Jokowi Blusukan di Jawa Timur Pastikan Vaksinasi AstraZeneca Lancar

Jokowi blusukan di Jawa Timur, dari Sidoarjo dan Pasuruan lanjut ke Jombang, memantau memastikan pelaksanaan vaksinasi AstraZeneca berjalan lancar.
Jokowi berbincang dengan warga yang sedang menjalani vaksinasi AstraZeneca di Jombang, Jawa Timur, Senin, 22 Maret 2021. (Foto: Tagar/Facebook Presiden Joko Widodo)

Jakarta - Presiden Joko Widodo blusukan ke beberapa kota di Jawa Timur, memantau, memastikan vaksinasi AstraZeneca berjalan lancar. Dari Sidoarjo dan Pasuruan, Jokowi beranjak ke Jombang, dan kembali menyaksikan langsung pelaksanaan vaksinasi yang digelar di pendopo kabupaten.

Presiden melaporkan kegiatannya itu di laman Facebook, Senin, 22 Maret 2021. 

"Sasaran vaksinasi kali ini meliputi warga lanjut usia, petugas dan pekerja publik, ulama, serta tokoh lintas agama. Vaksinasi serupa juga digelar serentak di 21 kecamatan setempat yang saya diikuti melalui konferensi video," tutur Jokowi.

Jokowi empat berbincang sejenak dengan peserta yang tengah menjalani observasi setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca. "Alhamdulillah, semua sudah berjalan lancar."

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia mengatakan AstraZeneca haram karena mengandung unsur tripsin babi dalam proses pembuatannya. Walaupun demikian, vaksin tersebut boleh digunakan dengan mempertimbangkan unsur kedaruratan.

Sasaran vaksinasi kali ini meliputi warga lanjut usia, petugas dan pekerja publik, ulama, serta tokoh lintas agama.


MUI menyebut ada lima alasan utama yang membuat AstraZeneca boleh digunakan. Yaitu tingkat penyebaran Covid-19 yang masih tinggi, dukungan upaya pemerintah untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity, dan keterbatasan jumlah vaksin yang dimiliki pemerintah.

Presiden Jokowi mengapresiasi sikap para ulama. Ia ketika berada di Sidoarjo mengatakan sudah bertemu para kiai. "Tadi pagi saya sudah bertemu MUI Jawa Timur, sudah bertemu juga dengan para kiai di Provinsi Jawa Timur, mengenai vaksin AstraZeneca."

Indonesia menerima sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca gratis, berasal dari kerja sama multilateral dengan Global Alliances for Vaccines and Immunization (GAVI). Vaksin itu tiba di Indonesia pada 8 Maret 2021.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Hasan Mutawakkil Alallah menjelaskan pendapat dan respons dari para kiai serta para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur sudah baik. Vaksin tersebut halal dan tayyib. "Vaksin AstraZeneca ini hukumnya halalan dan tayyiban dan memang seharusnya dimanfaatkan dalam program vaksinasi pemerintah."



Berita terkait
Jerman, Uni Eropa dan Indonesia Lanjutkan Vaksin AstraZeneca
Jerman dan beberapa negara Uni Eropa serta Indonesia telah memutuskan untuk mencabut penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca
AstraZeneca: Vaksin Kami Tak Menggunakan dan Bersentuhan dengan Babi
AstraZeneca menegaskan bahwa Vaksinnya tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.
Pondok Pesantren di Jawa Timur Terima Vaksinasi AstraZeneca
Sejumlah kiai dan para pengasuh pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur menyatakan siap menerima vaksin AstraZeneca.
0
Pasokan Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 75,9 Juta Dosis
Dengan kedatangan vaksin tahap ke-14 ini, maka jumlah pasokan vaksin yang ada mencapai 75,9 juta dosis vaksin