Tongam Sirait, Musisi Danau Toba Konser di Austria

Musisi dari tepian Danau Toba, Sumatera Utara, Tongam Sirait mengelar konser di Tirol, sebuah negara bagian di Austria
Ilustrasi, Hermann Delago dan Tongam Sirait, Medan, Foto: Thomas Böhm

Pematangsiantar- Musisi dari tepian Danau Toba, Sumatera Utara, Tongam Sirait menggelar konser di Tirol, sebuah negara bagian di Austria.

Dia datang ke sana membawakan lagu-lagu Batak, terutama lagu ciptaannya. Tongam disambut hangat para pengunjung yang hadir dalam konser musik orkestra, Sabtu 18 Mei 2019 lalu.

Lebih 1000-an pengunjung mayoritas warga Austria dan beberapa pejabat pemerintah setempat hadir menyaksikan dan terlihat sangat menikmati konser.

Lagu ciptaan Tongam dan juga lagu Batak lainnya yang digubah oleh Hermann Delago, memang sudah sering dibawakan di setiap konser yang mereka gelar.

Sebagian warga di Tirol, bahkan sudah ada yang hafal dan bisa menyanyikan beberapa lagu Batak.

Hebatnya, selain membawakan lagu Batak dalam setiap konser, Hermann selalu menceritakan kecintaannya terhadap musik dan lagu Batak, serta keindahan Samosir dan Danau Toba yang disebut ada kemiripan dengan daerah Tirol.

"Hal ini otomatis telah menjadi suatu promosi yang sangat berharga," kata Henry Manik, perantau asal Samosir yang kini bermukim di Belanda. Henry ikut menikmati konser di Tirol.

Konser ke dua berlangsung pada Jumat 24 Mei 2019 malam. Ini konser terakhirnya sebelum Tongam kembali ke kampung halaman.

Melalui sambungan telepon, saat dirinya di Swiss berlibur usai konser pertama, Selasa 21 Mei 2019 lalu, Tongam kepada Tagar mengatakan dia disambut antusias warga di sana.

"Saya jalan-jalan saja, Lae," katanya enteng dengan suara beratnya melalui aplikasi video call. Tapi Tongam menyambung,"saya memang konser di sini. Lagu saya tentu, seperti Mauliate dan Donna. Ada juga lagu Barat," katanya.

Tongam menyebut, di hadapan ribuan warga Tirol, dia mempromosikan lagu Batak dan Danau Toba. Cara ini menurut dia sangat efektif.

Evaluasi BODT

"Mereka cuma tahu Bali. Tak tahu Indonesia. Tak tahu Danau Toba," kata Tongam.

Itu sebabnya Tongam mengkritik Badan Otorita Danau Toba (BODT) yang dipimpin Arie Prasetyo, yang dia nilai tak punya manfaat dalam memajukan pariwisata Danau Toba.

Badan itu dia sebut tak ubahnya benalu. Menumpang di setiap event pariwisata yang diprediksi sukses.

"Patut dievaluasi itu Badan Otorita Danau Toba dan orang-orangnya. Saya misalnya ini ke Eropa membawa nama Danau Toba, saya minta brosur saja dari mereka tak ada. Kan bagus kalau kita pasang di sini spanduk tentang Danau Toba. Itu pun tak bisa mereka fasilitasi," tukas Tongam.

Tongam kemudian memotivasi generasi muda agar mau kreatif dan produktif berkarya. Apa yang dia alami di Tirol, bahwa lagu dan musik Batak bisa diterima di belahan dunia termasuk Eropa.

"Kuncinya kreatif. Apalagi musik itu universal. Meski kadang mereka tak paham artinya, tapi karena kualitas musik kita bagus, ya mereka terima dan nikmati," tuturnya.

Terpisah, Henry Manik menyebutkan untuk persiapan Samosir Music International (SMI) 2019 yang akan digelar di Tuktuk Siadong, Samosir 23-24 Agustus, terus dimatangkan.

Menurut Henry, SMI digelar dan dipertahankan selama empat tahun di Samosir. Ini semua berawal karena mimpi yang dimiliki Hermann Delago dan dirinya yang memberanikan diri untuk mengeksekusi dengan segala risiko yang ada.

"Sehingga selama SMI masih digelar, Hermann akan selalu hadir. Rencana pagelaran SMI 23-24 Agustus 2019 ini, sudah semakin dekat. SMI dan tim terus disibukkan dengan segala persiapan," katanya.

Henry menyebut, penyanyi dan musisi yang diundang dari Belanda, Jerman dan Malaysia juga sedang melakukan persiapan, terutama dalam melatih menyanyikan lagu-lagu Batak.

Membawakan paling sedikit empat lagu Batak, merupakan salah satu persyaratan yang dia sampaikan dalam pendekatan ke setiap artis. Genre musik yang akan ditampilkan nanti juga akan lebih bervariasi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kita berharap SMI kita tahun ini juga akan berjalan lancar dan sukses, terima kasih kepada semua teman-teman yang selalu mensupport event ini, baik dalam kehadiran, atau membagikan info event ini atau dalam bentuk lainnya," pungkasnya.[]

Berita terkait
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan