UNTUK INDONESIA
Togo dan Paulina, Temukan Cinta dan Maut Saat Berkemah
Paulina dan kekasihnya, Togo Simanjuntak, berakhir tragis dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, sebelum menikmati perkemahan di Bukit Paropo, Dairi.
Togo Armando Simanjuntak dan Paulina boru Saragih semasa hidup. (Foto: Tagar/Facebook)

Pematangsiantar - Siang terik panas itu, Senin 16 September 2019, rumah kediaman Paulina boru Saragih dipenuhi guru-guru dan ratusan pelajar SMA Negeri 6 Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Mereka melayat murid dan teman mereka, Paulina, siswi kelas XII. Isak tangis pun pecah di antara mereka, di sisi jenazah gadis yang dikenal luwes dan banyak teman itu. Mereka ingin melihat dan melayat Paulina sebelum dibawa ke peristirahatan terakhirnya.

Ucapan turut berdukacita mengucur kepada ayah dan ibu Paulina, yang terus menguras air mata di sisi peti jenazah putri mereka.

Paulina dan kekasihnya, Togo Armando Simanjuntak, berakhir tragis dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, sebelum menikmati perkemahan di Bukit Paropo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Sepasang kekasih itu, memang penggandrung suasana alam, suka berkemah dan travelling. Hobi yang sama itu menjadi awal kisah asmara di antara keduanya, yang sama-sama berusia 17 tahun.

Sepasang kekasih itu menjalani kebersamaan selama usia 2,5 tahun, sebagaimana diakui teman sekolah Paulina, Tanita boru Nainggolan.

Tanita bercerita, Paulina bertemu dengan Togo saat sedang mencari tempat penyewaan peralatan perkemahan. Togo dikenal sebagai Ketua Komunitas Pecinta Alam Siantar-Simalungun (Compass).

"Orang itu dua sama-sama pecinta alam. Dari situnya mulai kenalan orang itu. Di perkemahan," kata Tanita, di rumah duka Paulina.

Tanita bahkan sering menjadi tempat Paulina melayangkan curahan hati jika punya masalah dengan Togo. Keduanya sempat putus namun sambung kembali.

"Sering curhat kalau masalah Togo. Sempat putus baru balik lagi," ucapnya.

Karakter Paulina pun Tanita hapal. "Kalau ditanya tentang kepribadian Paulina, dia orang gampang bergaul dan memiliki banyak teman, terus humorislah," sambungnya.

Di sekolahnya, menurut wali kelas Paulina, Reni boru Siagian, sosok Paulina aktif di ekstrakurikuler sebagai personel pasukan pengibar bendera (Paskibra) SMA Negeri 6. "Rajin melatih adik-adik kelasnya baris berbaris," tutur Reni.

Namun kisah asmara Paulina tidak diketahui sang ayah, Jon Liben Saragih, seorang aparatur sipil negara (ASN), sebagaimana penuturan teman Jon Liben, Simon Damanik.

Menurut Simon, Jon Liben tidak pernah tahu jika putrinya berhubungan dengan Togo. Padahal, Paulina merupakan anak kesayangannya.

"Pengakuan Jon Liben, dia tak tahu jika putrinya punya pacar," kata Simon.

Rekan-rekan TogoRekan-rekan Togo dari komunitas pecinta alam Pematangsiantar dan Simalungun saat melayat di rumah duka. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

Kepergiaan Paulina sangat memukul Jon Liben. Saat Simon dan rekan-rekannya melayat ke rumah duka, terlihat pria yang bekerja di Kementerian Perhubungan itu seperti tak mampu menahan diri menyadari 'boru hasian" (putri kesayangan) pergi begitu cepat.

"Saat kami melayat, Jon Liben benar-benar linglung. Dia seakan tak percaya anak sulungnya telah tiada," kata Simon, selepas pemakaman, Senin 16 September 2019.

Paulina telah pergi. Jenazah anak sulung dari tiga bersaudara itu dikebumikan di salah satu pemakaman umum Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, tak jauh dari rumah kediaman duka.

Di tempat terpisah, rumah duka Togo di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, para pelayat dari keluarga dan komunitas Compass di mana Togo sebagai pimpinan sudah berkumpul.

Hobi Togo sama ceweknya sama-sama pecinta alam. Bukan baru ini saja mereka pergi sama ke sana

Wilson Tambunan, salah seorang anggota Compass mengisahkan hubungan asamara Togo dan Paulina. Keduanya selama ini baik-baik saja. Keduanya, kata Wilson setiap kegiatan Compass sering bersama. "Ada acara mereka selalu sama," tuturnya.

Sebelum Togo dan Paulina berangkat menuju Paropo, sambung Wilson, Paulina sempat meminta izin kepada ibunya. Namun ditolak.

"Mereka tetap pergi. Itu yang kami dengar berita terakhir," kata Wilson.

Wilson mengaku seluruh anggota komunitas Compass sangat terpukul dengan kejadian ini. Bagi mereka sosok Togo, dikenal sebagai perangkul bagi mereka.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, di depan jenazah Togo, sebagai ucapan selamat jalan, anak-anak komunitas Compass menyanyikan sebuah lagu bertema arti sahabat. Itu mereka lakukan sebelum jenazah Togo dibawa ke pemakaman umum di Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Pasangan kekasih itu akhirnya dimakamkan secara terpisah, meski mereka mengalami nahas secara bersama.

Togo dan Paulina meninggal bersama setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Umum Siantar-Saribudolok, Km 62-63, Nagori Bandar Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Sabtu 14 September 2019 malam.

Kepolisian dari Polres Simalungun, Iptu Amir Mahmud mengatakan, Togo Armando Simanjuntak, 17 tahun, warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Utara dan Paulina boru Saragih, 17 tahun, warga Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Laka di SimalungunPolisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Umum Siantar-Saribudolok KM 62-63, Nagori Bandar Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu 14 September 2019 malam. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

Amir menyebut, ke duanya mengendarai sepeda motor Supra X 125 BK 3039 WO. keduanya meluncur dari Kota Pematangsiantar menuju Saribudolok, Kabupaten Simalungun.

Tiba di lokasi kejadian, dengan kondisi jalan menikung dan menurun, Togo yang membawa sepeda motor hilang kendali.

"Sepeda motor tergelincir dan kemudian menabrak tembok parit sebelah kiri arah jurusannya," kata Amir, Minggu 15 September 2019.

Akibat benturan itu, Togo meninggal di tempat kejadian dan Paulina meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Seorang karib dari ke dua korban, Gading Simangunsong, 19 tahun, bercerita sebelum kejadian Togo dan Paulina hendak berkemah ke Bukit Paropo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

"Saya sebagai kawan dekatnya merasa kehilangan. Padahal siangnya sebelum Togo pergi kami sempat ketemu. Sewaktu kami ketemu, dia cerita bawa ceweknya nge-camp ke Bukit Paropo. Kebetulan, ke dua orangtua Togo lagi pergi berobat ke Jakarta," katanya.

Dia mengakui Togo adalah pria baik, suka berbaur. Dia juga aktif sebagai pengurus organisas.

"Hobi Togo sama ceweknya sama-sama pecinta alam. Bukan baru ini saja mereka pergi sama ke sana," terangnya.

Ucapan duka dari rekan-rekan sepasang kekasih itu pun terlihat di media sosial Facebook milik Togo Armando dan Paulina.

Pemilik akun Facebook Gabriel Nainggolan menuliskan penyesalannya karena tidak bisa meminjamkan sepeda motor kepada Togo saat akan berangkat kamping bersama Paulina.

Gabriel menyebut tak bisa meminjamkan sepeda motor karena posisinya sedang berada di Nias. Namun, Togo akhirnya meminjam sepeda motor orang lain.

Sepeda motor yang dipakai Togo dan Paulina itu kemudian yang membuat mereka mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Gabriel yang sepertinya anggota komunitas Compass menyampaikan penyesalan mendalamnya dengan kepergian Togo.

Gabriel mengutarakan rencana-rencana mereka untuk kegiatan Compass, namun semua berakhir dengan kepergian sahabat yang dia panggil sebagai abang itu. 

Ini curahan hati Gabriel di dinding akun Facebooknya atas kepergian sahabatnya itu:

"Mau kau pinjam kreta ku yang hari senin itu go mau camp untuk hari sabtu semalam. Rupanya gak ku kasih karna aku di nias. Rupanya kau pinjam lah kreta org lain bg jadi kecelakaan lah kau bg. Merasa bersalah kali aku bg gk ku kasih kreta ku bg. kejam kali lah kau bg kau tinggal kan aku bg kau tinggal kan kami bg COMPASS. Kau bilang mau kita naik kan lagi COMPASS bg rupanya uda pigi kau luan bg. Hanya ini lah terakhir kali kau pakek kreta ku bg. Maaf bg gk bisa aku lihat kau bg," tulisnya. 

Pemilik akun lain, Putra Nainggolan juga menuliskan tentang kisah asmara Togo dan Paulina:

"Kisah Yang Sangat Indah...

#RestInPeace

#PaulinaSaragih

#TogoArmando

#SelamatJalanKetua," tulis Putra Nainggolan pada Facebooknya dengan emoticon kesedihan.[]


Berita terkait
Hendak Berkemah, Sepasang Kekasih Tewas di Simalungun
Sepasang kekasih asal Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Tersangka Penipuan di Pematangsiantar Jadi DPRD Sumut
Tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan Benny Harianto Sihotang resmi dilantik sebagai anggota DPRD Sumatera Utara.
Wali Kota Siantar Gaduh dengan Sekda? Budi: Tidak Benar
Budi Utari menyampaikan sejauh ini hubungannya dengan bosnya itu tetap harmonis dan berjalan sesuai tugas pokok dan fungsinya.
0
Bocah 4 Tahun di Pamekasan Tewas Mengapung di Bak Mandi
Bocah berusia empat tahun di Pamekasan tewas mengapung di bak kamar mandi rumahnya.