UNTUK INDONESIA

Trending Ceramah Gus Baha soal Lonte, Ini Penjelasannya

Ceramah Gus Baha soal Lonte trending di laman Twitter. Kiyai Nahdlatul Ulama (NU) itu diperbincangkan warganet lebih dari 3.555 cuitan.
Gus Baha dalam salah satu pengajian. (Foto: Tagar/Syakir NF/NU Online)

Jakarta – Ceramah Gus Baha soal Lonte trending di laman Twitter. Sosok karismatik yang sangat dikagumi dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) itu diperbincangkan warganet lebih dari 3.132 cuitan.

Dalam penggalan isi ceramahnya disimak Tagar, Minggu, 16 November 2020, Gus Baha atau tokoh bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim memberikan contoh tentang penyebutan lonte. Gus Baha membolehkan penyebutan lonte untuk mencap perbuatan asusila atau nakal seseorang dengan maksud agar pekerjaan itu tidak ditiru.

Dalam potongan audio yang beredar, Gus Baha memulai dengan sebuah hadis nabi yang diriwayatkan Imam Ahmad. Hadis itu diterjemahkan bahwa, Allah tidak akan mencabut keberkahan di bumi, sehingga orang-orang zalim tidak dikatakan itu suatu kezaliman.

“Contoh paling mudah semoga kita dapat berkah dari contoh ini. Sebetulnya dalam etika Jawa, berkah kebenaran orang nakal harus dikatakan sundal atau lonte,” katanya.

“Itu kelontean dan kesundalan akan tabu terus, selama orang masih ngomong untuk lonte itu sundal, untuk WTS itu lonte atau sundal,” lanjut Gus Baha.

Alumnus Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, asuhan KH Maimoen Zubair ini lalu menjelaskan bahwa perbuatan yang salah tidak boleh dianggap biasa, sehingga berujung pada pembiaran.

“Artinya apa, orang masih jijik atau merendahkan derajat mereka yang berprofesi sebagai lonte atau sundal. Dan ini baik bagi agama, bagi keberlangsungan moral. Karena masih ada yang menjijikkan proses yang salah,” terangnya.

Pendakwah yang hafal 30 juz Alquran itu lalu meminta tokoh ulama dan masyarakat agar tetap memberi ruang taubat kepada perilaku menyimpang itu.

“Kita sebagai ulama, sebagai tokoh masyarakat tentu mereka tetap kita kasih ruang untuk taubat, juga kita kasih hak-hak martabatnya sebagai manusia. Tapi kita akan tetap bilang itu lonte atau apa,” lanjutnya.

Meskipun belum diketahui kapan dan dimana Gus Baha berceramah tentang ini, namun kutipan ceramah itu istilah lonte tidak dikaitkan secara spesifik dengan seseorang. Gus Baha hanya menafsirkan hadis sesuai kaidah secara umum.  

Menurutnya, jika suatu perbuatan tercela sudah tidak lagi dianggap tabu, maka akan membuat masyarakat acuh. Kata Gus Baha, hal ini bisa berbahaya sebab perbuatan asusila akan dibiarkan tumbuh subur dan diabaikan.

“Bayangkan nanti jika dibahasakan itu hak asasi. Sehingga anak generasi cucu kita ndak ada lagi istilah lonte atau sundal, setiap perilaku sosial dikatakan hak asasi. Dan itu awal dari ndak ada agama. Itu bahaya bagi keberlangsungan agama dan negara,” terangnya.

“Artinya apa, sebetulnya sifat anarkis masyarakat dalam perkataan, itu menolong agama. Dengan dianggap jijik, agama bisa jalan. Karena seseorang dihujat masyarakat, yang lain gak pernah ingin cita-cita ingin jadi lonte,” katanya.

“Bahkan seorang anak sendiri, karena tahu nasib ibunya dihujat, juga tidak akan bercita-cita jadi lonte,” imbuhnya.

Pria yang kerap tampil berceramah dengan kopiah hitam agak condong ke belakang itu mengingatkan bahaya suatu perbuatan asusila dibiarkan saja di tengah-tengah masyarakat.

“Coba tidak ada hukuman stigma masyarakat. Maka lonte dan sundal akan subur di tengah masyarakat yang sudah tidak peduli dengan nilai-nilai ini. Misalnya di kota besar, karena sesama lonte sudah tidak saling mengatakan tabu,” sambungnya.

“Karena itu, saya terkenang hadis riwayat Imam Ahmad. Bahwa Allah tidak akan mencabut keberkahan di bumi, sehingga orang-orang zalim tidak dikatakan zalim. Itu bahaya sekali,” lanjut Gus Baha.

“Risalah Allah kepada Nabi itu sing penting, benar dikatakan benar, salah dikatakan salah,” tegas Gus Baha.

Kutipan ceramah yang ramai tersebar di laman Twitter ini juga diunggah oleh Ustaz Maaher At-Thuwailibi. Belakangan Ustaz Maaher terlibat adu cuitan dengan selebriti, Nikita Mirzani. Polisi pun kabarnya dikerahkan untuk mengamankan kediaman Niki yang diancam akan dikepung 800 laskar pembela ulama.

Baca juga: Trending Nyai, Ustaz Maaher Sindir Nikita Mirzani Lonte

Para netizen kemudian juga membalas cuitan tentang isi ceramah Gus Baha itu dengan beragam tanggapan.

“Sejauh yang saya ketahui, ceramah Gus Baha tentang ini sudah ada jauh sebelum kasus yang beredar dewasa ini, agar tidak salah tafsir tentang perkataan beliau mohon untuk mendengar versi fullnya sehingga bisa menarik kesimpulan sendiri dan tidak larut dalam suatu provokasi,” tulis Fatih Yustiawan.

“Gus Baha ini bener, karena tidak ada salahnya menyebut lonte, suatu kata untuk menggambarkan perbuatan buruk seorang wanita terkait asusila. Yang kemudian jadi masalah adalah apabila sudah mengatakan seseorang lonte, maka yang berkata demikian harus membuktikan perkataannya,” tulis akun @aripopo25.[]

Berita terkait
Rumah Nikita Mirzani Bakal Dikepung 800 Laskar Pembela Ulama
Ustaz Maaher At-Thuwailibi mengancam akan mengepung rumah Nikita Mirzani bersama 800 laskar pembela ulama jika tidak minta maaf.
Kondisi Terkini Rumah Nikita Mirzani Usai Cela Rizieq Shihab
Berikut laporan foto-foto terbaru rumah Nikita Mirzani pada Minggu, 15 November 2020, usai mencela Habib Rizieq Shihab sebagai tukang obat.
Ade Armando: Kalau Rizieq Shihab Miskin, Minta ke Anies
Ade Armando mengkritik pesta nikah putri Rizieq Shihab yang digelar di kawasan Petamburan. Kata Ade, cukup ditangani Gubernur DKI Anies Baswedan.
0
Trending Ceramah Gus Baha soal Lonte, Ini Penjelasannya
Ceramah Gus Baha soal Lonte trending di laman Twitter. Kiyai Nahdlatul Ulama (NU) itu diperbincangkan warganet lebih dari 3.555 cuitan.