UNTUK INDONESIA
Tiga Jurus Ala Maruarar Sirait Atasi Wabah Covid-19
Ketiga hal ini menjadi jurus survive di tengah pendemi yang hingga kini belum diketahui akan berakhir.
Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait, bersama Bupati Majalengka Karna Sobahi. (Foto: Tagar/Istimewa).

Majalengka - Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di dunia termasuk di Indonesia memberikan guncangan yang sangat luar biasa bagi kehidupan umat manusia. Bahkan, dampak wabah virus mematikan ini, tidak hanya merugikan sisi kesehatan, namun turut mempengaruhi kebijakan pemerintah, keuangan negara, perekonomian, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Persoalan itulah mendapatkan perhatian khusus dari salah seorang tokoh Nasional yang pernah menjabat Anggota DPR RI asal Dapil Majalengka-Subang-Sumedang selama tiga periode, Maruarar Sirait. Menurut orang dekat Presiden Joko Widodo ini, ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian khusus dalam menghadapi Covid-19.

Dijelaskan Ara sapaan Maruarar, ketiga hal ini menjadi jurus survive di tengah pandemi yang hingga kini belum diketahui akan berakhir. "Yang perlu diperhatikan itu, pertama kesehatan. Adanya program realokasi anggaran, baik di pusat hingga pemerintah daerah, harus fokus pada kesehatan,"ujar anggota DPR RI periode 2004-2019 ini ketika diminta tanggapannya, Rabu, 29 April 2020.

Dengan adanya alokasi anggaran itu, lanjut dia, akan tersedia alat-alat medis, alat perlindungan diri (APD), ventilator serta alat medis lainnya. Demikian juga dengan kebutuhan masyarakat seperti diisfektan, sarung tangan, masker dan obatan-obatan.

"Mari pastikan alat-alat medis tersedia di lapangan, sehingga tahapan pertama untuk survival kesehatan benar-benar nyata. Saya juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tenaga kesehatan kita di seluruh Indonesia. Pastikan masyarakat sehat," kata politisi PDIP ini..

Kemudian kedua, sambung Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih ini, mengenai makanan atau jaring pengamanan sosial. Karena itu, realokasi anggaran baik pusat maupun daerah tingkat satu dan dua harus fokus pada penyediaan makanan bagi rakyat. Bantuan sosial seperti paket sembako, harus dipastikan benar-benar tepat sasaran.

"Perlu dipastikan bagaimana sistemnya, bagaimana regulasinya, serta bagaimana orang-orangnya. Orang-orang yang dilibatkan harus benar-benar orang yang berintegritas, bisa dipercaya, serta memahami lapangan dengan baik. Bukan semata yang hanya bicara teori,"tutur Ara.

Persoalan lain yang perlu diperhatikan, jelas Ara, bagaimana melonjaknya angka kemiskinan dan pengangguran yang disebabkan PHK akibat terdampak Covid-19. Karena itu, kelompok ini harus dipastikan mendapat kebutuhan pangan yang cukup. "Pendataan terhadap mereka harus benar-benar akurat, agar bantuan itu benar-benar tepat sasaran," tutur Ara.

Terakhir, menurut Ara, masalah keamanan. Keamanan harus terus ditingkatkan dengan anggaran yang memadai. Harus diakui, saat ini muncul kegelisahan di tengah masyarakat, dengan adanya meningginya tindakan kriminalitas yang bisa dipicu oleh kebutuhan ekonomi. Atau adanya pembebasan napi tentunya ini patut diwaspadai.

"Bisa saja kejahatan meningkat seiring dengan pengangguran yang meningkat. Belum lagi ada ribuan narapidana yang dibebaskan dan kembali berulah sebab tuntutan kehidupan," kata Ara. 

Dalam mengatasi persoalan tersebut, lanjut dia, koordinasi keamanan harus sampai ke tingkat RT dan RW. "Setelah alat dan obat kesehatan memadai, makanan terjamin, rakyat pun akan merasa aman dari ancaman gangguan kejahatan," kata Ara. []

Berita terkait
Tak Lolos ke Senayan, Maruarar Sirait: Saya Ikhlas
Politikus senior PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan ikhlas apa pun keputusan KPU terkait perolehan suara dalam Pileg 2019.
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.