Tiga Provinsi di Jawa Jadi Fokus Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten jadi fokus percepatan vaksinasi Covid-19 karena jumlah suntikan vaksin di tiga daerah ini rendah
Seorang perempuan menerima satu dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dalam program vaksinasi massal untuk Kawasan Wisata Hijau di Sanur, Bali, 23 Maret 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Nyimas Laula)

Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk memfokuskan percepatan vaksinasi pada tiga provinsi di Pulau Jawa yang jumlah suntikan vaksinnya rendah. Presiden berharap dengan percepatan vaksinasi di tiga wilayah ini, kekebalan komunal di Pulau Jawa dapat segera terbentuk.

“Menurut saya tiga, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten, karena ini baru 12%. Jawa Barat baru 12%, Jawa Tengah 14%, Banten 14%, sehingga Jawa segera masuk ke herd immunity. Jadi, kita harapkan di bulan Agustus akhir atau paling lambat pertengahan September,” ucap Presiden saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM Darurat, melalui konferensi video, dari Istana Merdeka, Jakarta, 16 Juli 2021.

Sebelumnya, pemerintah mendahulukan percepatan vaksinasi di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Bali. Hingga saat ini, penyuntikan di kedua provinsi tersebut telah mencapai lebih dari 70% dosis vaksin. Presiden memperkirakan pada bulan Agustus 2021 kekebalan komunal mulai terbentuk di DKI Jakarta dan Bali.

Lili DinataLili Dinata, 72 tahun, warga Desa Sindanglaya, bersiap terima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19, saat vaksinasi door-to-door di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 15 Juni 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS /Willy Kurniawan)

“Bali sudah 81% dosis vaksin yang sudah disuntikkan. DKI Jakarta sudah 72%. Ini saya kira bulan Agustus sudah selesai, masuk ke herd immunity,” ujar Presiden Jokowi.

Pada kesempatan tersebut Kepala Negara juga menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi dengan menghabiskan stok vaksin yang tersedia. Menkes diminta mengecek kembali stok vaksin baik di Bio Farma, Kementerian Kesehatan, maupun di daerah.

“Oleh sebab itu, saya minta kepada Menteri Kesehatan untuk disampaikan sampai organisasi terbawah bahwa tidak ada stok untuk vaksin. Artinya, dikirim langsung habiskan, kirim habiskan, kirim habiskan, karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya,” pinta Jokowi.

perempuan divaksin covid di jakartaSeorang perempuan divaksin Covid-19 di Jakarta, 8 Juli 2021. Pemerintah Indonesia meningkatkan vaksinasi dengan memobilisasi vaksinasi (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Presiden menegaskan salah satu kunci dalam penanganan pandemi Covid-19 adalah dengan percepatan vaksinasi. Stok vaksin hanya tersedia di Bio Farma, sehingga stok di tempat lain segera dihabiskan agar penyuntikan vaksin lebih cepat.

“Sekali lagi, tidak usah ada stok. Stoknya itu yang ada hanya di Bio Farma. Yang lain-lain cepat habiskan, cepat habiskan, sehingga ada kecepatan. Karena kunci, salah satu kunci kita menyelesaikan masalah ini adalah kecepatan vaksinasi, ini sesuai yang juga disampaikan oleh Dirjen WHO,” kata Jokowi (BPMI SETPRES/UN)/setkab.go.id. []

Berita terkait
Jokowi Blusukan di Jawa Timur Pastikan Vaksinasi AstraZeneca Lancar
Jokowi blusukan di Jawa Timur, dari Sidoarjo dan Pasuruan lanjut ke Jombang, memantau memastikan pelaksanaan vaksinasi AstraZeneca berjalan lancar.
Pondok Pesantren di Jawa Timur Terima Vaksinasi AstraZeneca
Sejumlah kiai dan para pengasuh pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur menyatakan siap menerima vaksin AstraZeneca.
0
Tiga Provinsi di Jawa Jadi Fokus Percepatan Vaksinasi Covid-19
Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten jadi fokus percepatan vaksinasi Covid-19 karena jumlah suntikan vaksin di tiga daerah ini rendah