UNTUK INDONESIA
Tips Berpuasa Ramadan Bagi Penderita Maag Kronis
Bagi sebagian orang yang menderita penyakit maag, mungkin ragu untuk menjalani ibadah puasa. Namun, ada panduang yang mesti dilakukan.
Ilustrasi Sakit Maag. (Foto: Pixabay/derneuemann)

Jakarta - Bagi sebagian orang yang menderita penyakit maag, mungkin ragu untuk menjalani ibadah puasa. Hal ini lantaran perut akan kosong dalam waktu yang cukup lama, sehingga ditakutkan berpuasa malah berisiko mengganggu masalah kesehatan.

Umumnya, gejala yang dialami saat menderita maag kambuh, seperti nyeri di ulu hati yang menjalar hingga ke punggung, merasakan kembung dan mual, bahkan muntah. Kondisi tersebut tentunya bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan saat berpuasa.

Penyakit maag atau gastritis merupakan suatu kondisi peradangan lambung yang dapat terjadi secara akut maupun kroni. Bahkan, pada kondisi kronis bisa menimbulkan ulkus, pendarahan, maupun kanker.

Ketika masalah kesehatan tersebut kambuh, khususnya bagi penderita maag kronis pada saat berpuasa rasanya mungkin sangat menyiksa, sehingga tak heran mereka khawatir jika ingin menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut Tagar berikan ulasan mengenai cara yang bisa dilakukan selama berpuasa bagi penderita maag.

1. Pilih Makanan Tepat

Buka Puasailustrasi berbuka puasa. (Foto: english.newstracklive.com)

Pilihlah makanan yang bisa meredakan maag yang dikonsumsi pada saat makan sahur dan berbuka puasa.

Bagi penderita maag disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti oatmeal, wortel, brokoli, apel, dan kacang-kacangan, karena baik untuk lambung.

Selain itu, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan rendah lemak, tinggi protein hewani seperti ikan dan ayam, atau memiliki kadar asam yang rendah atau cenderung bersifat alkali.

Contoh yang paling beragam kandungan nutrisi dan praktis dibuat yaitu aneka sayuran hijau. 

Mengonsumsi makanan probiotik seperti yogurt juga menjadi pilihan terbaik. Beberapa penelitian menunjukkan jika probiotik berperan penting melawan bakteri helicobacter pylorii yang sering ditemukan pada sistem pencernaan dan menjadi penyebab sakit maag atau gastritis.

Bagi para penderita maag juga sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang bisa mengiritasi lambung saat sahur dan berbuka puasa, yaitu makanan bersifat asam, seperti jeruk dan tomat, makanan berlemak, serta gorengan.

Selain itu, jauhi juga minuman bersoda, beralkohol, kopi, dan jus yang bersifat asam lantaran tak hanya menyebabkan maag, melainkan juga meningkatkan risiko asam lambung naik.

Kondisi maag berat bisa menyebabkan luka yang lebih besar berupa ulkus pada lambung. Jika terjadi, sebaiknya mengikuti anjuran makanan tersebut dengan memilih yang kaya vitamin.

Hal ini karena diet sehat dengan pola makan yang tepat bisa mempercepat penyembuhan luka pada lambung.

2. Makan Bertahap saat Berbuka

Takjil AcehTampak banyak makanan yang dijajakan para pedagang menjelang berbuka puasa di Banda Aceh, Aceh, Sabtu, 25 April 2020. (Foto: Tagar/Ahmad Mufti)

Selama berpuasa seharian akan membuat asam yang diproduksi pada lambung menjadi tinggi.

Kondisi tersebut bisa membuat lambung sensitif terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Untuk itu, disarankan berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna lambung terlebih dahulu. Selain itu, sebaiknya menghindari makan dalam porsi banyak sekaligus, agar tidak membuat lambung bekerja terlalu keras.

Supaya lambung tetap dalam kondisi baik setelah berbuka, sebaiknya makan secara bertahap, seperti diawali dengan menyantap makanan ringan terlebih dahulu, lalu jeda sekitar setengah atau satu jam kemudian dilanjutkan dengan mengisi makanan berat. Hal ini bertujuan untuk membuat pencernaan lebih nyaman.

3. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan

Ilustrasi TidurLima Tips Mencegah Kulit Keriput Saat Tidur. (Foto: consumerhealthdigest)

Tak sedikit orang yang langsung tidur setelah makan sahur maupun makan malam. Padahal, pola tersebut sangat tidak baik bagi kesehatan khususnya bagi penderita maag akut.

Pada dasarnya kinerja lambung akan berjalan dengan normal saat mulai beraktivitas dan kinerjanya akan melambat saat tertidur.

Sehingga sangat tidak disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan, karena malahan membuat pencernaan tidak sehat dan bisa memicu kambuhnya sakit maag.

4. Hindari Merokok dan Konsumsi Obat Pereda Nyeri

RokokIlustrasi rokok. (Shutterstock)

Sebaiknya berhenti untuk merokok selama menjalankan puasa maupun setelah berbuka. Kebiasaan buruk tersebut bisa meningkatkan risiko sakit maag dan asam lambung naik.

Selain itu, mengonsumsi obat pereda nyeri secara rutin juga mampu menyebabkan iritasi pada lambung, terutama saat kondisi lambung kosong selama puasa, sehingga meningkatkan risiko sakit maag.

Apabila mengalami nyeri dan membutuhkan obat pereda nyeri, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter agar mendapatkan obat pereda nyeri yang aman bagi lambung.

5. Perhatikan Cara Konsumsi Obat Selama Puasa

obat kerasilustrasi obat keras. (Foto: pixabay)

Selama berpuasa, sebaiknya memperhatikan jadwal yang tepat untuk mengonsumsi obat maag.

Umumnya, obat maag dikonsumsi sebelum makan, sehingga minumlah obat tersebut sekitar 30 menit sebelum makan sahur atau makan besar saat berbuka puasa jika obat tersebut dikonsumsi sehari 1-2 kali.

Namun, jika obat tersebut perlu diminum 3 atau 4 kali dalam sehari, maka obat tersebut tidak memungkinkan untuk dikonsumsi selama berpuasa.

Sebaiknya, konsultasikan hal tersebut pada dokter sebelum puasa, agar obat diganti dengan obat lain yang memiliki khasiat sama dengan waktu kerja yang lebih panjang. []

Berita terkait
Makanan Terlarang Penderita Sakit Maag Selama Puasa
Para ahli kesehatan mengingatkan penderita maag kronis tidak menyantap makanan yang terlalu asam dan pedas saat berbuka puasa dan sahur.
Enam Makanan Sehat dan Bergizi untuk Penderita Maag
Penderita maag harus lebih memperhatikan makanan yang dimakan. Berikut Tagar ulasa beberapa makanan yang aman, bisa langsung dicoba.
Jangan Anggap Remeh Penyakit Maag Sebabkan Kematian
Kenali tanda-tanda maag pada tubuh anda.
0
Tips Berpuasa Ramadan Bagi Penderita Maag Kronis
Bagi sebagian orang yang menderita penyakit maag, mungkin ragu untuk menjalani ibadah puasa. Namun, ada panduang yang mesti dilakukan.