Tips Vaksinasi untuk Ibu Hamil dan Efek Sampingnya

Ibu hamil harus memiliki tekanan darah di bawah 140/90. Jika diatas angka tersebut, maka ibu hamil tidak dianjurkan untuk melanjutkan vaksinasi.
Potensi bahaya preeklampsia pada ibu hamil. (Foto: Tagar/Pexls/Leah kelley)

Jakarta - World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa ibu hamil diperbolehkan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 agar tehindar dari paparan virus Covid-19. Namun terdapat persyaratan dan kemungkinan mengalami efek samping vaksinasi.

Terdapat tiga jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan untuk vaksinasi ibu hamil, yaitu vaksin Covid-19 platform mRNA Pfizer dan Moderna, dan vaksin platform inactivated Sinovac.

Prosedur awal pelaksanaan vaksinasi pada ibu hamil tidak jauh berbeda dari vaksinasi untuk masyarakat pada umumnya. Sebelum dilaksanakannya vaksinasi, ibu hamil diwajibkan melewati tahapan skrining, mulai dari pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, hingga konfirmasi riwayat penyakit.

Syarat awal vaksinasi untuk ibu hamil adalah usia kandungan, ibu hamil harus berada pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Untuk dosis vaksin selanjutnya diberikan sesuai dengan rentang waktu yang berlaku.

Kedua, ibu hamil harus memiliki tekanan darah di bawah 140/90. Jika diatas angka tersebut, maka ibu hamil tidak dianjurkan untuk melanjutkan vaksinasi.

Terakhir, jika ibu hamil mengalami keluhan atau terdapat penyakit bawaan sebelum dilakukannya vaksinasi, maka ia harus konsultasi terlebih dahulu agar dapat pemantauan khusus dari tenaga medis yang terkait.

Lalu, apa saja efek samping yang akan dirasakan oleh ibu hamil pasca dilakukannya vaksinasi Covid-19? 

Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, dr Ari K Januarto menjelaskan bahwa belum ada data ilmiah terkait dengan bahayanya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan kepada para ibu hamil.

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) memaparkan bahwa ada beberapa efek samping yang dapat dirasakan oleh ibu hamil setelah vaksinasi Covid-19. POGI membaginya menjadi dua tingkatan, efek samping lokal dan efek samping berat.

Sama seperti masyarakat pada umumnya, efek samping lokal juga dapat terjadi pada ibu hamil. Beberapa efek samping lokal adalah sebagai berikut: nyeri, kemerahan, demam, nyeri, dan kelelahan.

Efek samping berat pun dapat terjadi pada ibu hamil setelah di vaksinasi. Namun, hal ini sangat jarang sekali terjadi. Bahkan, frekuensi hal ini dapat terjadi berada dibawah persentase 1 %. 

Keluhan yang mungkin diderita adalah nyeri perut, mual dan muntah, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan kulit melepuh.

Untuk para ibu hamil yang mengalami efek samping setelah diberikan vaksinasi Covid-19, disarankan untuk segera melapor kepada layanan kesehatan agar dapat ditangani dengan benar untuk menghindari segala macam resiko. []


(Bariq Yonanda)

Berita terkait
Lanjutan Kasus Pemukulan Satpol PP Gowa pada Ibu Hamil
Wanita yang menjadi korban kekerasan Satpol PP memberikan pengakuan mengejutkan terkait pihak rumah sakit yang memeriksanya.
Ibu Hamil di Gowa Diduga Kena Amuk Satpol PP
Oknum Satpol PP diduga melakukan kekerasan terhadap ibu hamil bersama suaminya saat razia PPKM. Padahal, ibu itu mengaku tidak melanggar PPKM.
536 Ibu Hamil di Indonesia Tertular Covid-19
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mencatat 536 ibu hamil terinfeksi virus corona (Covid-19) sepanjang April 2020 hingga Mei 2021
0
Tips Vaksinasi untuk Ibu Hamil dan Efek Sampingnya
Ibu hamil harus memiliki tekanan darah di bawah 140/90. Jika diatas angka tersebut, maka ibu hamil tidak dianjurkan untuk melanjutkan vaksinasi.