Semarang - Tersambungnya ujung barat hingga timur Pulau Jawa oleh Tol Trans Jawa dinilai memberi kontribusi signifikan terhadap terjadinya penurunan jumlah pemudik yang menggunakan pesawat. Ditambah masih tingginya harga tiket pesawat.

“Selain itu, karakteristik libur Lebaran yang panjang dimungkinkan juga mendorong banyak pemudik yang pakai moda transportasi darat,” kata Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Ahmad Danar Suryantono, Senin 3 Juni 2019.

Kepada Tagar, Danar menyebutkan penurunan pergerakan penumpang di Bandara Ahmad Yani sudah terjadi sejak H-7 Lebaran 2019.

Baca juga: Tol Trans Jawa, Jawaban Kenapa Mudik 2019 Lancar

Data pada H-3 lebaran atau Minggu 2 Juni 2019, ada 12.726 penumpang yang naik dan turun pesawat. Jumlah tersebut diketahui turun 11 % jika dibanding hari yang sama di Lebaran 2018, sejumlah 14.340 penumpang.

“Pada H-3 Lebaran 2019, penumpang yang datang di Ahmad Yani masih didominasi dari Jakarta yang berangkat dari Cengkareng dan Halim Perdanakusuma serta penumpang dari Banjarmasin. Masing-masing sebanyak 3.492, 881 dan 840 orang,” jelas Danar.

Secara total, pergerakan penumpang dari H-7 sampai dengan H-3 Lebaran 2019 sebanyak 65.072 orang. Dimana di kurun waktu yang sama tahun 2018 ada 79.796 penumpang. Sehingga terdapat penurunan sekitar 18%.

“Selama empat hari tersebut, penumpang dari tiga bandara tadi juga masih mendominasi mereka yang tiba di Ahmad Yani. Yakni sebanyak 18.342, 4.305 dan 3.994 orang,” sambung dia.

Penurunan tidak hanya terjadi di pergerakan penumpang. Pergerakan pesawat di Ahmad Yani, terpantau lebih sedikit pesawat yang take off maupun landing pada masa mudik kali ini.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Dongkrak Jumlah Penumpang KA

Terhitung H-7 sampai H-3 Lebaran 2019, ada 603 pergerakan pesawat. Kurun waktu sama di 2018 sebanyak 760 pesawat yang datang dan pergi. Sehingga jika disandingkan terdapat penurunan 15 %.

“Khusus H-3, pergerakan pesawat juga turun sebesar 6 persen dari tahun lalu, sebanyak 133 menjadi 125 pesawat,” ujar dia.

Sementara untuk aktifitas pengangkutan barang setali tiga uang. Pada H-3 Lebaran 2019, pergerakan kargo tercatat sebanyak 22.765 Kg. Terdapat penurunan 55 % di banding hari yang sama di 2018 yang mencapai 50.619 Kg.

Sedangkan secara total dari H-7 hingga H-3 Lebaran 2019, tercatat ada 229.574 Kg atau turun 33 % dibanding kurun waktu yang sama di 2018 yang mencapai 344 507 kg

“Berdasarkan trend biasanya kargo mengalami penurunan menjelang hari H dan perlahan-lahan akan kembali normal setelahnya,” tukas Danar. []