnya, mulai dikenal luas dengan memimpin permainan politik Arab Saudi di kawasan Timur Tengah dengan turut dalam perang melawan Iran di Yaman. Di dalam negeri, dia menjadi aktor utama dalam upaya bersih-bersih praktik korupsi di lingkungan kerajaan.

Pangeran Mohammed merombak image negaranya yang sebelumnya dikenal konservatif menuju ke arah moderat, bahkan akan menyaingi Barat dalam bidang tertentu melalui program reformasi Vision 2030.

MBS menikah dengan Putri Sarah binti Mashhoor bin Abdulaziz al-Saud. Dari pernikahan ini, mereka dikarunia empat anak. Dia menyelesaikan studi sarjana hukum dari King Saud University. Sepanjang waktunya sebagai mahasiswa, PangeranMohammed terdaftar dalam berbagai program pelatihan.

Pangeran Mohammed pernah mendirikan sejumlah perusahaan dan bekerja secara profesional usai lulus dari bangku kuliah. Dia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Riyadh Competitive Council (Dewan Kompetitif Riyadh), Penasihat Khusus Ketua Dewan untuk Yayasan King Abdulaziz, dan sebagai anggota dewan pengawas bagi masyarakat Albir untuk pembangunan.

mbs2Mohammed bin Salman. (Foto: bbc.com)

Selain itu, MBS juga mendirikan perusahaan nirlaba yang bergerak di bidang filantropis MiSK Foundation, yang bertujuan untuk menumbuhkan pembelajaran dan kepemimpinan di masa muda Saudi. Organisasi ini juga mengembangkan perusahaan pemula di Saudi melalui berbagai program inkubasi bisnis.

2. Awal perjalanan politik Sang Pengeran

Atas dedikasinya tersebut, dia mendapat penghargaan "Personality of the Year" oleh Forbes Middle East pada 2013 atas posisinya sebagai ketua Yayasan MiSK. Penghargaan ini sebagai pengakuan atas dukungannya terhadap pemuda Saudi dan perkembangannya.

Pada tahun 2007, Pangeran Mohammed memulai perjalanan politiknya saat dia menjadi penasihat penuh waktu untuk dewan menteri selama dua tahun. Selanjutnya, pada tahun 2009, dia menjadi penasihat khusus untuk ayahnya, yang merupakan Gubernur Riyadh pada saat itu, dan terus melayani komisi ahli kabinet Saudi sebagai konsultan paruh waktu sampai Maret 2013.

Tak berselang lama, pangeran muda tersebut ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Saudi pada 23 Januari 2015, setelah sang ayah naik takhta. Pada tahun yang sama, dia diangkat sebagai Wakil Putra Mahkota.

Debutnya sebagai menteri pertahanan adalah ketika dia memimpin sebuah serangan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi, di Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi, Operation Decisive Storm. Operasi diluncurkan hanya dua bulan setelah dia diangkat jadi menteri.

3. Bangun resort di Laut Merah  bebaskan wanita pakai bikini

Hal yang paling mengejutkan adalah ketika pada 2017, komite anti-korupsi yang baru dibentuk menangkap sebelas pangeran, empat menteri senior, banyak mantan menteri serta para pengusaha terkait dugaan korupsi. Penangkapan massal dalam operasi sapu bersih korupsi di Saudi ini atas perintah MBS.

Sebelumnya, dia memperkenalkan program reformasi Vision 2030, sebuah visi Arab Saudi tentang masa depan, yang bertujuan menjadikan Kerajaan sebagai jantung dunia Arab dan Islam. Program itu juga untuk menjadi Saudi sebagai sebuah pusat investasi, dan “pemain penting” tiga benua.

MBS berpikir untuk mengurangi ketergantungan Saudi pada sektor minyak, pada 2030, dia berinisiatif untuk membangun sebuah sistem e-government. Pangeran Mahkota juga telah meminta pembangunan di sektor hiburan yang lebih banyak di Kerajaan tersebut. Di bawah pengaruhnya, kabinet Saudi mengeluarkan peraturan untuk memangkas kekuasaan polisi agama, dan sebuah otoritas hiburan didirikan pada Mei 2016.

Tidak hanya itu, dalam upayanya untuk mengganti tradisi, dia juga melibatkan ilmuwan Muslim muda Saudi yang aktif di media sosial. Salah satu gebrakannya adalah dibolehkannya para perempuan untuk mengemudikan mobil yang selama ini ditentang keras para ulama konservatif. 

Beberapa tahun mendatang, Saudi juga membebaskan perempuan untuk menonton olahraga di stadion. Bahkan, dalam program reformasi yang dicanangkan MBS, Saudi berencana membangun resort di Laut Merah yang membebaskan para wanita mengenakan bikini. []

Berita terkait
Putra Mahkota Arab Saudi Gagal Beli Man United
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohamed bin Salman dikabarkan gagal membeli klub liga primer Inggris Manchester United dan beralhir ke Newcastle United
0
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman
Otoritas Arab Saudi menangkap 20 pangeran dengan tuduhan merancang kudet untuk menjatuhkan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman